Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
Bab 84


__ADS_3

Bara sudah berada di atas panggung bersama dengan papah Aisyah, pria muda itu menatap dingin sekitar. Sedangkan semua orang yang melihat, hanya berbisik-bisik. Menerka-nerka apa yang akan terjadi.


“Ada perlu apa, Anda, Tuan Abraham?” Kalimat itu lolos begitu saja dari bibir Bara. Abraham—papah Aisyah hanya tersenyum.


“Apakah Anda ingin mengikuti ajang, memenangkan hati putri saya? Sebagai hadiahnya, kalian akan menikah,” ucap Abraham membuat Aisyah terkejut. Wanita itu menatap tak percaya.


Bara tertawa sumbar. Dia bingung dengan jalan pikiran orang tua zaman sekarang, bisa-bisanya menjodohkan sang anak, dengan cara seperti ini.


“Hanya itu yang bisa saya dapatkan?” Bara menantang dengan menaikturunkan sebelah alisnya.


“50% saham perusahaan Abraham Group menjadi milik Anda,” sambung Abraham. Semakin membuat Bara tertawa. Sebegituh kukuh kah seorang ayah di hadapannya ini.


Menghentikan senyum, Bara menatap Abraham dengan sayu. Mata Bara beralih ke Aisyah, dia bisa melihat dengan jelas air mata mengalir dari sudut mata wanita itu.


“Saya tidak tertarik,” balas Bara, dia turun dari panggung.


Saat akan melewati Aisyah, lengannya lebih dulu ditahan oleh wanita itu. Membuat Bara mau tak mau berhenti, dia menoleh ke samping. Memperhatikan Aisyah yang masih terus menangis.


“Ada apa? Kamu ingin aku menerima tawaran ini?” tanya Bara dengan pedenya.


“Jangan geer Pak!” sentak Aisyah tanpa melepaskan genggaman tangannya pada lengan Bara.

__ADS_1


“Lalu?”


“Aku ....”


“Ingin kunikahi?” Perkataan Bara seolah-olah candaan bagi Aisyah. Dia tak melihat keseriusan di mata pria itu.


Dengan segera Aisyah melepaskan tangannya, dia memalingkan wajah, menghindari tatapan penuh dari Bara. Sedangkan pria yang kini masih memperhatikan wanita di dekatnya, hanya bisa menghembuskan napas kasar. Karena tinggi mereka yang cukup berjarak jauh, membuat Bara harus menunduk jika ingin melihat lebih jelas wajah Aisyah dari samping.


Bara mendekatkan bibirnya pada telinga Aisyah yang tertutup hijab. Pria itu tersenyum sebelum membisikkan sesuatu.


“Tunggulah. Besok aku akan datang untuk melamarmu,” bisik pria itu dengan suara begitu lembut. Membuat jantung Aisyah berdegup dengan kencang.


Para tamu yang tengah memperhatikan mereka, banyak yang berbisik, tetapi ada juga yang tersenyum penuh kekaguman. Setelah mengucapkan apa yang ada di hati, Bara berjalan pergi meninggalkan Aisyah dan pesta papahnya.


Jika dibilang cinta, Bara belum bisa memastikan apa pun itu. Kini dia berusaha mengerti dengan hati, meminta petunjuk pada Sang Ilahi. Dia pikir balas budi ini berakhir setelah dia datang ke pesta itu dan memberikan uang, tetapi malah kacau seperti ini. Apa sakit hatinya akan segera berakhir, dengan melamar Aisyah?


“Takdir apa ini?”


**


“Mas mau ke Korea? Ngapain?” Pertanyaan beruntun lolos begitu saja dari bibir Amira. Matanya sudah menatap tajam Laska, bak singa yang akan menerkam mangsanya.

__ADS_1


“Pekerjaan Sayang. PT kosmetik Korea Selatan, merekrut Mas menjadi model mereka selama lima bulan,” jawab Laska santai. Membuat emosi Amira kian membuncah.


“Yang benar saja, Amira tidak setuju!” tegas wanita itu, dia membalikkan badan jadi memunggungi Laska.


“Sayang,” panggil Laska seraya menggapai tubuh istrinya. Memeluknya dari belakang, meletakkan dagunya di bahu Amira.


Laska tahu ini berat buat Amira, tetapi dia tak bisa menolak begitu saja. Pekerjaan yang akan membantu ekonomi keluarganya ada di depan mata, Laska tidak mau menolaknya lagi. Setidaknya dengan kerja kerasnya dan menghasilkan uang, Amira bisa kuliah di tempat yang wanita itu inginkan.


“Boleh ya? Ada waktu satu bulan lagi, kamu boleh menimbang-nimbang mau ikut atau tidak,” sambung Laska.


“Bagaimana dengan Ibu?” tanya Amira dengan suara dingin.


“Kita bisa membawanya,”


“Mas saja yang pergi! Aku gak bakalan rindu apalagi ingin bertemu!” Amira turun dari ranjang, dan berlari keluar kamar.


Laska menghembuskan napas kasar, dia tahu betul akhir dari permintaannya pasti akan seperti ini. Dengan pelan, dia juga ikut turun dari ranjang. Berjalan untuk menyusul Amira.


 Bersambung


Siapkan baju yang cantik guys, kita ikut mas Bara ngelamar!!

__ADS_1


 


__ADS_2