Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
Bab 52


__ADS_3

Malam ini Amira merasa sangat bahagia, sebab ayahnya membatalkan pertemuan antara keluarganya dengan keluarga teman ayahnya. Amira melompat-lompat di kasur seraya terus tertawa puas.


Satu persatu keinginan ayahnya akan bisa dia gagalkan. Amira memilih turun, dia mendekati meja belajarnya. Niatnya ingin menyusun buku untuk dibawa besok ke sekolah, tetapi mengingat semua bukunya ada di rumah Laska. Membuat Amira harus menelan pil pahit karena tak bisa belajar juga.


Ini kali pertama dia mempunyai niat untuk belajar, biasanya Amira selalu acuh. Sebab dia tak ingin pusing, dengan semua mata pelajaran.


“Sayang,” panggil ibunya dari luar. Amira lekas berdiri lalu berjalan ke arah pintu.


Setelah pintu terbuka, begitu terkejutnya Amira melihat setumpuk buku miliknya. Yang benar saja, mengapa buku-buku ini bisa ada di tangan ibunya? Bukannya ini masih di rumah Laska? Masih banyak lagi pertanyaan di dalam benak Amira.


“Masuk Bu,” ucap Amira seraya mempersilahkan ibunya untuk masuk.


Gina menatap sekitar, kamar Amira terlihat begitu rapi kecuali tempat tidur.


“Kamu habis ngapain? Itu selimut kok bisa sampai jatuh?” tanya Gina, Amira langsung tergagap dan segera memungut selimutnya.


“Hahaha, biasa Bu,” jawab Amira sambil tertawa membuat Gina menggelengkan kepalanya.


Tumpukan yang dibawa Gina, dia taruh di meja belajar putrinya. Lalu menyuruh agar gadis itu duduk.


“Ibu bisa dapat buku Amira dari mana?” tanya Amira dengan bingung sembari membolak-balikkan bukunya.


“Ini tadi Cinta yang bawa ke sini. Dia bilang, nanti Amira tidak bisa belajar kalau enggak diambil bukunya dari rumah Laska,” tutur ibu Amira.


“Cinta baik banget. Tapi, bagaimana dia ngambilnya?”


“Dia datang ke rumah Laska, minta baik-baik sama suamimu.”


“Dikasih sama om Laska?” tanya Amira lagi karena merasa belum puas dengan jawaban ibunya.


“Iya Sayang, lagian ‘kan demi kebaikan kamu. Agar bisa belajar malam ini.” Ibu Amira mengerlingkan sebelah matanya ke arah sang putri, membuat Amira mendengkus kesal.


Sang ibu memilih keluar setelah mengusap lembut kepala Amira. Gadis itu hanya menatap tumpukan buku miliknya tanpa berniat untuk membaca atau sekadar membukanya.

__ADS_1


“Dasar Cinta! Bisa saja membuatku selalu kesal!” gerutu Amira kesal.


**


Jam istirahat telah tiba, Amira berniat mengajak Cinta untuk pergi ke kantin. Namun, saat mendengar obrolan teman sekelasnya, membuat hati Amira panas. Api amarah seakan membara.


“Di luar ada lima orang pria bertubuh besar, tadi aku lihat dia turun dari mobil Amira. Jangan-jangan dia dikawal lagi,” celetuk salah satu siswi yang duduknya tak jauh dari tempat Amira.


“Masa sih? Astaga, memangnya dia masih kecil apa ya?”


Dan tanggapan-tanggapan yang lain terus saja terdengar, Amira mencoba menahan agar tak kelepasan. Dengan cepat dia menarik tangan Cinta dan membawa gadis itu untuk keluar dari kelas.


“Amira berhenti,” pinta Cinta, Amira langsung berhenti dan menundukkan kepalanya.


“Aku bukan anak kecil Cinta. Aku sudah besar, kenapa mereka tidak mengerti dengan posisiku.” Amira melemah, air matanya sudah menetes satu persatu.


