Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bab 95


__ADS_3

Frans dan Rahma memutuskan berbicara di teras belakang saja. Apalagi setelah tahu yang datang adalah Dolly.


"Surprise!" teriak Dolly begitu sampai di ruang makan.


"Ah, Abang! Kenapa bohongi Tiara? Tadi katanya masih jauh, sampai di sini tengah malam. Abang jahat, ih!" cerca Tiara begitu tampak olehnya sang suami.


"Kalau nggak gitu, bukan surprise lagi dong!" jawab Dolly seraya mendekati sang istri. Dipeluk dan diciumnya Tiara, tidak luput juga perut buncitnya.


"Iya deh, yang mau buat surprise. Abang, sudah makan malam belum?" tanya Tiara kemudian setelah suaminya duduk.


"Belum, tadi memang sengaja sampai di sini pas makan malam. Nggak tahunya kalian sudah makan semua. Telat Gue!" jujur Dolly.


"Ya udah, Abang cuci tangan dan kaki dulu baru makan. Tiara temani Abang makan!" kata Tiara sambil mendorong suaminya agar berdiri.


"Tadi sudah cuci tangan dan kaki di depan." jawab Dolly dengan singkat dan jelas.


"Kok di depan? Di kran air yang biasa untuk menyiram tanaman?" tanya Tiara lagi karena masih bingung.

__ADS_1


"Iya, 'kan ada sabunnya di sana!" terang Dolly.


"Ya udah, sekarang makan. Biar Tiara ambilin makannya."


Tiara menyendokkan nasi untuk suaminya, setelah itu Tiara duduk menemani Dolly makan.


Sementara itu di teras belakang yang menghadap ke taman yang ada kolam ikan, Rahma dan Frans duduk di sebuah kursi rotan.


"Aku minta maaf, selama ini sudah bersikap dingin pada kakak," ucap Rahma begitu mereka duduk di kursi teras yang menghadap ke taman.


"Aku yang seharusnya minta maaf, bukan kamu. Karena ulahku sudah membuat kamu jadi trauma. Kamu jangan merasa bersalah, itu semakin membuatku tidak bisa memaafkan diriku sendiri," jawab Frans atas permintaan maaf istrinya.


"Kita mulai semuanya dari awal, ya?" pinta Frans kemudian.


Christie dinyatakan keguguran dan mengalami pendarahan hebat. Selain itu juga over dosis sehingga mengakibatkan adanya gangguan pada sistem kerja jantung dia. Christie saat ini masih tidak sadarkan diri.


Sudah tiga hari dia dirawat di rumah sakit. Berita tentang Christie tertutup rapat untuk umum. Hanya penghuni rumah besar saja yang tahu keadaan nona manja yang selalu menjadi tuan putri. Bahkan Sheila, sepupunya tidak mengetahui kabar itu. Semua pekerja di rumah Agatha harus tutup mulut agar berita tersebut tidak terdengar siapapun.

__ADS_1


Agatha memberi ultimatum pada seluruh penghuni rumahnya, jika berita tentang Christie sampai terdengar keluar, maka tidak akan ada ampunan bagi yang membocorkan berita tersebut.


"Bagaimana, Dok? Apa sudah ada perubahan kondisi anak saya?" tanya Agatha begitu dokter selesai memeriksa Christie.


"Kondisinya sudah stabil, akan tetapi detak jantungnya masih sangat lemah. Terjadi komplikasi pada jantung dan ginjalnya. Kami sudah berusaha sebaik mungkin, hasilnya kita serahkan saja pada Tuhan. Semua yang terjadi pada kita tidak terlepas dari campur tangan-Nya." jawab dokter yang memeriksa Christie dengan pasrah.


"Keadaan rahimnya bagaimana, Dok?" Agatha kembali bertanya karena takut rahim Christie rusak akibat kejadian ini.


"Rahimnya alhamdulilah tidak terjadi masalah, karena langsung mendapat penanganan. Hanya saja, jantung si pasien memang memiliki riwayat kelainan tanpa disadari. Begitu juga dengan ginjalnya, dilihat dari hasil pemeriksaan. Si pasien memang kurang mengkonsumsi air putih, lebih banyak mengkonsumsi minuman mengandung pewarna, pemanis dan kafein. Itulah yang menjadikan penyebab adanya komplikasi pada jantung dan ginjal." Dokter kembali menjelaskan bagaimana keadaan yang sebenarnya.


"Baiklah, Dok. Terima kasih sudah berusaha menolong anak saya," ucap Agatha sambil menyalami tangan dokter tersebut.


"Sama-sama, Bu. Do'akan saja semoga secepatnya bisa tersadar dari komanya!" jawab dokter itu.


Sepeninggal dokter itu, Agatha pun duduk di kursi yang berada di sebelah ranjang.


"Kamu kenapa ceroboh sekali? Jadi perempuan seharusnya kamu bisa menjaga kehormatanmu. Kenapa tidak pernah cerita pada Mommy? Kalau kamu menceritakan dari awal tentang masalahmu, mungkin ini tidak akan terjadi." monolog Agatha sambil memandang anaknya yang terbaring lemah tak berdaya.

__ADS_1


Selama Christie berada di rumah sakit, tidak sekalipun pak Dewa datang berkunjung. Setiap kali Agatha memintanya untuk mengunjungi Christie, selalu dijawab sibuk.


Pak Dewa membatasi bertemu dengan Agatha, ingin berpisah. Akan tetapi keadaan saat ini tidak memungkinkan untuk mengajukan gugatan. Dia masih memiliki hati, tidak akan tega menyakiti orang yang sudah membuatnya sakit hati. Oleh karena itu, pak Dewa mengundurkan pengajuan gugatan cerainya.


__ADS_2