
****Terima kasih yang udah mampir ke novel ini, karna saya baru pemula jadi bahasa nya amburadul....
Jangan lupa like dan tolong lah kasih saran di komentar untuk apresiasi saya....makasih.
Selamat membaca**
***
"Mas, mandi dulu. Air hangat nya udah siap" panggil ellena.
Sedang kan yang di panggil tidak bergeming, leon tetap saja tiduran di atas ranjang tidak menghiraukan ellena yang memanggil nya.
"Sabar.....sabar elll" batin ellena sambil mengelus dada nya.
Akhir nya kesabaran ellena habis, dia menggoyang-goyang kan bahu leon dengan susah payah, tetapi manusia yang di bangun kan seperti orang mati saja tetap tak bergeming.
Ellena memikir kan ide untuk membangun kan leon
"Maaasssssssss............" teriak ellena tepat di kuping leon.
Leon langsung saja terlonjak kaget, karna gendang telinga rasa nya mau pecah saja.
"Apaan sih kamu, ganggu saja" ucap leon sambil mengelus-elus telinga nya.
"Maaf mas, mas di bangun kan dengan cara halus gak bangun-bangun, jadi terpaksa saya bangun kan dengan cara ini" jawab ellena
"Tapi gak usah dengan cara begini donk, telinga saya mau pecah" ucap leon ketus
"Mandi dulu sana mas," ucap ellena sambil mengalih kan pembicaraan
Leon tidak mengubris kata-kata ellena, langsung saja dia keluar kamar ellena sambil membawa handuk.
"Aish...kenapa **** sekali kamu leon, di mana letak kamar mandi nya"
Leon laangsung saja putar balik menuju kamar ellena untuk tanya. Tapi mau membuka pintu tidak jadi
"Masak gue harus kembali lagi ke kamar untuk tanya, ahhh gengsi dong*"
__ADS_1
Leon tidak jadi kembali lagi ke kamar nya, dia memutus kan untuk ke ruang makan, kebetulan dia melihat Adit adik nya ellena.
"Dit, kamar mandi nya di mana ya?" tanya leon kepada adik ipar nya
"Mari mas, saya antar kan" kata adit sambil berjalan menuju kamar mandi
"Ini mas, maaf kalau jelek" ucap adit sungkan
"Nggak papa, ya udah makasih"
"Aishh...kenapa kamar mandi nya tidak layak pakai begini sih" guman leon setelah adit pergi meninggal kan nya.
Kamar mandi nya masih terbuat dari kayu,Belum lagi pintu yang penuh dengan coretan. Cahayanya yang kurang, pintu rusak, tidak layak untuk disebut kamar mandi yang memenuhi kriteria.
Karna ellena berasal dari keluarga sederhana, maklum saja.
***
Selesai mandi langsung saja leon menuju kamar nya, dia tidak menemukan ellena di kamar nya tapi ada pakaian di atas ranjang yang sudah di siap kan untuk nya.
Setelah berpakaian leon memutus kan untuk selonjoran di atas ranjang sambil memain kan handphone nya.
Di lihat nya, topa sedang mengirim kan pesan.
"Wah, mantap-mantap ini yang mau malam pertama" isi pesan dari topa
"Tadi udah minum jamu nya belum, biar kuat sampai pagi" pesan masuk lagi dari topa
Leon tidak mengubris pesan dari topa, dia fokus main game nya sambil tiduran.
Cih!, leon berdecak kesal karna dari tadi kalah terus, terganggu oleh jaringan yang sedang trobel.
Leon memutus kan untuk tidur karna dia sangat lelah dengan acara ini.
***
Sedang kan ellena masih ragu untuk masuk ke kamar nya, dia masih canggung kepada suami nya.
__ADS_1
Ellena was-was takut terjadi apa-apa dengan diri nya.
"Nak, kamu kok gak masuk kamar! kasihan leon di kamar sendirian" kata ibu nya menghampiri ellena yang sedang asyik nonton tv.
"Belum ngantuk bu" jawab ellena yang tetap fokus ke arah tv.
Ibu nya langsung saja mematikan tv, karna geram dengan sifat ellena.
"Masuk tidak!" ancam ibu nya
"Iya iya bu," jawab ellena pasrah
Ellena berjalan gontai menuju kamar nya,
Sebelum membuka pintu nya dia mengatur nafas nya terlebih dahulu,
"Tarik nafas....buang. Tarik nafas...buang" ellena melakuakan beberapa kali sampai dia merasakan rilek dan tenang.
Dan akhir nya
Ceklek...... suara pintu di buka oleh ellena
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung