Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit

Mencintaimu Dibawah Indahnya Langit
Season 2 - 083


__ADS_3

Rex marah besar, laporan dari anak buahnya yang mengatakan 2 maling datang dan melempar semua kardus berisi barang haram itu ke laut. Setelah itu kedua maling bunuh diri dengan menceburkan diri ke laut akibat takut tertangkap tetap membuatnya darahnya mendidih.


Mata pria itu memerah dengan emosi meletup membayangkan 700 juta dollar itu tenggelam di dasar lautan. Anak buah yang ia tugaskan mengawal barang itu, pingsan babak belur akibat kemarahan yang membuatnya beringas.


Rex, menggila. Berteriak dengan meluapkan seluruh emosinya. Menghancurkan semua barang yang berada disana dengan beringas. Semua anak buahnya ketakutan. Keteledorannya membuat 700 juta dollar itu lenyap begitu saja.


"Hubungi Perdana Menteri !" Perintahnya dengan gigi gemeletuk karena merasa pria itulah yang harus bertanggung jawab atas kerugian besar yang ia alami.


Sementara itu, laporan yang sama diterima oleh sang Perdana Menteri. Bantuan yang diberikannya justru menjadi bumerang untuknya, membuatnya kaget bukan kepalang. Padahal ia sudah merencanakan dengan baik dan matang tentang kapal itu tapi mengapa masih bisa terjadi hal seperti ini. Ia juga sangat yakin kalau Rex sekarang akan mencarinya dan meminta tanggung jawab.


"Bagaimana bisa kalian sebanyak itu tidak waspada jika ada orang lain menyelinap ?" Bentak Perdana Menteri.


"Mereka sedang makan saat kejadian itu dan saat akan mulai memindahkan barang-barang itu ke peti tapi kamar penyimpanan malah terkunci dan saat terbuka ada 2 maling bertopeng yang terlihat membuang kardus itu ke laut !"


Perdana Menteri, tidak tahu harus berkata apa lagi. Ia benar-benar pusing dan mengusap rambutnya kasar. Saat ini yang penting menyelamatkan nyawanya dari amukan Rex. Karena pria itu pasti akan mendatanginya untuk meminta pertanggungjawaban.


Ponselnya berbunyi membuatnya tersentak, ia yakin itu adalah Rex. Untuk sekarang ia memilih menghindari pria itu dulu atau Rex akan membunuhnya.


"Keanu, selidiki siapa 2 pria bertopeng itu. Walau mereka mati tenggelam tapi aku ingin tahu siapa mereka dan tujuan utama mereka ikut campur dalam urusan kita ?" Ucap perdana Menteri menatap tajam pengawalnya.


"Baik tuan !"


"Sementara ini aku akan tinggal di villa pribadiku hingga amarah Rex mereda. Sekarang ini akau benar-benar takut padanya jadi menghindarinya adalah jalan yang terbaik !"


"Anda benar tuan !"


"Dan aku ingin kamu pun menghindari pria itu agar dia tidak mengganggumu !"


"Baik tuan !"


Keanu berbalik keluar dari kamar sang Perdana Menteri untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


"Sialan, siapa mereka ? Berani-beraninya ikut campur dalam urusan ini ?"


Perdana Menteri semakin pusing, posisinya semakin terjepit. Apalagi kegagalan penyelundupan narkotika ini otomatis merusak kepercayaan Rex padanya hingga membuatnya sulit meminta bantuan pria itu untuk memuluskan keinginannya dalam mempertahankan posisinya seperti yang biasa ia lakukan.


Untuk sekarang, menghindari Rex adalah yang utama atau pria itu akan menggila barulah kemudian memikirkan langkah kedepannya.


*****


WAHAHAHAHAHAHAHAHAHA..


Semua penumpang kelas bisnis itu menoleh keasal suara. Bryan yang malu langsung minta maaf atas kelakuan adiknya.


"Kau itu kenapa ?"


"Aku lagi membayangkan wajah Arman sekarang dan pemilik barang itu yang bernama Rex. Hahahahahahahaha !"


Bryan geleng-geleng kepala mendengar itu tapi tak dinyana ia ikut tertawa juga.


"Bayangin mereka melambaikan tangan kelauat trus bilang 'selamat tinggal 700 juta dollar'. Hahahahahahahaha !"

