
2 Bulan berlalu..
Evan dan Lala semakin bahagia, keduanya semakin lengket saja. Tiada hari tanpa Evan mereguh manis istrinya. Seperti pagi ini, setelah bercinta untuk yang kesekian kalinya, Lala membuka mata dengan tubuh pegal-pegal, ia bangun duduk sambil memijat pelan tengkuknya. Ia menatap sang suami yang masih terlelap dengan selimut menutup pinggang membuatnya selalu terlihat seksi di mata Lala.
Lala kembali berbaring, menatap lekat wajah tampan suaminya. Wanita itu tersenyum dan menelusuri setiap garis wajah Evan, baru saja tangannya terulur untuk meraba wajah Evan saat perut Lala terasa bergejolak dan langsung aja ia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan cairan kuning. Ia meringis saat merasakan sekitar mulutnya terasa asam. Lala diam sejenak dengan perasaan tidak enak dan kembali muntah.
Tubuh Lala terasa loyo, ia kembali memijat tengkuk dan bahunya. Memutuskan mandi berharap tubuhnya bisa kembali segar.
Lala mendudukan tubuhnya di sofa saat rasa loyo kembali datang bahkan kepalanya ikut berdenyut dan saat menatap sang suami yang masih terlelap ia merasakan perutnya kembali bergejolak, langsung saja ia berlari menuju kamar mandi.
Evan terbangun mendengar suara itu, menoleh kesana kemari sejenak dan langsung saja menuju asal suara.
"Kamu kenapa La ?" Evan panik melihat Lala muntah di wastafel. Mengelus punggung wanita itu.
"Gak tau, tadi waktu bangun perut udah nggak enak !" Setelah mengatakan itu Lala kembali muntah.
"Kamu salah makan kali !" Ucap Evan.
"Mungkin !"
Evan dengan setia mengelus punggung istrinya, setelah mengeluarkan semua isi perutnya, Lala jadi lemas. Evan menggendongnya keluar. Membaringkannya setelah itu keluar kamar.
"Ini minum dulu !" Evan membawakan teh manis hangat. Lala meminumnya sedikit saja.
"Habisin La !" Perintah Evan namun Lala hanya menggeleng dengan kepala berdenyut membuat Evan kasihan melihatnya.
"Ya udah, ayo ke rumah sakit nanti !"
*****
Lain Evan, lain juga rizky. Tidak pagi, siang, sore atau malam selalu tancap gas dalam berkembang biak, seperti pagi ini Ia masih setia dengan hentakan demi hentakan yang ia berikan dibalik selimut yang selalu berhasil membuat Cleo menggila.
Hingga akhirnya ia mencapai pelepasannya kemudian ambruk disamping istrinya. Cleo yang sedang mengatur nafas rasanya sulit bergerak dan juga merasakan tubuhnya remuk redam.
"Ayo mandi bareng !" Tanpa mendengar jawaban Cleo, Rizky menggendong istrinya menuju kamar mandi.
Keduanya membersihkan diri kemudian turun bersama untuk sarapan, orang tua Cleo sudah berada di meja makan.
Setelah menikah, Rizky tinggal dirumah orang tua Cleo. Sebagai anak satu-satunya, orang tua Cleo berpikir mubazir jika anak menantu mereka memiliki rumah sendiri, sebab suatu saat rumah ini pun akan menjadi milik Cleo jadi lebih baik mereka tinggal bersama.
Cleo yang sudah duduk dimeja makan mulai merasa mual saat aroma makanan yang biasanya menggugah selera kini membuat perutnya bergejolak, dengan cepat Cleo berlari kearah dapur diiringi tatapan semua mata dan memuntahkan cairan kuning disana. Rizky menghampiri istrinya seraya memijat pelan kedua bahunya.
"Maaf, aku udah buat kamu masuk angin !" Ucap Rizky tidak enak, berpikir Cleo masuk angin karena kegiatan menyenangkan yang slalu mereka lakukan tanpa mengenal waktu.
Cleo masih terus memuntahkan isi perutnya hingga tubuhnya terasa lemas membuat Rizky merangkul tubuh istrinya.
"Apa yang kamu rasain Cle ?" Tanya sang mama saat keduanya sudah kembali ke meja.
"Badan Cle gak enak ma, pusing trus mual !" Cleo menutup hidung saat aroma makanan kembali tercium.
__ADS_1
Tuan Kevin dan ibu Nadia saling pandang. Ibu Nadia tersenyum penuh arti pada suaminya.
"Udah, bau makanannya bikin mual. Aku mau balik ke kamar aja !" Pinta Cleo pada suaminya.
"Bawa Cleo ke rumah sakit Ky !" Perintah mama mertua.
