
Amira sudah keluar dari hotel, dia menunggu Hari di halaman hotel. Tak henti-hentinya dia melirik ke arah ponsel, tak ada pesan yang Hari kirim sama sekali. Padahal dia sudah mengirim banyak sekali pesan, tetapi belum juga dibalas.
Hampir setengah jam Amira menunggu, akhirnya mobil Pajero milik Hari terlihat. Memasuki halaman hotel, dengan cepat Amira menghampiri. Gadis itu langsung membuka pintunya dan masuk.
“Cepat jalan,” perintah Amira pada Hari.
“Baik Nona Muda.”
Jalanan tampak renggang, jadi gampang buat Hari mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Agar segera sampai di rumah Laska. Di dalam mobil, Amira banyak diam. Dia masih memikirkan, apa yang akan terjadi di rumah suaminya nanti. Apakah dia akan mundur, atau Laska sendiri yang memintanya?
“Nona Muda tidak perlu khawatir, saya jamin. Tuan Laska pasti memilih Nona,” ucap Hari semakin membuat Amira bingung.
“Secinta itu om Laska sama aku?” tanya Amira dengan wajah polos.
“Meski tidak pernah mengungkapkannya, saya yakin Tuan sangat cinta.”
“Om bikin aku deg deg-kan,” ungkap Amira sambil tersenyum.
Hari cukup mampu menenangkan hati Amira, meski terlihat sangat kaku tetapi memiliki jiwa yang lucu. Wajah tampan Hari memang tidak diragukan lagi, keturunan Indo-Thailand. Sorot matanya berbeda dengan Laska, jika Hari, lembut dan sangat penyayang.
“Om jomblo ya?” tanya Amira tiba-tiba membuat Hari terbatuk karena terkejut.
“Hanya belum mencari jodoh saja,” balas Hari.
“Alah, alasan,”
“Sebenarnya, saya pernah mencintai gadis Nona. Tapi sayangnya, gadis itu milik orang lain,” ucap Hari dengan suara pelan.
“Jadi ceritanya Om Hari curhat ni? Ciee, yang curhat!” Amira terus meledek Hari hingga membuat pria itu tersenyum malu.
Bersama Hari, Amira seperti sedang bersama kakak laki-laki. Meski dia tidak tahu, rasanya punya kakak yang sesungguhnya. Selama ini, dia hanya kenal Bara sebagai kakak yang sangat jahil, suka mengganggunya dan Cinta ketika sedang belajar.
“Gimana kalau Om sama kak Aisyah saja!” celetuk Amira tiba-tiba.
Hari mengerem mobilnya secara mendadak, hingga membuat tubuh keduanya terpental kecil ke depan. Hari langsung memandang ke arah Amira, menggeleng pelan seraya tersenyum kecut. Apa jadinya jika dia dengan Aisyah? Orang Hari cintanya sama Cinta Amara kok. Batinnya.
__ADS_1
“Ada-ada saja Nona Muda ini.” Hari kembali melanjutkan perjalanannya.
Amira hanya terkikik geli. Tak sampai setengah jam, mereka sudah memasuki are perumahan elite. Hati Amira mendadak ragu, dia merasa cemas. Takut terjadi sesuatu di sana. Mobil Pajero Hari berhenti di depan gerbang rumah Laska, setelah dibukakan gerbang, kembali melaju untuk memasuki halaman rumah Laska.
“Nona, kita sudah sampai,” kata Hari seraya turun. Dia memutari kuda besinya untuk membuka pintu bagian Amira duduk.
“Iya Om, terima kasih. Kalau gitu, Amira masuk duluan ya.”
“Iya, Nona Muda.”
Amira berjalan pelan, dia mendorong pintu rumah Laska. Langsung disambut dengan tatapan dari semua orang yang ada di dalam.
“O, jadi ini gadis yang sudah membuat kamu harus membatalkan perjodohan ini? Dasar ******!” Teriakan dari lelaki sepuh di ujung dekat sofa membuat dada Amira berdenyut nyeri.
