Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
Draft 35


__ADS_3

Kini malam pun semakin larut dan Alana benar benar akan melakukan rencana nya malam ini. Jauh di lubuk hati nya, Alana sangat malu tapi demi meluluhkan hati Revan, Alana rela menjatuhkan harga diri nya.


Di dalam kamar mandi terlihat Alana yang sedang berdiri di depan cermin sembari menatap penampilan nya di pantulan cermin. Perempuan itu berdiri menyamping memperlihatkan lekuk tubuh nya yang tercerak sangat jelas karena memakai lingerie yang sangat seksi.


Alana mengatur nafas perlahan lalu bersiap keluar dari kamar mandi. Alana berdoa semoga saja Revan tidak terusik dengan pakaian yang di kenakan oleh Alana.


Setelah mengumpulkan keberanian, Alana lalu menarik kenop pintu dan berjalan menghampiri Revan yang sedang fokus mengkoreksi tugas siswa di kampus.


Alana berjalan dengan berlenggok lenggok agar Revan tergoda tapi nyatanya pria itu terlalu sibuk dengan laptop hingga tidak menyadari keberadaan Alana.


Alana duduk di samping Revan, Alana benar-benar tidak menyusahkan jarak hingga paha nya bersentuhan dengan paha Revan yang hanya menggunakan celana pendek selutut. "lagi ngapain, pak" tanya Alana basa basi.


Revan belum merespon dan masih sibuk mengetik di laptop nya. Tapi Alana tidak tinggal diam begitu saja. "Aku mau cobain kopi nya yah, pak" Alana membungkuk kan sedikit tubuh nya, berusaha meraih gelas kopi yang berada di atas meja depan Revan.


Dada Alana tak sengaja menyentuh paha Revan, hingga fokus Revan teralihkan cukup lama menatap Alana.


Expresi Alana berubah masam setelah mencoba kopi Revan. "Gila, pahit banget" kata Alana sembari kembali meletakkan kopi tersebut ke atas meja. "Pantesan muka pak Revan pahit terus, orang minuman nya aja pahit gini" Oceh Alana.


"Maksud kamu.. muka saya pahit, begitu?"


"Iya" sahut Alana cepat tanpa rasa takut.


Revan dengan cepat membuang pandangan nya saat netral nya tanpa sengaja manatap dada Alana. Revan tidak tahu apa maksud Alana mengenakan lingerie ini dan duduk di samping nya dengan jarak yang sangat dekat.


Alana dengan cepat bergelayut manja di lengan Revan. "Malam ini panas banget yah pak" Alana masih berusaha menggoda Revan.


"Tidak" jawab Revan cepat.


Alana berdecek. "Ck nyebelin!!" batin Alana merasa kesal. "Baju saya bagus ngak pak?" tanya mencoba menggoda Revan lagi.


"Ya"


Alana menankup kedua pipi Revan kemudian mengarah kan wajah Revan menghadap nya. "Lihat dulu dong, dari tadi pak Revan gak liat saya" kata Alana lalu berdiri dan berputar di hadapan Revan agar Revan dapat melihat lekuk tubuh Alana yang sangat seksi.


Revan berdeham pelan "Ya, bagus" kata nya lalu kembali menatap laptop nya. fokus Revan mulai buyar karena ulah Alana, akh sungguh indah lekuk tubuh Alana. pikir Revan.


Alana tersenyum saat melihat telinga Revan memerah, arti nya rencana nya kali ini berhasil. Alana kembali duduk di samping Revan sembari bersandar di bahu Revan yang masih fokus melihat laptop nya padahal fokus Revan sudah buyar.


Tangan Alana tidak tinggal diam, tangan nya terus bergerak mengusap lengan Revan. Alana tidak menyadari jika ulah nya itu membuat Revan menggila tapi Revan tetap tenang.


Gadis nakal itu kemudian menumpu dagu nya di bahu Revan. "Pak Revan" panggil Alana, karena jarak nya yang terlalu dekat, nafas Alana begitu terasa di leher Revan.


Revan menoleh membuat hidung mereka bersentuhan. "Kenapa?" tanya Revan seraya memaling kan wajah nya.


Alana yang nakal lalu berpindah posisi naik ke pangkuan Revan, membuat Revan semakin kewalahan karena ulah Alana.


Alana duduk di pangkuan Revan sembari melingkar kan tangan nya ke leher Revan. "Pak Revan belum ngantuk?" kata Alana dengan manja.

