Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
Bab 80


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, Amira semakin bersemangat bekerja. Meski banyak yang mencibir pekerjaannya tidak bagus, Amira tidak memperdulikan itu. Dia tetap berusaha agar menjadi lebih baik lagi.


Kini ditangannya sudah ada dessert dan cappucino dingin. Perlahan tapi pasti, langkah Amira mulai melewati beberapa meja yang berjejer di dekat jalan tengah. Pelanggan yang akan dia antar makanan dan minuman ini, sangat diwaspadai. Amira tidak bisa menganggap sepele.


"Silahkan dinikmati," ucap Amira seraya meletakkan makanan dan minuman itu di meja.


Selesai menaruh, Amira ingin bergegas. Tapi saat mendengar tawa dan cibiran dari pelanggannya membuat langkah kaki Amira terhenti. Tangannya terkepal, menahan sesak di dada.


"Ternyata primadona sekolah kerja di sini, guys! Kalian tahu gak sih, Amira kelihatan sangat kumal. Berbeda dengan dulu yang selalu modis." Salah satu gadis yang duduk itu mengarahkan kamera ke arah Amira. Membuat amarah yang berusaha dipendam kini menguar.


"Memangnya kenapa kalau aku kerja di sini? Ada urusannya dengan kalian?" tanya Amira dengan nada tegas. Dia sudah menatap ketiga gadis yang tengah tertawa mengejek itu dengan tajam.


"Oh, tidak. Kita hanya berbagi pengetahuan aja sama yang lain. Siapa tahu mau mampir ke sini, setelah tahu primadona sekolah kerja di sini. 'Kan lumayan bisa laris," ledek Glora.


"Betul!" Dua gadis di sebelah Glora menimpali sambil mengangkat dua jempol tangannya.


Amira memejamkan matanya, dia berusaha sabar karena ini masih jam kerja. Amira tidak ingin mengganggu pelanggan lain juga, dia harus menghormati semuanya. Begitu pun pekerjaan yang sudah susah payah dia dapatkan.


"Yang punya otak ngalah," sahut Amira seraya berjalan meninggalkan ketiga gadis yang menatap kesal ke arahnya.


Sampai di toilet, Amira memilih duduk di atas kloset. Dia tak bisa menahan air mata untuk tak jatuh, apakah semua orang yang bekerja seperti ini setelah bangkrut selalu mendapat cacian? Kalau iya, Amira sangat kasihan pada orang di luar sana. Ternyata sesakit ini, kembali Amira mengingat dulu dia pernah mengejek teman seangkatan yang juga bekerja di kafe.

__ADS_1


Peluh membasahi pelipis pria itu, dan dengan teganya Amira melayangkan ejekan. Tanpa rasa peduli sakit yang akan didera sang korban.


"*Kasihan banget sih, masih sekolah uda kerja! Hahaha, sabar ya!"


"Aku doain semoga laku keras*!"


Amira semakin tergugu mengingat kata-katanya dulu, sungguh menyakitkan.


Mungkin ini karma untuk aku. Maaf ya Allah. Ampuni hamba.


**


Laska sampai di rumah pukul 20.00 WIB. Ada kerja tambahan yang harus dia selesaikan hingga akhirnya pulang malam. Baru masuk, dia belum melihat Amira. Hanya ibu mertua yang menyambut kepulangannya.


"Iya Nak, dari tadi di kamar mulu. Cuma waktunya makan baru keluar," jawab Gina.


"Ya sudah kalau gitu Laska naik ke atas ya Bu. Selamat malam."


"Selamat malam."


Pria yang masih memakai setelah kerja itu menapaki tangga dengan langkah kaki cepat. Laska merasa ada yang tidak beres, kalau Amira jarang keluar kamar pasti ada yang terjadi. Tapi gadis itu menyimpannya sendiri.

__ADS_1


Sampai di dalam kamar, Laska dapat melihat Amira tengah duduk memeluk lutut di ranjang. Wajah gadis itu tersembunyi di sela-sela kedua lutut.


"Amira," panggil Laska. Amira langsung mengangkat kepalanya.


"Eh, Om uda pulang? Maaf Amira enggak tahu," ucap Amira seraya turun dari ranjang.


"Kamu ada masalah?" tanya Laska sembari menatap wajah Amira dengan intens, membuat gadis itu langsung mengalihkannya.


"Enggak kok Om. Kenapa memangnya?"


"Tidak. Hemm, aku capek Sayang. Pijitin dong," pinta Laska sambil mengedipkan sebelah matanya.


Mendengar itu Amira meringis malu, dia tak tahu maksud Laska apa. Langsung saja menyuruh suaminya duduk. Dengan gesit Amira memijit kedua bahu Laska.


"Ya Allah lupa, kalau istriku polos. Bukan pijit seperti ini Sayang!"


"Lah? Salah?"


Bersambung


Othor cantik, othor diam๐Ÿ˜‚

__ADS_1


Besok spesial part mas Bara, mas Hari dan mbak Aisyah. Buat si Cinta dan Alfa, mereka masih fokus kuliah. Nah, yang penasaran siapa tunangan Alfa. Tunggu tanggal munculnya. ๐Ÿ˜‚


__ADS_2