Bahkan dia belum mengucap salam, tetapi sudah disambut dengan ucapan tak mengenakkan. Amira ingin pergi, tapi tidak bisa. Kakinya seperti sulit digerakkan, sedangkan tubuhnya sudah bergetar takut.
“Kakek! Stop!” bentak Laska murka.
“Diam kamu Laska! Jangan pernah bela gadis ****** ini!”
Di saat Laska akan berlutut, Amira langsung berlari dengan deraian air mata. Dia menahan tubuh Laska sambil menggelengkan kepala.
“Tidak Om, jangan seperti ini demi aku,” mohon Amira sembari menggenggam erat kedua tangan Laska.
“Kakek enggak boleh hina kamu! Enggak boleh Amira!”
“Laska! Tinggalkan dia!” bentak sang kakek. Laska menggeleng keras.
Ternyata kakek Laska sudah tahu bahwa Laska telah menikah, karena Aisyah yang bercerita. Pria sepuh itu sempat mengamuk, tetapi Aisyah sudah mencoba menenangkan. Dan sekarang dia kembali mengamuk.
“Kakek sudah, semua ini sudah jadi takdir Allah. Kita tidak bisa menolak atau menyalakan Laska dan Amira,” ucap Aisyah mencoba menenangkan kakek.
“Jangan membela mereka Aisyah!” tegas kakek.
Aisyah terdiam. Dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, kakek Laska sangat keras kepala.
__ADS_1
“Sekarang kamu pilih, Kakek atau gadis ****** ini, Laska!”
Pilihan yang sangat sulit, tetapi Laska mencoba untuk tenang. Dia sudah mempersiapkan semuanya.
“Kakek memang orang yang harus Laska hormati dan sayangi, tetapi, sekarang Amiralah yang harus Laska pilih. Dia bidadari yang Allah kirimkan untuk Laska jaga!” papar Laska dengan tegas. Dia menggenggam jemari Amira dengan erat.
“Kamu tetap pilih dia? Dan semua fasilitasmu hilang?”
“Laska tetap memilih Amira. Sampai kapan pun itu Kek!”
Amira menatap Laska dengan tak percaya, matanya melotot sempurna. Dia melepas genggaman tangan Laska, menggeleng ke arah pria itu.
“Jangan lakukan itu, Om. Kumohon. Biarkan saja Amira yang mundur,” lirih Amira.
“Kita sudah berjanji untuk saling sama-sama. Menyelesaikan masalah bersama. Kamu adalah ratuku sampai kapan pun itu, jangan minta untuk aku melepaskanmu.” Laska mengusap air mata Amira dengan jemarinya.
“Tapi Om akan kehilangan semuanya!” tekan Amira lagi.
“Yang terpenting, kamu tetap disisiku. Aku tidak butuh harta, aku hanya butuh kamu.”
Kia yang sejak tadi hanya diam, menangis melihat anaknya dan sang menantu. Dia bangga pada Laska, anaknya sudah bisa jadi dewasa.
“Bagus Laska. Pergi dari sini! Rumah ini bukan lagi milikmu!” usir sang kakek.
“Baiklah. Terima kasih atas tumpangannya Kek,” ucap Laska. Dia menarik tangan Amira untuk pergi dari rumahnya sendiri yang kini sudah diambil ahli oleh sang kakek.
Bersambung
Jangan lupa like, komen dan vote guys. Kasih kopi atau bunga juga ya😂😂 Maksa ini.
Othor mau tanya, setuju enggak kalau kisah Aisyah othor gabung ke sini. Hanya spoiler-spoiler aja, yang utama tetap Lasma(Laska Amira)?
__ADS_1
Dan info satu lagi, baca juga cerita othor yang judulnya Ikatan Cinta, insyaAllah up tiap hari kalau tidak ada halangan. Plis, datang ke sana ya, othor mohon banget dengan air mata yang sudah jatuh membasahi bantal😭😂😂