
Setiba nya di kota yuma membawa bik wati dan ratna ke salah satu mall terbesar di kota. Tak luput pula para pengawal selalu mengikuti ke mana pun langkah mereka.
Yuma sedikit kebingungan harus dengan cara apa agar para pengawal bisa pergi meninggalkan mereka berbelanja ber tiga saja.
"Apa kalian sudah pada makan malam"tanya yuma mengarah pada ke empat pengawal.
"Belum"sahut mereka bersamaan.
Ada ide cemerlang muncul di pikiran yuma. Yuma pun membawa para pengawal dan bik wati berserta ratna menuju restoran yang tersedia di mall tersebut.
Mereka semua telah duduk. Waitress restoran itu pun datang membawa daftar menu. Yuma pun mulai melihat berbagai menu di sana.
"Kalian ingin pesan apa"tanya yuma seraya menatap pengawal lalu beralih menatap bik wati dan ratna.
Mereka pun tampak bingung "Sama seperti nyonya saja"ucap salah satu pengawal , yang di angguki juga oleh bik wati dan ratna.
Yuma melihat daftar menu kembali "Mmm pesan foie grass , pasta , tiramisu , sama oyster ya mbak dan minuman nya fruit thea. Hidangkan sesuai berapa orang di meja ini"ucap yuma yang di angguki oleh waitress tersebut. Waitress pun berlalu pergi.
"Mau ke mana nyaa"tanya si bibom. Bibom adalah ketua anak buah juragan ginok , yang ikut mengawal.
"Saya mau ke sana dulu. Ada menu yang lupa saya pesan tadi."
"Mari saya temani"ucap bibom yang telah berdiri.
Yuma pun menyuruh bibom kembali duduk "Duduk lh. saya pergi sendiri saja , kan tempat nya nggak jauh."
__ADS_1
Bibom pun mengikuti perintah nyonya nya. Saat ini yuma tengah berada di dapur restoran. Di sana ia menemui waitress yang tadi membawa daftar menu.
Yuma meminta bantuan pada waitress tersebut , yang awal nya waitress itu menolak namun kini ia menyetujui perintah yuma karna di beri sejumlah uang.
Yuma telah kembali ke meja makan. Tak lama yuma kembali , para pelayan restoran membawa makanan dan minuman yang telah di pesan.
Mereka pun makan bersama. Setelah selesai makan mereka memilih untuk tetap duduk di sana karna yuma bila sudah makan tak bisa langsung bergerak. Mungkin karna faktor kehamilan nya yang sudah mulai membesar.
"Saya permisi ke toilet dulu ya , nyaa"bibom memengangi perut nya.
Yuma hanya menganggukkan kepala nya. Belum kembali si bibom dari toilet tapi ke tiga para pengawal kini mulai resah.
"Ada apa"tanya yuma.
"Saya juga mau ke toilet nyaa , permisi."
Pengawal itu tanpa permisi pergi ke toilet sambil berlari. Kini ke empat para pengawal sudah tak mengawal mereka lagi.
Yuma telah menyuruh waitrees tersebut memasukkan sesuatu ke dalam minuman para pengawal , sehinggah mereka sakit perut karna mulas.
Akhir nya rencana ku berhasil.
Yuma menatap bik wati dan ratna secara bergantian "Tunggu apa lagi. Pergi lah sekarang"titah yuma , yang melihat sekeliling restoran takut para pengawal kembali datang.
Bik wati menatap ratna "Ayo sayang. Trimakasih buk atas bantuan nya , saya dan anak saya akan mengingat bantuan ini sampai kapan pun"ucap bik wati seraya memeluk yuma.
__ADS_1
Ratna pun ikut memeluk yuma "Trimakasih buk. Jaga kesehatan ibuk dan calon anak ibuk."
"Iya sama sama , cepat pergi ke alamat yang telah ku berikan. Ini uang untuk kalian."
Mata bik wati dan ratna tampak berkaca kaca karna teharu "Trimakasih banyak buk."
Bik wati dan ratna membawa barang barang mereka lalu pergi. Setelah kepergian bik wati dan ratna , yuma pun kembali menjalan kan sandiwara nya.
"Aduh , sakit banget perut gue"cerca bibom , ke pada ke tiga anak buah nya yang berjalan beriringan.
"Iya bos. Percuma restoran mahal tapi makanan tak berkualitas"sahut salah satu pengawal.
Setelah mereka tiba di meja makan. Bibom dan pengawal lain nya terkejut karna tak melihat bik wati dan ratna , bahkan yuma pun juga tak ada.
Di sela sela mereka kebingungan , yuma pun datang dengan sandiwara yang telah ia buat "Ada apa , dan di mana wati dan ratna"tanya nya menggunakan mimik wajah yang tak kalah panik.
"Apa mereka tak bersama nyonya"tanya bibom yang kemarahan nya ia pendam karna tak melihat keberadaan bik wati dan ratna.
"Tidak , aku tadi habis bayar semua makanan di sana. Wati dan ratna ku suruh menunggu di sini"ucap nya bermanipulasi.
"Cari mereka cepat!"
Teriak bibom dengan tangan yang terkepal.
Bersambung...
__ADS_1