Mendadak Menikah

Mendadak Menikah
Bab 76


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Laska, Amira dan Gina sudah keluar dari hotel. Mereka berniat akan pulang ke rumah Gina dengan taksi. Ketiganya sudah berada di dalam mobil berwarna biru. Amira menatap luar jendela, ada perasaan sedih tetapi dia tahan.


Setelah sampai di rumah sang ibu dan memastikan Laska akan pergi mencari kerja kembali. Maka kesempatan Amira harus segera pergi ke kafe yang Afni—temannya beritahu. Dia harus bisa bekerja hari ini juga, mengingat ekonomi mereka semakin susah.


Rumah minimalis dengan halaman yang asri, menjadi tempat ternyaman Amira. Dia menatap sekeliling rumah ibunya, banyak sekali pepohonan di halaman rumahnya.


“Kamu suka Sayang?” tanya Gina pada Amira.


“Suka banget Bu. Ya ‘kan Om?” Amira menyenggol lengan Laska membuat pria itu langsung menoleh ke arahnya.


“Iya. Halamannya bikin nyaman sekali,” jawab Laska sambil menghirup udara.


“Syukurlah,” ucap Gina.


Gina langsung membuka pintu rumahnya, lalu meminta Laska dan Amira untuk masuk. Ruang tamu yang kelihatan rapi sangat enak dipandang, begitu pun lukisan yang tertempel di dinding.


Amira menarik kopernya ke kamar yang lebih dekat dengan ruang tamu. Pertama kali membuka pintu, semerbak bunga rose menyapa indera penciumannya. Amira memejamkan mata, menikmati setiap embusan yang menguarkan harum menenangkan.


“Aku taruh pakaiannya di sini ya?” Laska menutup mulutnya sehabis berbicara. Dia memperhatikan Amira yang masih memejamkan mata.


Laska tersenyum-senyum sendiri melihat wajah Amira yang menurutnya sangat lucu. Bisa membuat jantung Laska berdebar dua kali lipat lebih cepat.

__ADS_1


“Kamu lucu banget sih. Aku jadi gemes. Kira-kira anak kita nanti mirip siapa ya?” celetuk Laska yang langsung membuat mata Amira terbuka sempurna.


“Apaan sih Om.” Amira menatap Laska dengan malu-malu. Semakin membuat sang suami gemas sendiri.


“Memangnya kamu enggak mau punya anak?” tanya Laska seraya berjalan mendekati Amira, membuat gadis itu bergeser.


“Ya pengin dong. Siapa yang enggak mau punya anak? Mereka pasti lucu, “ ucap Amira sambil tersenyum-senyum.


“Ya sudah. Buat yuk.” Laska sudah memeluk Amira dari belakang. Meletakkan dagunya di bahu sang istri.


Amira melepaskan pelukan Laska karena merasa geli. Gadis itu langsung mengalihkan dengan mengeluarkan semua pakaian dari koper. Dia memilih menyusun baju di lemari.


“Padahal dulu kamu agresif banget loh,” sambung Laska lagi sambil terkikik geli.


“Iya iya uda. Aku mau mandi lebih dulu,” balas Laska seraya mengambil handuk.


Dia memang belum membersihkan diri di hotel, sebab masih merasa dingin pagi-pagi sekali.


Kesempatan buat Amira, dia kembali mengecek semua berkas yang akan dia bawa. Bisa bernapas lega saat semuanya sudah lengkap. Amira langsung menyimpan MAP-nya di bawah bantal saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


“Aku langsung pergi ya. Doain semoga cepat dapat pekerjaan.”

__ADS_1


“Aamiin Om, Amira pasti selalu doain Om,” ucap Amira sambil menyalimi tangan Laska.


Setelah kepergian Laska, Amira langsung masuk ke dalam kamar mandi membawa pakaian ganti. Amira keluar dari kamar mandi sudah mengenakan sweater berwarna biru muda yang dipadu dengan rok selutut berwarna senada.  Dia bergegas mengambil tas, dan ngendap-ngendap keluar dari rumah.


Perjalanan ke kafe membutuhkan waktu setengah jam kurang. Amira langsung diminta untuk masuk ke ruangan khusus. Di dalam tak henti-hentinya Amira meremas jarinya sendiri untuk meredakan kegugupan yang tengah dilanda. Hingga pintu terbuka, dan menampakkan sosok yang justru membuat Amira terkejut.


“Dimas!”


“Amira!”


 


Bersambung


Hay guys, hari ini othor bawa cerita bagus loh. Punya teman othor. Dari judulnya pasti kalian uda tahu gimana ceritanya, tapi yang satu ini keren banget. Gak terlalu monoton juga.


Jangan lupa mampir ya. Tapi, tinggalkan komen, like dan hadiah dulu di sini. Terima kasih.


 


__ADS_1


 


__ADS_2