
Cinta yang tiba-tiba bab 74
Karena merasa hari sudah cukup sore, akhirnya Aisyah memilih keluar dari butik miliknya. Wanita berhijab itu berjalan tergesa, hingga tak sengaja dia menyenggol bahu ibu-ibu yang juga berjalan di depannya. Karena tidak ingin menyenggol lagi, akhirnya Aisyah berjalan dengan pelan saja. Toh, mobilnya sebentar lagi akan datang.
Mendengar dering ponsel, Aisyah langsung mencari benda pipih itu. Saat masih sibuk membongkar tasnya, dari depan pria berjalan dengan cepat sekali tanpa melihat jalan dengan benar.
Bugh
“Maaf Mas, saya tidak sengaja,” ucap Aisyah. Dia yang ditabrak, dia pula yang meminta maaf.
Pria itu hanya memandang sekilas, lalu berjalan meninggalkan Aisyah tanpa mau meminta maaf gantian. Sudah jelas ini salah pria itu.
Sabar Aisyah. Sabar.
Pria bernama Bara Geraild Andra—memundurkan langkahnya. Hingga sejajar dengan Aisyah. Wanita itu kaget, dia menggeser tubuh karena sosok Bara begitu dekat dengannya.
“Sorry,” kata Bara dengan suara dingin dan datar.
“Iya Mas tidak apa,” balas Aisyah dengan sopan.
“Saya bukan suami kamu. Jadi jangan panggil Mas.
Ucapan Bara membuat Aisyah tersedak ludah sendiri. Setelah kepergian Bara, Aisyah merutuki diri sendiri. Dia terus bertanya-tanya dalam hati, apa harus suami baru dipanggil mas? Selama dia di Jakarta, memanggil pria yang tak dia kenal selalu dengan embel-embel ‘mas’. Tapi mereka biasa saja, tidak seperti reaksi Bara yang menurut Aisyah sangat menjengkelkan.
“Ada yang orang seperti itu,” lirih Aisyah sembari berjalan kembali.
__ADS_1
Matahari sudah tak lagi tinggi, perlahan langit berubah menjadi jingga. Menandakan senja telah tiba, cukup lama Aisyah menunggu jemputan tetapi belum juga datang.
“Nona Aisyah, kenapa ada di sini?” Pertanyaan dari samping membuat Aisyah langsung menoleh. Dia mendapati sosok pria berwajah tampan dengan tubuh tegap sedang menatap ke arahnya.
“Ouh, saya sedang menunggu jemputan sekretaris Hari,” jawab Aisyah seraya membubuhkan senyuman manisnya.
Hari diam, dia mulai berpikir sesuatu. Tak ada salahnya mengantar Aisyah dulu baru kembali ke kantor. Yang pasti kakek Laska tidak akan marah, karena yang dia antar adalah wanita kesayangan pria itu.
“Pas banget saya juga mau ke arah rumah Nona sana. Bareng saya saja gimana?” tawar Hari.
“Tidak perlu sekretaris Hari, takut merepotkan. Lagian saya bisa pulang sendiri,” tolak Aisyah dengan lembut.
“Tidak kok Nona. Saya lagi santai,” ujar Hari lagi.
Bujukan yang terus Hari lakukan akhirnya membuat kepala Aisyah mengangguk. Gadis itu mengikuti langkah kaki Hari menuju mobil pria itu. Saat Hari membukakan pintu samping kemudi, Aisyah malah memilih duduk di bangku penumpang.
“Iya. Terima kasih sudah mengingatkan.”
Aisyah langsung memakai sabuk pengaman. Mobil mulai melaju membela jalanan kota Jakarta Selatan. Dua manusia dalam mobil, hanya saling diam. Sejak tadi Hari terus mencuri-curi pandang lewat kaca. Melihat wajah Aisyah yang begitu cantik alami.
**
Sampai di rumah, Laska langsung memasuki kamar. Dia mendapati Amira sedang tertidur dengan pulas. Niat mau langsung mandi jadi tertahan. Laska lebih memilih duduk di tepi ranjang sekalian menikmati ciptaan Tuhan yang begitu indah dipandang.
“Dulu kamu selalu membuat aku kesal, tapi sekarang, kamu sudah menjadi bagian dari hidupku,” ucap Laska sambil menggenggam erat jemari Amira.
__ADS_1
Gadis itu menggeliat saat merasakan kecupan hangat di kening. Amira membuka mata dengan sempurna, senyumnya merekah saat melihat wajah tampan Laska.
“Om sudah pulang dari tadi?” tanya Amira seraya mendudukkan tubuhnya.
“Baru saja kok,” jawab Laska.
“Gimana? Dapat kerjaannya?”
Wajah Laska langsung berubah sedih. Amira yang merasa tahu dengan perubahan wajah suaminya. Langsung memeluk tubuh pria itu dengan sayang, mengusap berulang kali punggung kokoh milik Laska.
“Sabar ya. Semua butuh proses. Amira yakin, Om pasti akan dapat pekerjaan,” ucap Amira menyemangati Laska.
“Terima kasih Sayang.”
Bersambung
Akhirnya mas Bara keluar dari persembunyiannya.
Ada coupel baru ni.
Kalian pilih AsRi(Aisyah Hari) atau AsBar(Aisyah Bara)?
__ADS_1
Jangan lupa mampir di novel temen othor ya. Ceritanya bagus banget, gak kalah sama MM(Mendadak Menikah) loh. Cus ke sana😘
Tapi jangan lupa tinggalkan jejak dulu di sini.