__ADS_1


Revan bener bener sudah tidak tahan dengan ulah Alana. "Kamu mau apa" tanya Revan balik dengan suara yang sangat pelan sembari mendekatkan wajah nya ke wajah Alana. Tatapan Revan mulai terlihat sayu, seperti nya Revan sudah tidak tahan lagi.🐣BOCIL MINGGIR.. AREA 21+!!🐣


.


.


.


Revan bener bener sudah tidak tahan dengan ulah Alana. "Kamu mau apa" tanya Revan balik dengan suara yang sangat pelan sembari mendekatkan wajah nya ke wajah Alana. Tatapan Revan mulai terlihat sayu, seperti nya Revan sudah tidak tahan lagi.


Alana tersenyum melihat expresi Revan. "Pak, spill soal kuis minggu depan dong" kata Alana dengan manja namun bukan nya menjawab ucapan Alana, Revan malah menatap Alana dan begitu sebaliknya.


Tatapan mereka pun saling bertemu dan perlahan lahan wajah Revan semakin mendekat. Bibir itu pun kini menyatu dan menyesap, semakin lama semakin ingin menginginkan lebih dari esapan bibir saja.


Alana tersentak karena mendapatkan ciuman dadakan, Alana pikir Revan tidak akan tergoda ternyata Alana salah.


"Ehkmm" desah Alana dengan nafas naik turun menatap wajah tampan Revan begitu dekat.


Mendengar Alana mendesah sontak Revan menghentikan aksi nya lalu kembali menatap Alana. Revan menatap Alana dengan tatapan sayu dan bibir yang berjarak hanya seangin angin saja.


Alana cukup mengerti dengan tatapan Revan, lalu dengan berani nya Alana mencium bibir Revan sembari memejam kan mata. Revan hanya tersenyum melihat keberanian istri nakal nya.


Revan mencium bibir Alana dengan agresif dan liar membuat Alana terus mendesah "Aahhh.." gumam Alana yang meresa sangat bebas untuk pertama kali dalam hidup nya.


"Buka mulut mu beby" Alana menurut saja dengan arah Revan, hingga tanpa ragu ragu Alana membalas ciuman Revan dengan sama liar nya.


Alana tersenyum manis. "Ayo kita nikmati malam ini" ucap Alana sembari meraba raba dada Revan dengan jari jemari nya yang lentik. Alana bener bener membiarkan sisi liar nya malam ini keluar tanpa rasa malu sedikit pun.


Wajah Revan kembali mendekat "Kau yakin?" tanya Revan di telinga Alana. Membuat seluruh bulu romanya berdiri karena sensasi geli yang terasa sensual di telinga nya.


Alana hanya mengangguk menandakan bahwa dia sudah yakin akan memberikan mahkota nya malam ini untuk Revan.


Revan tersenyum lalu mulai mencium leher Alana, mulai dari bagian bawah telinga hingga ke tengkuk leher Alana. "Aakkhhh..." sungguh Revan adalah pemain handal dalam hal ini. Sudah berapa kali Alana mendesah karena sentuhan nya.


Dengan hati hati Revan lalu merebahkan tubuh Alana ke sofa tanpa melepaskan ciuman nya. "Aahkk uhh.. " Revan mencium leher Alana lalu meninggalkan jejak merah di leher Alana.


Semakin lama ciuman Revan pindah semakin kebawah membuat Alana terus mende sah menikmati. "Akhh uhh" tangan Revan tidak tinggal diam. tangan Revan mulai meraba paha Alana. Akhh Alana bener bener sudah hampir gila karena sentuhan Revan.


"Uhmm.." Desah Alana tertahan sambil mengigit bibir bawah nya dan menggengam tangan Revan yang berada di samping kepala Alana untuk menahan tubuh nya.


Alana sungguh tidak menyangka jika Revan dapat membuat nya melayang tinggi hanya dengan menggunakan satu jari saja. "Aahh.." desah Alana lagi saat Revan memainkan jari jemari nya dengan lembut dan gerakan berputar.


Revan terus bermain, semakin dalam membuat tubuh Alana terus menggeliat tak karuan di bawah tubuh Revan.


.


.

__ADS_1


.🐣 BOCIL MINGGIR!!..🐣


.


.


Alana sungguh tidak menyangka jika Revan dapat membuat nya melayang tinggi hanya dengan menggunakan satu jari saja. "Aahh.." desah Alana lagi saat Revan memainkan jari jemari nya dengan lembut dan gerakan berputar di bawah sana.