"Iya ma !" Ucap Rizky patuh sambil membimbing Cleo ke kamar, ibu Nadia meminta pembantu membawakan teh dan buah-buahan pada keduanya.
Saat di rumah sakit...
"Eh, lho ?" Evan dan Rizky berkata bersamaan karena tidak sengaja berpapasan, tadi Rizky menelepon Evan jika dia akan terlambat ke kantor dan sekarang mereka malah bertemu disini.
"Siapa sakit ?" Tanya Evan.
"Cleo, dia tadi pagi muntah-muntah jadi disuruh emak mertua kesini !" Jelas Rizky. Cleo dan Lala hanya saling pandang sambil tersenyum. Keempatnya memutuskan duduk bersama sambil menunggu antrian.
Dan secara bersamaan keduanya dinyatakan positif hamil oleh dokter. Membuat Evan maupun Rizky terbelalak tidak percaya. Mereka berdua memberikan kecupan yang banyak di wajah istri masing-masing atas kabar bahagia ini.
"Terima kasih sayang, terima kasih. Aku mencintaimu !" Ucap Rizky mencium bibir Cleo membuat wanita itu terbelalak kaget dan serta merta memukul bahu Rizky yang tidak tahu tempat. Apalagi dokter memerhatikan mereka dengan senyum-senyum.
"Malu ih sama dokter !" Sungut Cleo.
"Tidak masalah, ini bukan pertama kali saya melihat ini !" Ujar sang dokter wanita tersenyum. Rizky meraih tangan Cleo dan menciumnya lembut.
"Sayangku, tenang ya di perut mama !" Rizky mengelus perut rata Cleo membuat sang istri tersenyum haru.
"Aku mencintaimu La, aku sangat mencintaimu !" Ucap Evan.
"Iya sayang, aku juga !" Lala pun ikut menangis kemudian menghapus air mata Evan.
"Sayang, papa tunggu kedatanganmu !" Evan membelai perut rata Lala dan menciumnya penuh haru.
*****
Bulan demi bulan berlalu, kehamilan Lala dan Cleo semakin membesar. Selama kehamilan itu baik Lala dan Cleo, keduanya sering merepotkan suami masing-masing dalam memenuhi ngidam mereka.
"Sayang, aku mau makan nasi goreng buatan kamu !" Ucap Lala saat jam 2 malam membuat Evan sulit membuka mata.
"Sayang ayo dong. Anakmu mau makan nasi goreng buatan papanya !" Ucap Lala meraba lembut lengan Evan.
"Hah. Oke. Oke !" Evan memaksa dirinya beranjak menuju dapur.
Mau tidak mau, Evan harus menahan kantuk demi memenuhi keinginan sang istri. Ditengah malam, Evan memaksa matanya terbuka demi memasak nasi goreng.
Tidak bagi Cleo, wanita itu tidak merepotkan Rizky di malam hari jadi Rizky bisa tidur nyenyak. Tapi siang hari saat Rizky sedang bekerja maka Cleo akan meneleponnya meminta dibelikan makanan dari sebuah toko khusus dan tidak boleh disembarang tempat. Cleo tidak mau permintaannya ditunda atau dia akan marah besar terhadap Rizky.
"Yank, mau makan mie ayam yang dijual di daerah C !"
"Mau makan brownies yang di daerah F !"
__ADS_1
"Yank, mau makan kue yang dijual di toko L !"
Masih banyak lagi permintaan Cleo dan itu tidak boleh ditunda juga tidak boleh diwakilkan. Jika Rizky sedang bekerja, maka Rizky harus tetap pergi membelinya. Bahkan jika Rizky sedang rapat penting dengan papa mertuanya maka ia juga harus segera membeli apa yang diinginkan cleo, wanita hamil itu akan menangis jika Rizky menunda untuk membawakan keinginannya. Jadi Evan maupun tuan kevin harus ekstra sabar jika Cleo mulai berulah meminta ini itu pada suaminya yang menyebabkan Rizky sering kabur dari pekerjaannya.
Seperti siang ini, Cleo meminta dibawakan makanan soto ayam yang harus dibeli di daerah M, dimana jaraknya memakan waktu 45 menit. Hanya soto ayam yang bisa dibeli dimana saja namun Cleo menolak dan harus membeli ditempat yang dimaksud.
"Beli aja yang dekat-dekat yank !" Bujuk Rizky sebab pekerjaannya amat sibuk.
"Gak mau. Mau yang di warung M. Disitu rasanya enak banget. Ini kemauan anak kamu lho !" Cleo terdengar ingin menangis.
"Oke sayang, oke !" Mau tidak mau, Rizky menuruti keinginan istrinya dan akhirnya menunda pekerjaan pentingnya demi keinginan Cleo.
