
Rizky sedang berkutat dilaptopnya mencoba mencari jejak keberadaan Bryan. Rizky gelisah jika benar kemunculan Bryan untuk kembali pada Cleo membuatnya pusing tujuh keliling namun jika ada hal lain apa mungkin Bryan akan kembali balas dendam pada keluarga Evan. Membuat Rizky harus ekstra waspada untuk kemungkinan yang akan terjadi.
Meski sedikit namun tak dipungkiri kejadian lalu masih menyisakan tanya besar, dugaan tentang Bryan dan Jerry yang kemungkinan masih hidup karena tidak ditemukannya tubuh keduanya. Bagaimana mereka bisa selamat ? Apa yang sekarang ia inginkan dengan memunculkan dirinya ? Masihkah ia dendam atau ada hal lain yang belum terselesaikan ?
Pikiran Rizky tertuju pada Cleo, rasa khawatir hinggap di dadanya saat memikirkan jikalau Cleo masih menaruh rasa pada Bryan.
Saat sibuk dengan pikirannya hp Rizky berdering.
"Halo !"
"Halo bos, saya berhasil menemukan gadis bernama Lala !" Ucap si penelepon to the point membuat Rizky terkejut.
"Dimana dia berada sekarang ?"
"Menurut supir travel yang mengantarnya dia turun disebuah rumah kost x dan saat saya menyelidiki kesana memang benar dia tinggal disana dan juga sekarang bekerja sebagai sekertaris PT. EndoFood !" Jelas detektif itu membuat Rizky terdiam.
"Saya akan mengirimkan detailnya bos bersama alamatnya juga !" Detektif sewaan itu menutup telepon.
Tidak lama kemudian, sebuah pesan masuk ke email Rizky. Cowok itu melotot saat melihat foto-foto Lala sedang berjalan bersama 2 orang pria yang dia tahu adalah Direktur utama PT. EndoFood. Detektif itu juga mengirim alamat kost Lala beserta alamat perusahaan lengkap.
Kening Rizky berkerut saat melihat 2 email di alamat perusahaan itu, satunya ia yakini miliki seorang pria dan yang satunya bertulis nama perusahaan yang ia rasa familiar. Segera ia mengetik dilaptopnya dan membuka email itu. Dugaannya benar, dia sempat mengirim undangan untuk pesta syukuran pabrik baru.
Rizky mengacak rambutnya tak menyangka dia mengirim email itu yang ia yakini penerimanya adalah Lala.
"Tunggulah kau kuntilanak !" Geramnya.
Rizky meraih Hp-nya menelepon kembali.
"Halo, terima kasih atas infonya. Saya akan segera mengirim bonus yang besar untukmu !" Setelah mengucapkan itu Rizky menutup telepon.
Rizky beranjak menuju ruangan Evan dan memasukinya, dilihatnya Evan berdiri mematung didepan kaca besar jendela memandang lalu lintas dibawahnya membuat Rizky menghela nafas, sepertinya penyakit malarindu Evan kambuh.
"Bos !"
"Ya ?"
"Saya berhasil menemukan Lala !"
Reaksi yang ditunjukkan Evan seperti menemukan oase di Padang pasir.
"Dimana dia sekarang berada Ky ?" Evan menghampiri Rizky dan mengguncang-guncang bahunya.
"Dia ada di kota B dan sudah bekerja sebagai sekertaris PT. EndoFood !" Jelas Rizky. Evan mundur mendengar ucapan Rizky.
Evan kembali ke tempatnya semula menatap lalu lintas dibawahnya dengan pikiran yang berjalan cepat.
"Ayo kita segera temui dia Ky !" Ucap Evan setelah sekian lama bungkam.
"Baik bos, saya akan mencari waktu yang tepat !" Rizky menghela nafas memaklumi sikap Evan.
Hp Evan berdering, sang mama menelepon.
"Halo ma !"
"Halo Van, makan siang nanti kamu datang ke restoran biasa ya. Pokoknya harus datang. Udah gitu aja !" Sang mama langsung mematikan sambungan telepon.
Waktu makan siang datang, Evan bersama Rizky menuju restoran seafood favorite. Menurut pelayan disana mama Evan sudah menyewa private room dan memesan makanan. Evan dan Rizky masuk dan duduk menunggu kedatangan sang mama.
"Aku akan segera mengunjungi Lala Ky !" Ucap Evan. Ketidaksabarannya mendominasi.
"Jangan sekarang bos, kita cari waktu yang tepat untuk menemuinya. Jangan sampai dia kaget dan malah menghindari kita atau lebih parah dia kabur lagi !" Jawab Rizky membuat Evan menoleh padanya dengan membelalakkan matanya.
"Lalu bagaimana ?"
__ADS_1
"Saya akan memikirkan rencana yang bagus bos. Secepatnya tolong bersabar !"
"Apa dia disana punya pacar ?" Tanya Evan.
