Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bab 109


__ADS_3

Frans dan Rahma pergi ke acara pertunangan Christie dengan menggunakan baju warna senada. Sebelumnya Frans mengantar Rahma ke salon untuk menyempurnakan penampilannya.


Frans dan Rahma sampai di hotel 'XY' saat tamu undangan belum ramai, sesuai permintaan pak Dewa.


"Ayah!" panggil Rahma ketika melihat ayahnya bersama kolega bisnisnya.


Pak Dewa langsung menoleh begitu mendengar suara anak perempuannya.


"Oh, kalian sudah datang. Sini Ayah kenalkan dengan Christie dan ibunya!" sapa pak Dewa dengan wajah sumringah.


"Maaf, saya harus membawa mereka pada pemilik acara yang sebenarnya." pamit pak Dewa pada koleganya dengan berkelakar.


Pak Dewa mengajak Frans dan Rahma untuk menemui Christie dan Agatha. Saat ini, Christie masih dirias oleh MUA di kamarnya.


"Agatha, Christie!" panggil pak Dewa seraya mengetuk pintu kamar.


Agatha langsung membuka pintu begitu mendengar namanya dipanggil.


"Ada apa, Mas?" tanya Agatha begitu melihat mantan suaminya di depan pintu.


"Apa kalian sudah selesai?" jawab pak Dewa dengan pertanyaan.


"Sebentar lagi selesai tinggal mengganti pakaian saja. Apa acara akan segera dimulai?" Agatha heran masih ada waktu lima belas menit lagi, akan tetapi pak Dewa sudah menanyakan apakah sudah selesai atau belum.


"Tidak, bukan itu. Aku hanya ingin memperkenalkan kalian pada anakku yang lain." terang pak Dewa sambil mengajak masuk Frans dan Rahma, setelah Christie berganti pakaian.


Christie terperangah melihat Frans masuk kamar bersama seorang wanita cantik. Christie melihat Frans yang tidak melepaskan tangannya dari pinggang Rahma.


"Christie, ini anak kandung Daddy bersama suaminya. Rahma kenalkan ini Christie yang akan bertunangan malam ini."


Pak Dewa memperkenalkan mereka agar saling mengenal. Tanpa dia sadari jika Frans 'lah yang Christie cintai bukan Chico. Christie terpaksa menerima Chico karena tidak ingin dihantui rasa berdosa.


"Keknya pernah ketemu, tapi dimana ya?" ucap Frans sesaat setelah mereka saling berkenalan.


"Wajah Christie pasaran makanya banyak yang mengaku kenal." cibir Agatha merasa tidak suka ada yang mengaku-ngaku kenal.

__ADS_1


Agatha tidak tahu jika anaknya satu kampus dengan orang-orang di sekelilingnya. Agatha yang selalu memandang rendah orang lain, tidak pernah berpikir jika semua berhak kuliah di kampus elit.


"Bukan begitu, Tante. Sepertinya kami satu kampus. Iya nggak, Sayang?" kata Frans meminta dukungan istrinya.


"Kamu anak ekonomi semester dua 'kan?" tebak Rahma.


"Ini kakak asisten dosen komputer 'kan?" jawab Christie dengan pertanyaan.


"Betul 'kan Tante, kami satu kampus hanya beda jurusan dan fakultas. Beda tingkat juga!" ujar Frans penuh cibiran.


Frans merasa jika ibu Christie orang yang selalu memandang remeh pada orang.


"Kamu asisten dosen?" tanya Agatha tidak percaya.


"Dia asisten dosen komputer, Mom. Dia yang sering Christie ceritakan. Dia ini dosen tersabar dan terbaik selama Christie kuliah di sana. Belajar sama Kakak ini, langsung otak fresh dan bisa menyerap semua ajaran yang disampaikan." puji Christie dengan wajah berseri. Christie mengidolakan Rahma karena cara mengajar Rahma yang mudah dipahami.


"Banyak kok teman Christie yang suka dengan kak Rahma, bukan hanya Christie. Christie menyampaikan penilaian orang banyak bukan penilaian secara pribadi." imbuh Christie karena dilihatnya sang mommy menunjukkan wajah tidak suka.


