Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
Extra part


__ADS_3

“Alchan! Sayang!”


Teriakan seorang wanita dengan hijab lebar yang dia kenakan menggema di seluruh ruangan. Setelah itu, bocah kecil berusia empat tahun berlari masuk melalui pintu utama. Bocah itu segera memeluk wanita tadi.


“Kita mau ke mana Bun?” tanya bocah itu seraya menatap wajah sang Bunda, Amira.


“Katanya tadi mau ketemu sama Om Alfa. Ayo, kita ke rumah Nenek,” jawab Amira sembari mengusap kepala putranya lembut.


“Horeee!”


Amira segera membawa Alchan untuk ke kamar, mengganti baju bocah itu dengan yang bersih. Tak lupa dia membersihkan tubuh sang putra lebih dulu.


Pria yang baru keluar dari kamar, langsung berjalan ke arah kamar yang tadi Amira masuk. Laska mengancingkan bajunya, lalu menatap ke seluruh ruangan kamar sang putra.


“Sayang!” panggil Laska dengan suara agak keras. Amira yang berada di kamar mandi hanya bisa mendengkus kesal, lalu menyiramkan air ke lantai agar Laska dengan suara gemericiknya.


Laska segera duduk di tepi kasur, sambil menunggu istri dan putranya keluar dari kamar mandi. Matanya menelisik gambar-gambar yang tertempel di dinding, Alchan memang memiliki hobi menggambar.


Bermacam-macam, dari pemandangan sampai gambar mobil semua tertempel di dinding kamar.


“Papah!” teriak Alchan langsung memeluk tubuh Laska hanya menggunakan handuk.


“Duh, anak Papah. Wangi banget,” ucap Laska. Dia ciumi wajah putranya dengan gemas.

__ADS_1


Setelah memakaikan Alchan baju, Amira beranjak keluar untuk mengambil tas di kamarnya. Sedangkan Laska dan Alchan menunggu di ruang keluarga.


Mereka berniat akan pergi ke rumah orang tua Laska untuk menyambut kepulangan Alfa dari China. Setelah semuanya siap, mereka segera menuju garasi mobil.


Laska mengemudi mobil dengan kecepatan pelan meninggalkan halaman rumah megah nan besar milik mereka. Ibu Amira sendiri, memilih tinggal di rumah warisannya. Dia ingin mandiri, tetapi kadang Amira datang untuk menginap.


Jalanan cukup lengang, Laska menambah kecepatan mobilnya. Di dalam, Alchan tak banyak bicara. Bocah empat tahun itu memilih mencoret-coret buku gambar yang memang sengaja disediakan di mobil.


“Aku sudah enggak sabar ketemu Alfa. Selama empat tahun ini dia menempuh pendidikan di sana, pasti sekarang lebih tampan,” celetuk Amira. Sengaja ingin membuat Laska cemburu.


“Tetap saja, lebih tampan aku,” sewot Laska membuat tawa Amira terdengar begitu nyaring.


Dia mengibaskan pelan hijabnya, masih terus tertawa. Amira memang sudah memutuskan untuk berhijab, setelah tiga tahun lalu. Dia ingin seperti Aisyah, wanita cantik yang wajahnya selalu bersinar. Auratnya tertutup dengan rapat.


“Ulu-Ulu ponakan Tante cantik banget.” Gadis berhijab mengangkat tubuh bocah perempuan yang baru saja memeluk kakinya.


Cinta tersenyum, terus saja menoel-noel pipi anak Aisyah dan Bara. Yang mereka beri nama, Almaira Kinisha.


“Jangan digituin anakku, nanti nangis dia,” ucap Bara dengan tatapan sinis. Wajah Cinta berubah menjadi cemberut.


“Nggak mungkin. Orang dia suka kok sama Cinta,” jawab Cinta cepat.


“Uda pande bicara sekarang ya. Biasanya dulu, pendiam. Cerewetnya kadang-kadang,” sindir Bara. Aisyah yang menjadi pendengar hanya bisa tertawa.

__ADS_1


“Is, Abang! Nyebelin deh!”


Bara tertawa lepas. Dia merentangkan tangannya ke arah Almaira, bocah perempuan kecil berusia tiga tahun itu langsung menyambutnya dengan senang hati. Membuat Cinta cemberut.


“Dadah Ante,” ucap Almaira seraya melambaikan tangan ke arah Cinta.


Senyum Cinta seketika tampak, dia begitu gemas dengan anak abangnya. Selama ini dia menahan untuk bertemu, dan sekarang akhirnya dia bisa bertemu.


**


Terima kasih semuanya. Akhirnya kisah ini bisa tamat dengan happy ending. Maaf, mungkin kisahnya membuat kalian pusing. Tapi insyaAllah, ada pelajaran yang dapat dipetik.


See you semuanya. Terima kasih sudah mau mendukung saya, memberikan semangat untuk saya hingga bisa menamakan cerita ini tepat di akhir bulan kelahiran saya. Buat teman-teman saya juga, sesama penulis yang sudah dukung saya, terima kasih terima kasih sebanyak-banyaknya.


Kisah cinta, Cinta Amara, Alfaliansky Afganda, Rasya Efrand sudah ada dengan judul Belum Usai.


Semoga kalian suka sama Novel baru othor. Di sana, kalian bisa bertemu dengan pasangan Lasma dan juga Barsya. Plus anak-anak kecil mereka yang menggemaskan.


Tekan akun saya, kalian bisa melihat Novel baru saya di sana. Belum Usai.


 


 

__ADS_1


__ADS_2