Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
UJIAN DIAWAL KEHAMILAN


__ADS_3

Usia kehamilan dya sudah memasuki 10 Minggu ,mual muntahnya sedikit berkurang ,dan bisa sedikit makan ,Adi begitu protektif ,begitupun Bu Broto jangan ditanya lagi,begitu banyak peraturan nya 🤭🤭,tapi dya menanggapinya dengan rasa syukur,setiap pagi Adi membuatkan susu untuk dya sebelum berangkat ke kantor dipastikan semua kebutuhan dya terpenuhi


" mas hpnya bunyi ......" kata dya saat menemani makan pagi suaminya,Adi melihat hpnya " siapa yang telpon pagi pagi .?"guman adi...ketika nama Rosa yang terlihat langsung dilouspeker....


" yaaa...assalamualaikum,ada apa?"tanya adi Tampa basa basi.


" aku sudah lahiran mas tolong kerumah sakit" suara Rosa diseberang


" ok,aku absen ke kantor baru ke rumah sakit" jawab Adi


" tidak bisakah kau ambil cuti mas...." tanya Rosa merajuk


" cutiku sudah habis ,assalamualaikum" Adi menutup teleponnya cepat.


" nggak langsung nengok m Rosa dulu mas?" tanya dya pelan


" nggak,nanti aja....udah diminum susunya Dy !"


" jangan lupa vitaminnya ya...!" kata Adi lembut


" masalah Rosa jangan kuatir ....insyaallah mas sudah ada jalan keluar" kata Adi sambil mengelus kepala dya yang tertutup jilbab.dya mengangguk tersenyum lembut.

__ADS_1


" iya mas,jangan terbawa emosi ya ...,nanti kalau m Rosa beneran nggak mau merawat bayinya, bawa pulang aja mas aku yang rawat..." kata dya tersenyum tulus.


" ok kita lihat gimana nanti yaa Dy....mas berangkat dulu,assalamualaikum!" jawab Adi dan melangkah keluar setelah dya mencium tangannya.diruang tengah p Broto sedang menikmati kopi


" berangkat di?,bapak dengar Rosa sudah melahirkan?!" ucapnya saat Adi melintas di ruang tengah


" njih pak," jawab Adi


" selesaikan segera masalah kalian,kau beruntung istrimu begitu pengertian...." kata p Broto


" jih pak,Adi berangkat dulu" pamit Adi menyalami ayahnya dan segera berangkat


" hati hati nak ..."ucap Bu Broto yang bertemu Adi dihalaman depan


Siang itu di rumah sakit tempat Rosa melahirkan,terlihat Adi memasuki kamar dimana Rosa dirawat


" assalamualaikum ......." ucap Adi begitu memasuki kamar.


" waalaikumsalam....."jawab Tante Mirna ibu Rosa


" walaikumsalam masuk nak Adi ..." jawab p Irwan

__ADS_1


" njih pak ,Bu,......."jawab Adi


"saya telah membayar semua administrasinya,jangan kuatir" kata Adi langsung pada intinya


" maaf bapak,ibu setelah ini saya tetap akan berpisah dengan Rosa,untuk alasannya saya rasa bapak dan ibu sudah paham!" ucap Adi tegas


" mas....aku nggak mau pisah..!" seru Rosa mulai menangis


" saya tidak suka di hianati." jawab Adi


" bawa anak ini ,kalau kamu tetap akan berpisah!" seru Rosa emosi.


" Rosa ! apa yang kau katakan?!" seru p Irwan ,tidak menyangka putrinya Setega itu ...?,sedang Bu Irma menangis disisi putrinya


" kenapa kau bertindak bodoh nduk?!" tanya Bu Irma disela tangisnya ,sedang Rosa tak menjawab sedikitpun.


" nak Adi,bapak mengerti bila nak Adi memutuskan berpisah dan tidak akan menahan nak Adi,karena memang Rosa yang salah,maafkan putri saya nak" kata p Irwan


" njih pak ,saya juga tidak keberatan merawat anak itu bila Rosa tidak mau merawat anaknya" kata Adi


" dimusyawarahkan dulu pak,biar tidak jadi penyesalan,saya permisi dulu,assalamualaikum...." kata Adi sambil menyalami p Irwan dan menganggukkan kepalanya pada bibirnya kemudian melangkah keluar kamar ,untuk kembali ke kantornya.

__ADS_1


" Alhamdulillah ya Alloh Engkau mudahkan segala urusan hamba...." ucap syukur Adi ,kemudian melajukan mobilnya kearah kantor.


__ADS_2