
" maafin aku ay , karna aku yang terlalu egois bayi kita di ambil lagi sama tuhan ." ucap rio dengan mengelus pucuk kepala riska dengan lembut
rio pun membuka album foto di galeri handpone milik rio , rio pun tersenyum kala melihat foto-foto tersebut .
rio mengingat kembali momen ketika mereka bersama , mungkin tak akan pernah terulang lagi dan mungkin saat riska siuman riska akan sangat membenci dirinya
rio bangkit dari duduknya lalu menuju jendela , rio pun menyibak gorden yang menghalangi pemandangan di luar
rio menatap nanar pemandangan keluar jendela" andai aku bisa ulang semua dari awal mungkin aku enggak akan pernah nyakitin kamu seperti ini , kamu pantas bahagia ay ." rio bermonolog sendiri di dalam hati
" kak ." sapa riska
rio pun membalikan tubuhnya menghadap sumber suara lalu berlari dan memeluk riska dengan sangat erat " jangan komentar biarkan seperti ini dulu ay ." ucap rio dengan tetap memeluk riska
riska pun membalas pelukan rio dan tersenyum , walau sesungguhnya hati riska masih sangat sakit namun riska menyadari bahwa yang kehilangan bukan hanya dirinya namun rio juga pasti sangat kehilangan karna rio ayah dari anak yang riska kandung .
__ADS_1
riska berusaha sekuat mungkin agar tidak membenci rio walau riska marah namun riska sadar rio adalah suaminya yang pantas riska hormati bukan untuk di musuhi
" kak ." ucap riska
" iya sayang ." jawab rio
" aku engga bisa nafas ." ucap riska lagi
rio pun langsung melepaskan pelukannya " maafin kakak ay ". ucap rio lalu mencium kening riska , riska pun tak menolak bahkan riska sekarang bahagia rio sudah enggak marah lagi seperti kejadian di dalam mobil
" maaf untuk apa kak ." tanya riska
" untuk semua yang terjadi dan mungkin menyakiti kamu ay ." jawab rio lalu memeluk riska kembali
riska melepaskan pelukannya dan riska menatap rio lalu memengang tangan rio " kak , apa kakak percaya foto yang kakak liat di mading sekolah itu bukan aku ." tanya riska dengan lembut
" iya ay kakak percaya kok kalau foto itu bukan kamu , jadi mulai sekarang kita baikan iya ." ucap rio sambil memegang kedua pipi riska
tuhan tak salah mengirimkan pendamping seperti riska untuk rio, sekarang masalah riska sudah selesai kini tugas rio adalah mencari siapa orang yang telah membuat rio dan riska sampai seperti ini
rio sangat ingin tau siapa pelaku dan motif orang tersebut yang ingin membuat hubungan mereka hancur
suara ketukan dari luar membuat rio berdiri ingin membuka pintu namun belum sampai rio membuka pintu , pintu tersebut sudah terbuka dan itu ternyata adalah suster yang mengantar bubur untuk riska
" permisi ." sapa suster
" silahkan sus ." jawab rio dengan sopan
__ADS_1
" saya mengantar bubur dan obat untuk mba riska ." ucap suster
" trimakasih sus ." jawab rio dan riska
" semoga lekas sembuh mba riska , mari saya permisi ." ucap suster tersebut dan mendapat senyum dari rio
" makan iya ay , biar kamu cepet sembuh trus kita bikin dede lagi ." ledek rio pada riska namun riska memonyongkan bibirnya karna merasa di ledek rio
rio pun mulai menyuapi bubur yang suster berikan pada riska , riska pun menerima bubur itu dengan senang hati
tak lama kemudian ibu dara pun masuk kamar rawat inap riska lalu menghampiri rio dan riska " kamu udah mendingan nak ." tanya ibu dara lalu mengelus pucuk kepala riska
" udah mendingan kok bu ." jawab riska
" maafin ibu iya ris semalem ibu pulang dulu .' ucap ibu dara
" iya bu engga papa kok , lagian riska udah di tungguin rio ." jawab riska
" makasih rio kamu udah nungguin riska " ucap ibu dara
" sama-sama bu , riska tanggung jawab rio bu jadi sudah tugas rio untuk menjaga riska dalam keadaan apa pun ." jawab rio
namun dalam hati ibu dara masih sangat jengkel karna perlakuan rio ibu dara harus kehilangan cucunya namun ibu dara tak memikirkan bagaimana rio yang notabennya adalah ayah dari cucunya tersebut yang kemungkinannya adalah rio sangat kehilangan
namun bagi ibu dara rio adalah penyebab cucunya tiada .sedikit egois memang pemikiran ibu dara namun sesungguhnya ibu dara juga tanpa sebab berfikiran seperti itu pada rio
tak berselang lama mamah yeni pun sampai di kamar riska mereka pun berbincang-bincang tentang foto yang ada di mading dan awal mula ketika rio sampai marah pada riska
__ADS_1
rio memang marah pada riska karna rio ingin riska menjelaskan bahwa itu bukan fotonya namun riska bukan enggan memberikan penjelasan karna bagi riska saat itu bukan waktu yang pas untuk menjelaskan semua ini
bahkan jika di jelaskan sekali pun rio tidak akan percaya saat itu , karna rio sedang dalam keadaan cemburu dan di bakar marah. maka dari itu riska tidak langsung memberika penjelasan