"Saya yakin belum bos karena pasti detektif sewaan kita tahu karena selalu menyelidiki Lala diam-diam dan dengan jarak aman tapi dia tidak melaporkan jika Lala punya pacar !" Jelas Rizky membuat ekspresi wajah Evan terlihat lega.
Keduanya terdiam sejenak dan pintu terbuka membuat Evan dan Rizky menoleh bersamaan. Mama Evan, Ibu Chintya muncul bersama seorang gadis cantik dengan senyum lembut membuat Evan dan Rizky terpukau seketika.
"Kalian udah lama ?" Tanya sang mama.
"Baru aja ma !" Jawab Evan tapi pandangannya mengarah pada gadis disamping mamanya penuh tanya.
Saat mamanya akan mengatakan sesuatu saat pintu kembali terbuka dan memunculkan tuan Robby.
"Oh sudah datang !" Ucapnya langsung duduk disamping istrinya.
"Van, kenalin ini Syifa. Dia ini anak Tante Delia temen mama !" Ucap sang mama mengenalkan gadis disampingnya.
"Syifa !" Gadis itu mengulurkan tangan seraya tersenyum.
"Evan !" Evan menyambut.
"Rizky !" Rizky menyambar saat Evan telah melepaskan jabatannya.
Gadis itu sedikit terkejut kemudian tersenyum.
"Kamu kan udah 4 bulan duda, jadi bisa sekarang cari yang baru !" Bisik sang mama, Evan hanya diam mencerna maksud mamanya.
"Van, Syifa ini dokter. Jadi kalau kamu sakit, kamu bisa diperiksa Syifa. Iya kan nak ?" Mama Evan menoleh pada gadis itu yang hanya mengangguk malu.
"Saya yakin kamu adalah dokter yang hebat !" Ucap Evan membuat gadis itu tersenyum manis.
Sepertinya ia sudah suka pada Evan pada pandangan pertama, Evan yang tampan dan direktur utama salah satu perusahaan terbaik di Indonesia serta pembawaan Evan yang berwibawa dan sangat keren sekejap merebut hatinya dalam pandangan pertama.
Evan gelisah, belum juga masalah Lala selesai kini ia harus dihadapkan masalah baru dengan keinginan sang mama.
*****
Cleo terlihat keluar dari gedung kantornya dengan mimik lelah, berjalan sambil memegang lehernya dan menggerakkannya kekanan dan kekiri untuk mengurangi sedikit pegal tubuhnya. Menekan tombol kunci mobil, Cleo memasuki kursi kemudi saat seseorang dengan cepat masuk ke pintu sampingnya membuatnya terperanjat kaget dan menempel erat di pintu mobilnya.
"Kyaaaaaaa !" Teriak Cleo langsung.
Orang yang baru masuk itu seketika membuka topi dan maskernya membuat Cleo membulatkan mata.
"Bryan, kamu ngapain disini ?" Bentak Cleo.
"Aku kangen kamu Cle ?" Bryan meraih tubuh Cleo dan berusaha memeluknya.
Cleo yang kaget seketika berusaha menghalau tangan Bryan walau pada akhirnya pria itu berhasil memeluknya membuat Cleo berhenti berontak. Cleo terdiam membiarkan Bryan memeluknya erat. Begitu juga Bryan yang menenggelamkan bibirnya di bahu Cleo, memeluknya dengan keseluruhan jiwanya.
"Maaf Cle, maaf banget. Aku nyesal pernah nyakitin kamu. Aku sadar kalau kamu berarti buat aku !" Ucap Bryan memejamkam matanya. Cleo tidak tahu harus bilang apa.
"Bisa kita pergi dari sini ?" Bryan melepas pelukannya dan menatap Cleo.
"Kemana ?"
Bryan berpikir sejenak "Pantai !".
Cleo menurut, menjalankan mobilnya menuju pantai. Sesampainya disana Cleo terpaku sejenak menatap tempat dimana ia pernah menerima cinta Bryan dulu.
"Ayo !" Ucap Bryan yang kembali memakai topi dan maskernya.
Bryan duduk pada dahan pohon yang tergeletak dipasir dibawah pohon rindang, melindungi tubuh mereka dari sengatan sinar matahari diikuti Cleo. Saat Cleo telah duduk disampingnya, Bryan merebahkan kepalanya di bahu Cleo menikmati angin sepoi-sepoi disiang yang panas itu. Cleo yang awalnya terkejut atas sikap Bryan berusaha bersikap normal.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa selamat ? Aku lihat dengan jelas kamu tenggelam dilaut itu ?" Cleo membuka pembicaraan. Bryan terdiam dengan pandangan fokus pada lautan.
"Saat itu Jerry memegang tanganku erat dan dengan cepat berenang menuju kapal kecil yang berada cukup jauh dibalik bangunan lain yang sudah disewa Jerry untuk menyelamatkan kami !" Jawab Bryan.