__ADS_1


Bryan tertawa meski garing, membayangkan apa yang dikatakan Jerry cukup membuatnya terhibur. Ia jadi penasaran selanjutnya seperti apa sepak terjang Arman Joseph dalam mempertahankan posisinya.


"Selesai liburan, aku akan langsung cari tahu seperti apa mereka !" Ucap Jerry.


"Baiklah, baik !"


Setelah misi terakhir yang hampir merenggut nyawa keduanya, mereka memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Belasan jam berada di udara dan membuat keduanya pening, akhirnya pesawat mendarat juga di bandara. Bryan dan Jerry keluar bandara sambil celingak-celinguk mencari sang sepupu yang sudah mereka kabari untuk minta jemput.


Sebuah lambaian tangan mengalihkan perhatian keduanya. Sang sepupu sudah berada disana dengan setelan jas juga kacamata hitamnya.


Saat dihampiri, Michael langsung memeluk Bryan dan Jerry bergantian. Sekejap ketiganya menjadi perhatian, dari gadis-gadis cantik hingga emak-emak dan janda disana. 3 pria tampan kebule-bulean itu begitu mempesona.


Ketiganya langsung menuju mobil Michael dan melaju pergi. Selama perjalanan ketiganya berbicara tentang kabar dan bisnis masing-masing sampai Michael meminta supirnya untuk berhenti di sebuah mini market. Ketiganya turun untuk membeli minuman ringan dan cemilan.


Dibagian depan pintu masuk terdapat rak cemilan khusus produk terbaru terpampang dengan warna mayoritas orange. Snack kentang rasa keju dengan foto modelnya yang cantik sedang tersenyum lebar dengan ukuran besar berdiri disamping rak. Jerry menatap lama model cantik itu kemudian meraih beberapa bungkus Snack itu beserta cemilan lain dan membawanya bergabung dengan sang kakak di kasir.


Perjalanan dilanjutkan dengan pria-pria tampan itu menikmati cemilan layaknya anak-anak. Jerry mulai memakan Snack keju itu dan seketika mengangguk.


"Enak juga !" Jerry tersenyum.


Mobil melaju tidak menuju rumah Michael membuat Bryan dan Jerry bertanya-tanya.


"Lho, kita mau kemana ?" Tanya Bryan.


"Kita akan ke kota S, aku ada pertemuan disana selama 2 hari jadi kalian akan ikut. Aku sudah memesan kamar untuk kalian !" Ucap Michael membuat kakak adik itu saling pandang.


"Lagipula mama dan papa gak ada dirumah, mereka lagi ke kota B untuk menghadiri pernikahan anak rekan kerja mereka jadi lebih baik kalian ikut denganku !" Tambah Michael sebelum kedua sepupunya bertanya lebih lanjut.


Hingga mobil berhenti disebuah gedung sebuah rumah sakit besar membuat Bryan dan Jerry kembali mengerutkan kening.


"Siapa yang sakit ?" Tanya Jerry.


Michael tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu kemudian membawa masing-masing koper menuju lift dan menekan tombol lantai teratas. Saat keduanya menuju atap terlihat helikopter sudah menunggu.


"Apa maksudnya ini ?" Tanya Bryan.


"Perjalanan ke kota S memakan waktu 7 jam dan aku malas sekaliiiii duduk membusuk di mobil selama 7 jam. Jadi naik helikopter aja supaya cepat. Tenang aja, sepupu kalian ini kaya !" Micahel dengan mimik sombong membuat keduanya kompak mencibir.


Ketiganya menaiki helikopter dan segera mengudara menuju kota S. Kurang lebih sejam ketiganya sampai di kota S dan mendarat di helipad bangunan rumah sakit juga. Ketiganya turun menggunakan lift dan segera memasuki taksi yang kebetulan baru saja penumpangnya turun.


Taksi berhenti disebuah hotel bintang 5 dan ketiganya segera menuju resepsionis untuk meminta kunci kamar yang sudah jauh hari dipesan.


"Ini kamar kalian, setelah menyimpan barang kita turun untuk makan siang !" Ucap Michael seraya menyerahkan sebuah kunci pada Bryan.


"Oke !"


Setelah menyimpan barang-barang dikamar, ketiganya turun menuju lantai dasar untuk makan siang.


Setelah duduk dan menikmati makanan masing-masing, mata Jerry terarah pada gadis yang baru saja memasuki area tersebut dengan wajah celingak-celinguk kesana-kemari mencari seseorang. Dia ingat, gadis ini tadi berpose tersenyum sambil memegang Snack rasa keju di mini market tadi.