“Kamu tidak perlu seperti ini Amira, mereka saja yang tidak tahu. Begitu sayangnya ayahmu sampai meminta orang untuk menjaga putri cantiknya ini,” ucap Cinta sembari mengelus pelan bahu Amira.


“Bukan sayang, melainkan kejam. Ayah tak ingin aku bertemu dengan om Laska. Makanya dia menyuruh orang untuk terus mengawasi aku,” tekan Amira dengan nada tegas, membuat Cinta bungkam seketika.


“Ya sudah, intinya kamu jangan merasa sendiri. Ada aku, kak Alfa dan ibumu. Kita sayang sama kamu, begitu pun om Laska. Aku percaya itu, kamu percaya?”


“Aku percaya Cinta. Om Laska pasti sudah cinta denganku,” ucap Amira dengan pede-nya. Dia cemberut tak kala Cinta menertawakannya.


“Pede banget ya Amira. Tapi tidak apa, selagi itu bisa membangun semangat kamu kembali, aku bisa dukung,” ujar Cinta memberi dukungan pada Amira. Yang langsung dibalas pelukan oleh gadis itu.


“Dua orang sok cantik lagi berpelukan guys.” Ucapan itu membuat Amira langsung melepaskan pelukannya. Gadis itu membalikkan tubuh, memandang jengah Glora di depannya.


“Iri lo?” tanya Amira dengan ketus.


“Ngapain iri sama orang kek lo. Dasar cewek kampungan, pantes gak ada yang mau!”


“Bodo amat emangnya gue pikirin. Yuk Cinta kita ke kantin.” Amira menggandeng tangan Cinta untuk pergi ke kantin.

__ADS_1


Sedangkan Glora dan kedua temannya memandang kesal kepergian Amira.


“Tuh cewek sok cantik banget sih?” gerutu Glora dengan wajah kesal.


“Memang cantik, Ra,” timpal teman se-gengnya.


“Hais. Dia kalian!”


Dengan perasaan kesal Glora meninggalkan teman-temannya.


**


Suara riuh terdengar memekakkan telinga, membuat gadis yang tengah tertidur itu akhirnya mendesah kesal. Amira mengangkat kepalanya kembali, dia menatap sekeliling. Selalu saja begini, jika jam kosong.


“Hay Amira,” sapa Dimas yang baru saja kembali dari toilet.


“Apa?” cetus Amira seraya membuang wajahnya. Dia sangat benci dengan Dimas, gara-gara pria itu. Dia dan Laska jadi berpisah begini.


“Ketus banget? Lemah lembut enggak bisa apa, Sayang,” ucap Dimas sambil tertawa pelan. Amirah mendecih, mungkin pria itu pikir. Ucapannya adalah lelucon.


“Mending lo pergi sana! Gue enek lihat wajah sok polos lo itu!” tegas Amira dengan suara lantang, hingga membuat beberapa temannya langsung menatap ke arahnya.


“Santai Amira, jangan marah-marah,” ucap Dimas lagi, sungguh, Amira ingin memukul wajah itu karena terlalu polos.


“Terserah lo, dasar pria gila!” umpat Amira sebelum pergi meninggalkan kelas.


Hatinya semakin panas, Amira benar-benar kesal hari ini. Ada saja masalah yang datang, membuatnya ingin pergi saja dari dunia ini.


 Bersambung.


Ehem. Othor mau ngenalin novel baru ini loh. Anak kelima Othor. Namanya DeLion Abi Pramaja, adik dari Rio Aiden Pramaja, personil novel kedua othor yang berjudul Suami Idaman.


Nah, kali ini adiknya yang othor jadiin novel. Bisa simak cerita DeLion, si pria kaku, dingin nan datar. Tidak pernah mau diperintah, persis seperti singa hanya di NovelToon. Nama akhirnya yang othor ambil dari bahasa Inggrisnya singa--Lion.

__ADS_1



Baru satu bab guys, insyaAllah nanti malam othor up lagi😁❤️


__ADS_2