"Terima kasih. Pujian kamu terlalu tinggi, Kakak jadi melambung tinggi. Takut aja, nanti kalau jatuh sakiitttt." balas Rahma merendah dengan senyum merekah.


Mereka semua akhirnya keluar menuju tempat acara. Ruangan sudah dipenuhi oleh tamu undangan. Banyak pengusaha yang hadir di acara tersebut.


Saat acara akan dimulai, tampak Sheila dan Jojo yang bergandengan mesra seperti truk gandeng. Frans yang pertama kali melihat mereka langsung mendekati, tak lupa seraya merangkul pinggang Rahma.


"Kak, malu ish! Dari tadi nggak mau lepasin pelukannya." gerutu Rahma sambil memukul lengan Frans agar dilepaskan.


"Biar kamu nggak hilang! Kakak nggak mau nanti ada yang mengambil kamu." ucap Frans dengan santainya masih tetap merangkul pinggang Rahma.


"Jo, Shei! Kalian dapat undangan juga?" sapa Frans begitu dekat dengan mantan anggota band yang digawanginya.


"Christie itu sepupu Gue, makanya Gue sama Jojo di sini! Lo siapa yang undang? Setahu Gue, undangan hanya untuk kolega bisnis sama keluarga aja." jelas Sheila pada Frans, pandangan matanya tertuju pada tangan Frans yang posesif.


"Kami diundang pak Dewa," sahut Rahma cepat, dia tidak ingin mempermalukan dirinya. Dia takut dibilang mengaku-ngaku sebagai anak pengusaha sukses seperti pak Dewa.


"Oh, pantes! Relasi bisnis Om Dewa itu sangat luas. Ini hanya sebagian aja yang diundang, nanti saat pernikahan pasti pestanya sangat megah dan mewah. Apalagi calon suami Christie anak pengusaha besar juga." pamer Sheila bermaksud merendahkan Rahma.

__ADS_1


"Siapa nama tunangan Christie? Kalau boleh tahu." tanya Rahma sambil berusaha melepaskan belitan tangan Frans di pinggangnya.


"Frans pasti kenal! Kalau kamu entah ya," cibir Sheila. Sejak awal Sheila memang tidak suka pada Rahma dengan alasan perhatian Frans selalu tertuju pada Rahma.


"Siapa kok aku kenal? Nggak usah berbelit-belit deh!" bentak Frans jengah dengan sikap Sheila yang tidak wajar pada istrinya.


"Dih, gitu aja ngambek!" ketus Sheila.


"Shei... nggak boleh kek gitu! Kamu jangan terlalu membenci seseorang tanpa kamu tahu bagaimana dia sebenarnya!" ucap Jojo mengingatkan kekasih hatinya.


"Lo perhatikan panggung itu, Lo lihat dengan mata terbuka. Pasti Lo kenal!" kata Joko menahan tawanya karena ingin mengerjai Frans.


Saat mereka berdebat tentang siapa laki-laki yang akan menjadi tunangan Christie, Dennis datang mendekati mereka.


"Enaknya yang bisa bercengkrama dengan sahabat!" celetuk Dennis dengan pandangan mata lurus ke panggung.


"Enak dong! Makanya Lo bergaul biar bisa dapat pacar cantik. Jomblo terus apa enaknya?" ejek Sheila.


"Ngapain pacaran? Nggak penting tahu!" jawab Dennis ketus.


"Dennis? Kok baru kelihatan." sapa Rahma pada adik tirinya.


"Baru sampai, Kak! Dennis barusan dari luar kota tadi." sahut Dennis.


"Oh ya?"


"He'em. Ayo, Kak! Kita duduk di depan saja sama Daddy dan Mommy. Nggak usah sama si biang onar!" ajak Dennis pada kakaknya.


Frans masih memeluk erat Rahma kala adik iparnya itu menarik sang istri.


"Kak Frans, lepasin bentar Kakakku! Ingat ya, jangan cemburu! Sama adik sendiri ini juga." pinta Dennis dengan wajah kesal.


"Den, siapa nama tunangan Christie?" tanya Rahma akhirnya karena sejak tadi tidak ada yang menjawab pertanyaannya.


"Namanya Chico Admaja. Anak dari pengusaha terkenal, Raka Admaja." jawab Dennis.

__ADS_1


__ADS_2