Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
32. Mendadak Menikah


__ADS_3

"Watiii!"teriak juragan ginok yang sedang menahan amarah nya.


Dengan tergesa gesa bik wati berlari dari kamar nya menuju kamar juragan ginok "Ya ada apa juragan"ucap bik wati setelah sampai di dalam kamar.


Dengan kasar juragan ginok menarik rambut ratna "Kau lihat anak mu ini. Dia sudah berani melawan ku"ujar juragan ginok seraya melepas rambut ratna hinggah ratna tersungkur.


Dengan singgap bik wati memeluk tubuh anak nya "Ada apa ini sayang"tanya bik wati , sambil merapikan anak rambut ratna.


Ratna tak menjawab , diri nya terus menangis hingga sesegukkan.


"Dia tak ingin memuaskan ku sore ini. Dan sebagai hukuman nya besok malam anak mu ini akan memuaskan ke lima anak buah ku!."


Dengan derai air mata bik wati berlutut memohon kepada juragan ginok "Tolong juragan , jangan hukum putri ku seperti itu. Aku akan menerima hukuman apa pun asal kan__."


Belum sempat bik wati melanjutkan ucapan nya telah di potong oleh sang juragan "Keputusan ku tak akan berubah. Dan sekarang pergi dari sini"usir juragan ginok dengan menerjang tubuh bik wati.


Bik wati dan ratna pun meninggalkan kamar sang juragan. Di setiap perjalanan menuju kamar , mereka menangis tanpa henti.


"Wati"panggil yuma.


Yuma adalah istri kedua juragan ginok. Orang nya baik dan ramah tidak seperti erna si istri pertama juragan yang jahat dan kejam.


Bik wati dan ratna menoleh ke sumber suara "Kemari lah"titah yuma dengan melambaikan tangan nya.

__ADS_1


Dengan rasa ragu bik wati dan ratna memasukki kamar yuma. Di dalam kamar , yuma mempersilahkan bik wati dan ratna duduk.


"Ada apa ya buk , memanggil kami ke sini"tanya bik wati penasaran.


Yuma menatap sedih ke arah ratna "Aku akan membantu kalian untuk kabur dari sini"ucap yuma seraya mengelus pundak ratna.


Ratna menoleh dengan rasa tak percaya "Mana mungkin bisa buk. Tidak ada cara agar kami bisa kabur dari sini , kami sudah lama memikir kan cara nya"ucap ratna dengan menitik kan air mata.


"Tenang lah. Aku sudah membuat rencana yang matang , agar kalian bisa pergi dari sini"ujar yuma , yang membuat bik wati dan ratna bertanya tanya di dalam hati.


"Bagaimana cara nya buk."


Yuma tersenyum "Gini wati. Besok adalah unniversary pernikahan ku dan juragan ginok , dan malam ini aku ingin berbelanja keperluan untuk besok. Jadi kalian yang akan menemani ku. Setelah kita berada di kota , kalian bisa kabur."


Yuma memberikan secarik kertas kepada ratna "Itu adalah alamat rumah danu , suami nya tasya. Kalian bisa meminta bantuan di sana."


Dengan wajah yang bebinar bik wati dan ratna berlutut di hadapan yuma "Trimakasih buk."


"Sekarang bersiap lah. Kemasi baju baju kalian , bawa sedikit saja agar tas kalian nggak kelihatan seperti ingin kabur"perintah yuma , yang di angguki oleh bik wati dan ratna.


Bik wati dan ratna pun berpamitan menuju kamar nya untuk mengemasi baju baju mereka. Sedang kan di dalam kamar nya yuma tengah berpikir untuk mencari cara agar suami nya percaya akan alasan nya membawa bik wati dan ratna berbelanja.


Dengan stengah gugup , yuma melangkah kan kaki menuju kamar suami nya. Yuma dan erna memiliki kamar masing masing dan juragan ginok juga mempunyai kamar nya sendiri.

__ADS_1


"Mas"panggil yuma , yang langsung memeluk suami nya.


Juragan ginok mengelus rambut yuma "Ada apa , apa ada yang sakit"tanya juragan ginok yang memegangi perut yuma.


Ya saat ini yuma tengah mengandung anak juragan ginok. Usia kandungan nya sudah enam bulan.


"Malam ini kan aku ingin berbelanja keperluan acara unniversary kita besok"ucap yuma yang masih dalam pelukkan sang juragan.


"Terus."


"Aku ingin membawa wati dan ratna untuk menemani ku berbelanja , boleh kan mas"yuma mendongak menatap suami nya.


Juragan ginok melepas pelukkan "Tidak. Nanti mereka berdua bisa kabur"ucap nya seraya menghidupkan benda pipih bernikotin itu lalu menghisap nya.


"Mas kan tau aku sedang hamil , dan aku butuh orang untuk membantu ku. Aku butuh wati dan ratna"ujar yuma berlagak lebih manja lagi.


Juragan ginok tampak berpikir "Baik lah. Tapi aku akan menyuruh beberapa anak buah ku untuk mengawal kalian"titah juragan ginok tegas.


Ada rasa lega di hari yuma setelah mendengar perkataan suami nya. Walaupun di kawal beberapa anak buah , yuma tak akan habis akal untuk membantu wati dan ratna kabur.


Hari telah malam. Yuma , wati berserta ratna ingin segera pergi berbelanja di kota. Yuma memilih berbelanja di kota karna banyak barang yang kualitas nya baik. Bukan itu saja , karna kota luas jadi yuma berpikir wati dan ratna akan leluasa memilih arah untuk kabur.


"Kau wati , ratna. Jangan pernah terpikir untuk kabur dari ku!"ancam juragan ginok.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2