Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
Terserah


__ADS_3

Jangan lupa Vote, Like, Dan KomenNya ya.....karna saya butuh saran dari kalian, sekian


__________________________________________


Selamat membaca**


***


Besok nya


Hari ini Ellena mau bertemu dengan teman tetangga desa nya yaitu Amelia.


"Buk, aku pamit ya mau bertemu dengan amel" kata ellena sambil mencium telapak tangan ibu nya


"Iya, hati-hati jangan lama-lama" kata ibu nya


"Iya bu,"sambil berlalu pergi


Ellena memutus kan untuk jalan kaki saja karna mau menikmati desa nya yang masih asri.


Sekitar 30 menit akhir nya sampai lah ellena di rumah amelia, rumah mereka lumayan jauh karna beda desa.


"Hai,lena muka mu kok murung begitu, jangan gitu dong nanti cantik nya hilang" kata amelia sambil menghampiri sahabat nya


"Ayo masuk kamar, kebetulan aku sedang di rumah sendiri" kata amelia sambil merangkul sahabat nya


"Lena, kamu jangan terlalu memikirkan nya, mungkin ini sudah jalan terbaik untuk mu" kata amelia sesudah mereka sampai di kamar nya


"Tau begini mending saya minggat saya dari rumah" kata lena putus asa


"Husttt...kamu ini ngomong apa, justru kalau aku jadi kamu bangga menikah dengan anak terkaya di desa ini, apalagi calon suami kamu tampan nya tiada tara, bikin rahim gue anget" kata amelia

__ADS_1


"Tolong dong mel, aku kasih saran ini gimana? Aku rasa nya udah putus asa saja" kata lena sambil merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur


"Kalau saran aku sih terima saja, toh kamu masih bisa sekolah kan" kata amel enteng


"Apa gue kabur aja ya, dari rumah" kata lena sambil merenawang


Amelia spontan saja langsung menjitak kepala ellena


"Jangan bercanda kamu el"


"Aku ke sini percuma saja, kamu nggak ngasih saran ke aku, ya udah aku pulang dulu, bye" kata ellena sambil kecewa


"Lhah...tadi kan gue udah ngasih saran dodol" sambil melangkah mengikuti ellena


"Percuma, saran mu bikin aku muak" kata lena


"Ya udah, terserah kamub aja lah El, yang penting kamu bahagia" kata amelia pasrah


***


"Aku tidak bisa hidup berdua dengan pria dingin seperti dia," kata nya dalam hati


"Buk, ellena menolak perjodohan itu" ucap ellena menolak perjodohan nya setelah mereka duduk di ruang keluarga


"Harus berapa kali ibu sama ayah kamu bilang, terserah apa kata mu! ibu sama ayah sudah sepakat atas perjodohan ini" tegas ibu nya sambil berlalu meninggal kan ellena dan adik nya.


"Maaf ya kak, adit tidak bisa membantu kakak" kata adit


"Sini" panggil ellena sambil memeluk adik nya


"Sudah tidak apa-apa, mungkin ini udah nasip kakak, Ya udah kakak pergi ke kamar ya" kata ellena sambil melepas kan rangkulan nya.

__ADS_1


***


Sementara itu Leon dan Topa seperti biasa perjalanan ke luar kota.Sementara mereka memutus kan untuk istirahat sejenak


"Apa dunia ini hidup di jaman Siti Nurbaya, jaman perjodohan di mana pada jaman sekarang orang lain sibuk mencari pasangan bukan hidup di jaman kuno" kata leon kesal


"Itu kan salah kamu juga bero, di kasih waktu 1 bulan untuk mencari pasangan eeeee....nyupir aja yang di prioritas kan" kata topa di sebelah nya


"Toh Ellena cantik body nya aja seperti gitar spanyol, tidak salah ayah ibu mu mencarikan calon istri bunga desa, langka bero" ucap topa lagi


"Kagak minat gue, masak gue nikah sama orang sekolah. Mau di taruh mana muka gue"


"Nanti kalau udah jatuh cinta baru tau rasa kamu,"


"Tidak akan" kata leon mantap


"Oke, lihat saja nanti" kata topa menantang


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2