Ingatannya kembali saat tubuh keduanya tercebur dan dengan cepat Jerry menarik tangannya dan berenang di kedalaman yang cukup gelap, Bryan yang masih shock dengan kenyataan yang baru diketahuinya semakin shock saat tiba-tiba Jerry berlari menerjang kearahnya dan menjatuhkannya ke air. Bryan hampir kehabisan nafas karena berada didalam air yang dingin dalam cukup waktu yang lama namun ia bertahan saat merasakan genggaman Jerry mulai bergetar.
Bertahan dibawah limpahan air yang dingin, Jerry akhirnya muncul di permukaan saat ia mulai merasa sesak dibalik batu yang cukup besar yang membantu menghalau keberadaan mereka. Dengan sekuat tenaga Jerry menarik tubuh Bryan hingga muncul dipermukaan untuk mendapatkan oksigen.
Cukup lama berada di posisi itu dengan Jerry yang menelisik kapal mana yang akan datang menolong mereka. Keduanya sudah menggigil saat sebuah kapal memperlihatkan cahaya kerlap kerlip menggunakan senter sebagai kode bahwa mereka datang untuk menolong.
"Kak, itu kapal kita !" Jerry merangkul Bryan yang mematung dan susah payah berenang menuju kapal kecil itu.
Seorang pria membantu mereka menaiki kapal dan segera pergi dari tempat itu. Bryan dan Jerry hanya bisa berbaring menatap langit malam tidak lagi menoleh kearah dermaga dan melihat apa yang terjadi.
"Jaraknya jauh dari dermaga makanya kami tidak bisa ditemukan !" Lanjut Bryan. Cleo tertegun mendengar itu.
"Aku menyesal hampir mencelakai keluarga Evan. Beruntung belum terjadi apapun sampai aku tahu cerita sebenarnya. Tapi aku juga sadar kalau aku mencintaimu Cle !" Bryan mengangkat kepalanya dan menatap dalam wanita itu.
"Aku sudah tahu perceraianmu. Apa kita tidak bisa memulai Cle ? Apa kamu udah lupain aku ?" Bryan menatap manik mata Cleo.
Cleo ingin sekali menangis saat ini mendengar ungkapan Bryan dan bersamaan juga mengingat ungkapan cinta Rizky membuatnya merasa terjebak diantara perasaan Bryan dan Rizky. Saat itulah, Hp Cleo berdering dan menampilkan nama Rizky dilayar membuatnya bingung setengah mati.
Bryan meraih hp Cleo dan mereject panggilan itu dan segera menonaktifkannya setelah itu mengembalikan kepada Cleo yang terkejut melihat itu.
"Aku gak mau ada yang mengganggu kita !" Bryan kembali merebahkan kepalanya dibahu Cleo. Meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya.
Hati Cleo terasa bertalu-talu dengan keadaan ini, bahkan saat bersama Rizky. Cowok itu pun akan memperlakukannya dengan mesra.
"Apa kamu masih marah pada papaku ?" Tanya cleo.
Bryan terdiam cukup lama memandang deburan ombak bersahutan.
"Aku ingin meminta maaf pada papamu atas apa yang telah terjadi. Aku menyesal hampir mencelakai orang yang telah membantu papaku !"
"Tapi yang lebih utama padamu Cle. Jujur, aku memang mendekatimu hanya untuk balas dendam tapi perlahan tapi pasti aku larut mencintaimu !"
Bryan menatap dalam bola mata Cleo, membelai lembut pipinya. Cleo hanya menatap kosong pada Bryan.
"Kembalilah padaku Cle. Aku janji aku akan jadi pria terbaik untukmu !" Pinta Bryan menatap lekat Cleo.
Wanita itu mematung, sekejap wajah Rizky menari-nari dikepalanya namun Bryan yang berada didepannya juga mampu membuatnya tak berkata-kata.
"Kamu bisa menjawabnya saat aku kembali !" Ucap Bryan.
"Memang kamu mau kemana ?"
"Aku akan balik ke negara P setelah itu balik lagi kesini dan saat itu tiba aku bisa dengar jawabanmu !"
Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing cukup lama hingga kemudian.
"Ayo pulang !" Bryan memegang tangan Cleo dan membantunya berdiri kemudian berjalan menuju mobil dengan bergandengan tangan.
Cleo menatap lekat Bryan yang membelakanginya kembali menyelami hatinya masih adakah pria ini disana.
"Stop disini Cle !" Pinta Bryan saat mobil Cleo melewati sebuah pusat perbelanjaan yang disebut mall Y.
Cleo mengerutkan kening.
"Kamu tinggal dimana ?" Bryan hanya mengangkat bahu menjawab pertanyaan Cleo.
"Apa rumah yang kemarin ?" Bryan masih enggan menjawab hanya mengangkat bahu membuat Cleo menghela nafas.
Baru saja Cleo akan bertanya lagi saat Bryan meraihnya dan dengan cepat menautkan bibir mereka. Cleo melotot seketika membeku. Cleo menatap wajah Bryan yang terpejam menikmati kegiatan mereka. Bryan melepas ciumannya dan tersenyum seraya membelai lembut pipi cleo. Tanpa kata lagi Bryan keluar dari mobil dan menghilang kearah kerumunan.
__ADS_1