Revan terus bermain, semakin dalam membuat tubuh Alana terus menggeliat tak karuan di bawah kungkungan Revan. Revan tersenyum melihat Alana yang sangat menikmati permainan Revan.


Revan turun dari tubuh Alana lalu menggendong tubuh mungil itu ke atas ranjang dengan sangat hati hati dan merebahkan nya perlahan lahan.


Setelah merebahkan Alana, Revan ingin berdiri untuk mengatur posisi yang pas namun sayang nya saat ingin melanjutkan aksi nya, tiba tiba saja ponsel Revan berdering


Revan mengumpat lalu mengambil ponsel nya namun Alana yang liar menarik kerah baju Revan. "Wooo woo girl, pelan pelan" kata Revan sedikit tersenyum.


Alana menarik kerah baju Revan lalu kembali mencium nya. Revan yang tadi nya ingin mengambil ponsel nya malah tidak jadi karena istri liar nya sudah tidak sabar.


Revan menaruh ponsel nya di atas nakas dekat Alana lalu kembali melanjutkan aksi nya. Revan kembali menindih tubuh Alana lalu mencium bibir nya dengan lembut dan mengarahkan tangan Alana agar melingkar di leher nya.


Alana membalas ciuman Revan dengan sangat liar "Aku suka, lakukan" kata memberikan untuk Alana. Tangan Alana secara otomatis meremas rambut belakang Revan.


Ponsel Revan kembali berdering namun karena Revan sedang fokus menikmati permainan Alana, Revan mengabaikan ponsel nya dan perlahan lahan menurun kan lingerie yang di kenakan oleh Alana.


Tubuh Alana terekspos dengan sangat jelas di hadapan Revan. Mata Revan terbelalak melihat tubuh Alana dengan jelas, kulit Alana begitu putih dan sangat halus, sungguh pemandangan ini sangat indah bagi Revan.


Sejenak Revan menatap wajah Alana yang seperti nya menantikan sentuhan dari Revan. Revan tersenyum dan tentu saja Revan tidak akan melewati kesempatan ini.


Revan kembali mencium bibir Alana dan semakin lama ciuman itu turun ke leher jenjang Alana. "Aahh.. " Alana mende sah saat tangan nakal Revan meremas dua bukit Alana.


"Mende sah lah, aku suka desa han mu" kata Revan lalu memulai permainan ranjang nya. Sebuah permainan yang di sangka akan berakhir dengan cepat oleh Alana namun sayangnya Revan tidak langsung melakukan penyatuan.


Revan malah membuat malam ini menjadi terasa lebih panjang dari malam sebelum nya karena setiap detik nya akan di lalui dengan suara desa han dan keringat yang mengalir di kedua nya.


Dengan tatapan penuh gairah Revan kembali ******* bibir Alana "Uhhmmm.. " desah Alana menikmati ciuman panas Revan.


Ini memang bukan pertama kali Revan melakukan nya, hanya saja kali ini sensasi nya lebih berbeda di banding saat Revan melakukan nya dengan adel dulu. Sungguh membuat Revan ketagihan.


Alana hanya pasrah saja menerima sentuhan Revan, sembari menggenggam erat sprei tempat tidur nya. Tubuh Alana benar benar sudah merangsang karena sentuhan Revan.


Revan yang melihat Alana sudah hampir sampai di puncak nya. Tersenyum, dan semakin mempercepat gerakan jari nya di bawah sana sembari menghisap dua benda kenyal di hadapan nya.


"Ahh! Faster Revan, please! Faster!" racau Alana, saat merasakan milik nya berdenyut semakin kuat.


Tentu saja dengan senang hati Revan mengabulkan permintaan Alana dan menambahkan satu jari lagi, membuat Alana semakin blingsatan. "Uhmm..! Yaa..! i like it" gumam Alana tertahan.


Revan semakin memperdalam permainan jarinya. "Revan..! Ahh.. haaa.. Aahhhh" teriak Alana merasakan kenikmatan yang tiada tara saat Revan menambah kombinasi permainan dua jari nya.

__ADS_1


"Oochh yaa.. Ehmm" racau Alana dengan punggung yang sedikit terangkat dan tak lama kemudian tubuh Alana mengejang dengan kuat dan mengeluarkan cairan yang membasahi kedua jari Revan.


__ADS_2