Pernah suatu ketika Rizky bersama Evan mengadakan rapat di perusahaan tuan Kevin saat Cleo menelepon dan mulai merengek menginginkan berbagai jenis makan yang harus dibeli di beberapa tempat. Namun saat Rizky mengatakan sedang bersama mertua Cleo langsung mematikan telepon dan ganti Hp tuan Kevin yang berbunyi.
"Pa, tolong jangan tahan Rizky, izinin dia pulang. Anaknya sekarang mau makan ini dan itu sambil ditemani papanya. Papa tega kalau cucu papa lahir ileran gara-gara kakeknya tahan papanya saat anaknya mau makan enak !" Suara Cleo terdengar keras di ponsel tuan Kevin membuat siapapun bisa mendengar itu. Rizky menunduk malu tak berani menatap papa mertuanya. Dia juga tak menyangka Cleo akan menelepon langsung papanya agar membiarkannya keluar.
"Ky, kamu boleh pulang. Turuti apapun kemauan istrimu !" Tuan Kevin tersenyum membuat Rizky bergidik.
"Te.. terima kasih pa. Bos, saya izin pulang dulu !" Ucap Rizky pada Evan.
Tuan Kevin menarik nafas, bukan hanya Rizky yang malu tapi dia juga. Dia merutuki volume HP-nya yang nyaris maksimal hingga omongan Cleo terdengar nyaring. Andai putrinya itu tidak sedang hamil maka dipastikan tuan Kevin akan mengomelinya berjam-jam.
Evan maupun tuan Kevin yang melihat Rizky sering kelelahan bolak-balik mengerjakan pekerjaannya juga menuruti keinginan istrinya, rasanya ingin mendamprat Cleo agar wanita itu bisa sedikit pengertian terhadap suaminya namun jangan anggap enteng wanita hamil, mereka ibarat singa betina, jangan dibantah.
Pernah entah mengapa bisa bersamaan. Evan dan Rizky sedang menghadiri rapat penting disebuah hotel saat para istri menelepon minta 'jatah' membuat Evan maupun Rizky menelan saliva susah. Tidak percaya dengan permintaan istri mereka. Ini siang hari dan mereka sedang bekerja namun para wanita itu ngotot dan mau tidak mau para suami menurut karena jika tidak dituruti maka kemungkinan besar mereka akan puasa hingga anak mereka lahir dan menunggu lagi selama 40 hari.
Evan dan Rizky mulai gelisah padahal rekan bisnis mereka sedang menjelaskan secara detail maksud rapat ini. Evan saling tatap dengan Rizky. Evan memberikan kode pada Rizky untuk mencari cara agar mereka bisa keluar dari sini sekarang juga.
"Akhhhh... Aaaaaaa !" Rizky berteriak seraya memegang perut membuat suasana hening menoleh kearahnya.
"Ada apa dengan anda pak !" Tanya salah satu karyawan disana.
"Aduh, perut saya sakit sekali !" Rizky berteriak membuat semua orang panik.
"Eh, eh, ambilkan obat !" Teriak mereka panik.
"Aaaaaaaakkhh !" Rizky mulai mengeluarkan air mata agar lebih meyakinkan dan benar saja semua yang ada disitu panik.
"Biar saya bawa dia ke rumah sakit. Maaf, rapatnya bisa kita tunda !" Ucap Evan.
"Baiklah pak, kita tunda rapat kita dulu !" Ucap sang Direktur kepada Evan. Ia pun panik melihat Rizky yang nampak kesakitan.
Dengan perlahan, Evan merangkul bahu Rizky membawa pria itu keluar dari sana. Saat diparkiran, keduanya berlari dengan cepat untuk segera pulang. Rizky mengendarai mobil dengan cepat membuat Evan tersadar bahwa ia belum memberitahu maksud keinginannya untuk pergi namun nampaknya Rizky tidak memedulikan itu.
Mobil sampai di rumah Evan, dan secepat kilat Rizky juga mengendarai mobil itu untuk pulang ke rumahnya.
"Telepon saya saat anda ingin kembali ke kantor !" Ucap Rizky sebelum melesat pergi.
Jadilah disiang itu, di dua tempat berbeda. 2 pasang insan kembali mereguk nikmatnya surga dunia. Evan dan Rizky sangat berhati-hati melakukannya mengingat keadaan istri mereka yang tengah berbadan 2 namun justru entah mengapa terlihat seksi di mata suami mereka, cara mereka mendesah benar-benar membakar 2 laki-laki itu. Hingga akhirnya Evan dan Rizky memutuskan tidak kembali ke kantor dan tetap berada disamping istri masing-masing.
__ADS_1