
**Jangan lupa Vote, Like, Dan KomenNya ya.....karna saya butuh saran dari kalian, sekian
__________________________________________
Selamat membaca**
***
Sementara di rumah Johan ayah Leon sudah sangat pusing dengan acara besok. Tidak terasa hari pernikahan nya tinggal 1 hari lagi.
Sedang kan Leon dan Topa baru tiba di rumah tadi malam.
"Bro, elo kok santai-santai amat sih." tanya topa heran, mereka sedang berduan di kamar leon.
"Terserah gue lah, Gue juga kan capek" jawab leon acuh
"Besok kan sudah menikah, masa kamu tidak menghafal kan ijab kabul atau gi mana gitu sih" kata topa
"Ngapain di hafal kan juga, tohh ngak jadi nikah gue malah bersyukur" jawab leon sambil turun dari ranjang dan memasuki kamar mandi
"Dasar laki-laki pe'a" ucap topa pelan tapi leon masih mendengar nya
"Apa kamu bilang" teriak leon dari dalam kamar mandi
"Nggak papa" ucap topa sambil keluar kamar
***
Hari yang di nantikan telah tiba, yaitu tepat pada hari ini adalah hari pernikahan Leon dan Ellen.
Ellena sudah di rias secantik mungkin pada jam 03 pagi tadi, karna resepsi nya jam 9 pagi.
"Wow....cantik nya sahabat ku" kata amelia sambil merangkul ellena yang memakai adat jawa
__ADS_1
"Beruntung nya si Leon itu memiliki istri seperti diri mu, bikin iri gue saja" ucap amelia
"Apaan sih kamu ini, berlebihan banget"
Mereka melanjut kan mengobrol di dalam kamar ellena sambil menunggu waktu.
"Nak ayokk, calon suami kamu udah datang tuh" kata ibu mutiara sambil menghampiri ellena dan amelia
Mereka berjalan keluar menuju acara resepsi di laksanakan. Pernikahan mereka cukup sederhana karna Ellena dari keluarga yang kurang mampu.
Tamu-tamu yang datang hanya keluarga dekat nya saja, kebanyakan tamu dari keluarga Riana dan johan ayah Leon karna mereka keluarga terpandang.
Leon yang sudah duduk di pelaminan terlebih dahulu terpaku akan kecantikan calon istri nya yang sedang berjalan bersama ibu nya.
"Wow, tidak nyangka ternyata dia lumayan juga" batin leon
Setelah sampai di pelaminan Ellena merasa gugup karena diri nya yang menjadi sorotan orang-orang sedang kan Leon duduk dengan santai nya. Sedang kan leon sendiri juga gugup tapi dia sebisa mungkin menutupi kegugupan nya dengan tampil biasa saja.
"Mas, kamu taruh tangan mu di sini sambil memegang bunga nya" kata potographer nya sambil memperagakan tangan nya menyentuh bunga yang di pegang oleh ellena.
"Ya, begitu bagus" kata photographer nya
Leon sebisa mungkin nahan grogi nya, karna harus bersentuhan oleh calon istri nya apalagi jarak mereka cukup dekat.
"Photographer sialan, apa menikah harus seribet ini" batin leon
"Oke, menghadap ke kamera sambil senyum" kata photographer nya
"1...2...3"
Cekrek....suara kamera nya
"Mas, senyum kamu jangan canggung begitu ya, jangan di paksa kan" kata photographer nya
__ADS_1
"Ya" jawab leon acuh
"Kapan sih selesai nya" kata leon lagi
"Baru saja satu kali mas, belum juga foto keluarga" kata photographer nya
Cih, Leon berdecak kesal
Setelah menghabis kan waktu sekitar 1 jam an mereka baru selesai untuk pemotretan, karna antusias dari keluarga Leon yang meminta foto berkali-kali sampai-sampai leon kesal dengan sendiri nya.
Sesudah acara pemotretan di lanjut dengan acara siraman karna mereka menggunakan adat jawa.
Siraman berarti mandi dengan air, akan ada tujuh orang yang menyiram kan air ke sang pengantin. Nanti nya sang ayah mempelai wanita lah yang akan menyelesaikan ritual yang di lambang kan sebagai pembersihan diri sebelum menjalan kan ritual selanjut nya yang lebih sakral.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1