"Aul, sini sebentar !"

__ADS_1


"Lho Ra, aku kira kamu ada pemotretan !" Sahut seorang gadis berpakaian staf hotel.


"Batal, fotografernya kecelakaan. Eh, kamu selesai kerja jam berapa ? Kita jalan yuk ? Kebetulan aku rencananya nginap disini 3 hari ?"


"Gak bisa, hari ini sama besok banyak yang meeting dari luar kota jadinya aku gak boleh ijin kemana-mana !"


"Ih, kamu kira lagi bicara sama siapa ? Gak usah khawatir, aku yang akan tanggung jawab. Lebih baik temani aku jalan yuk !"


"Gak bisa gitu Ra, hari ini benar-benar sibuk, banyak mau diurus. Gak enak sama yang lain !" Aulia memberi alasan.


"Ya udah deh, nyebelin !" Tiara memberenggut.


"Ya udah ih, mending kamu berenang aja daripada bad mood begitu !" Saran Aulia yang hanya diangguki oleh Tiara.


Saat merasa seseorang sedang memandanginya, Tiara menoleh dan melihat Jerry yang tersenyum padanya membuatnya membalas dengan tersenyum tipis, segera ia balik badan untuk pergi dari sana saat 2 anak kecil berlari kencang kearahnya, Tiara yang kaget sontak mundur kebelakang dengan cepat namun high heels yang dipakai membuatnya hilang keseimbangan dan terjatuh kebelakang.


PUK.


Tiara yang memejamkan mata terkejut saat merasakan bokongnya mendarat pada sesuatu yang empuk. Ia dengan cepat membuka mata dan seraut wajah tampan sedang tersenyum kearahnya dari jarak 1 centi.


Tiara mematung apalagi kedua tangan pria itu terulur memeluk pinggangnya erat hingga tubuh keduanya menempel erat dan hidung yang sudah bersentuhan. Jantung Tiara berdebar kencang, merutuki diri sendiri karena jatuh dipangkuan pria ini. Sedangkan Jerry, ia juga terkejut gadis ini tiba-tiba mendarat dipangkuannya, wangi parfum gadis itu memenuhi Indra penciumannya, seketika membuat jantungnya berdetak kencang apalagi wajah mereka sangat dekat membuatnya tidak fokus.


"Ra, kamu gak apa-apa ?" Aulia menghampiri dan menarik tubuh Tiara hingga berdiri. Ia sendiri pun terkejut dan sempat mematung melihat adegan itu.


"Nggak apa-apa. Ya udah, aku ke kamar dulu !" Ucap Tiara gugup.


"Oke !"


Tiara melirik kearah Jerry dan cowok itu mengedipkan sebelah mata seraya tersenyum manis padanya membuat Tiara segera mempercepat langkah menghilang dari sana. Jerry terkekeh melihat reaksi gadis itu dan saat tatapannya mengarah pada kedua kakaknya yang menatapnya aneh dan geleng-geleng kepala.


"Kenapa ? Aku gak boleh punya pacar ?" Tanyanya.


"Boleh, tapi jangan pake cara genit gitu. Cewek-cewek gak suka dengan cara awal kayak gitu !" Jelas Michael.


"Betul, pake cara yang lembut dong seperti kasih bunga atau cokelat atau perhiasan !" Timpal Bryan.


Mendengar itu, Jerry mencibir.


"Pantas aja kalian berdua masih jomblo !" Perkataan Jerry itu membuat Bryan dan Michael tersentak. Keduanya kompak melotot kearah Jerry.


"Bunga udah basi, cokelat ? No no no, cewek tadi itu model, jadinya pasti gak makan cokelat. Kalau perhiasan ? Nggak deh, itu kan mahal !" Jelas Jerry membuat kedua kakaknya geleng-geleng kepala.


"Namanya cinta pasti butuh modal !" Sahut Bryan.


"Tapi gak mahal juga, aku akan meluluhkan dia dengan daya tarik ku yang luar biasa mempesona ini !" Ucap Jerry percaya diri membuat dua kakaknya menganga.


"Dia itu mirip siapa ?" Tanya Michael pada Bryan.


"Entahlah, aku pun bertanya-tanya !" Jawab Bryan.


"I Will get her (Aku akan mendapatkan dia) !" Tekad Jerry membuat kedua kakaknya kembali geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2