Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
kewajiban


__ADS_3

mobil rio dan riska pun sampai di bastman apartemen mereka berdua pun turun dengan tangan rio masih menggandeng tangan riska .


" ris ati-ati iya gue mencium aroma yang sangat tidak enak buat loe ".ucap bara sambil cengengesan .


riska pun tersenyum ." gue masuk dulu, thank loe berdua udah mau bantuin gue nyari riska."ucap rio pada dua sahabatnya .


" tai loe kek ama siapa aja ngomong kek gitu awas aja loe sekali lagi loe ngomong enggak jelas gue mutilasi loe ." jawab bara dengan nada sedikit mengancam .


akhirnya due sejoli itu pun menaiki lift dan sampai di rumah mereka berdua ." ganti baju kamu abis itu langsung tidur aku enggak mau kamu sakit nanti mamah bisa heboh ." ucap rio

__ADS_1


" emm". jawab riska dia masih enggan untuk berbincang-bincang dengan suaminnya karna riska masih butuh waktu untuk memulihkan rasa sakit yang dia rasakan .


riska membaringkan tubuhnya di atas kasur riska merasa dingin dan sangat lelah namun tiba-tiba rio sudah ada di atas riska dan memegang kedua tangan riska , riska pun kaget kenapa rio bisa seperti ini.


" kenap ? bukannya tadi mengatakan kamu siapa aku ". ucap rio bibirnya pun mengulas sebuah senyuman yang sulit diartikan oleh riska ." apa maksud kamu , lepasin tangan aku ." riska pun sangat kesal riska meronta dan bertriak .


namun rio tidak mempedulikan ucapan riska rio terus melancarkan aksinya pelan tapi pasti mulai mencium bibir riska dengan lembut menggulum dan ********** penuh cinta pelan-pelan rio mulai memasukan lidahnya kedalam mulut riska membiarkan lidahnya itu bermain dan beradu dengan lidah riska dengan lembut disana , namun riska riska tidak membalas pagutan itu karna riska masih merasa sangat kesal riska tetap berusaha untuk lepas dari kungkungan rio .


karna riska susah untuk diajak pelan rio pun menggila rio merobek pakaian riska tanpa peduli perasaan riska .

__ADS_1


" hiks..hiks..lepasin aku kak aku belum siap." ucap riska sambil menangis disela adegan panas yang sedang riska hadapi.


" jangan pernah menolak kewajibanmu sebagai istri ". jawab rio dengan nafas yang sudah sangat memburu.


" bukan kah kamu bertanya posisi kamu dihidupku malam ini kamu akan tau posisi kamu, siap atau tidak siap kamu harus siap ".timpal rio sambil berbisik ditelinga riska.


rio mulai menciumi leher riska dan tanganya mulai memijat dua gundukan kenyal yang sedikit padat menciumi bibir riska dengan sangat agresif namun masih lembut mulai meraba bagian segitiga paling sensitif disana .


" emmhhhh ". desah riska membuat rio makin nafsu dan menuntut rio menyesap bagian gundukan besar itu riska makin mendesah tangan riska meremas lengan rio dan sedikit mencakar lengan rio namun rio membiarkan istrinya melakukan itu , pelan-pelan rio mulai memasukan miliknya kedalam milik riska sangat sempit namum rio tetap berusaha untuk masuk sampai riska berteriak " kak ... s stop sakit ". ucap riska mengerang kesakitan .

__ADS_1


namun rio tidak mempedulikan rio terus memasukanya hingga sangat dalam riska pun makin menangis rio mulai mempercepat tempo permainan dewasa mereka yang rio tau saat itu riska harus tau posisi dia adalah nyonya rio sanjaya dan takan terganti perempuan manapun walau sedikit tidak tega melihat riska terus menangis kesakitan dan darah menetes tapi itu harus rio lakukan supaya riska mengerti dia tidak perlu kwatir dengan degala pikiran yang ada di kepala riska yang rio pun tidak tau karna rio bukan peramal.



__ADS_2