
Setelah tiba di ruko, aku mempersiapkan semuanya hingga tak berapa lama teman-teman ku datang.
"Nih kalian pada makan dulu !" sambil memberikan nasi bungkus pada mereka
"Wah enak nih, ayo kalau gitu kita makan bersama !" ajak Arif
"Aku sudah tadi sama Dian, kalian makan dulu aja !"
"Lah, masa kita aja yang makan ? Masa bos nya gak ikut makan ?"ucap Dimas
"Beneran udah, kalau gak percaya tanya aja Dian"
"Iya beneran Kak, kami sudah di rumah makan tadi"
"Masa kamu cuma lihatin aja Yas ?" tanya Adin
"Gak apa-apa, kalian pada makan aja. Aku mau lanjutin dulu memahat pesanan Pak Ardi dan Pak Rudi"
"Yaudah Yas kalau gitu"
Tak berapa lama anak-anak datang, mereka aku suruh untuk makan dulu. Tempatnya jadi ramai saat semuanya telah datang, Pak Jamal sendiri setelah warungnya tutup akan ke ruko. Aku senang dengan semua ini, aku lihat wajah mereka yang tersenyum bahagia dan saling bercanda. Aku sendiri semakin bersemangat dalam berkarya, aku ingin membuat karya terbaik akan ku kerahkan semua kemampuan ku.
Singkat cerita, alhamdulilah usahaku semakin maju. Sekarang aku duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 2, semuanya berjalan dengan lancar. Aku sedang membangun rumah untuk anak-anak jalanan, agar mereka mempunyai tempat tinggal dan tidak tidur di sembarang tempat lagi. Orangtua ku sendiri di kampung, usaha kelontongan nya lancar. Walaupun sampai saat ini Ibuku masih tetap sama, dia selalu saja meminta uang dan dia sering menghambur-hamburkan nya. Tapi walaupun seperti itu, rezeki ku selalu ada karna memang membantu orang tua ieu pahalanya besar. Ayahku semakin mahir menggunakan kaki palsunya, aku senang beliau sehat selalu. Pak Jamal sendiri sekarang membuka toko kelontongan, yang letaknya berada di ruko ku sengaja agar kita kerjanya dekat. Adik ku Agus, sekarang sekolah di sekolah khusus. Aku juga sedang mencari cara agar Agus bisa sembuh, minimal dia bisa berbicara secara normal. Sedangkan adikku Yudi, dia masih di penjara. Tahun ini, aku berencana ingin menyekolahkan anak-anak, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Semuanya ada 14 orang, bismillah saja semoga ada rezekinya untuk mereka.
"Alhamdulillah ya Yas, dalam setahun ini usahamu lancar dan terus meningkat" ucap Tomi
"Iya Tom alhamdulilah, semua ini berkat kalian juga yang sudah membantu"
"Berkat bekerja disini, sekarang aku bisa membantu orangtuaku Yas, aku juga bisa membantu biaya sekolah adik-adik ku. Makasih ya Yas, aku sangat bahagia bisa bekerja disini" ucap Arya
"Iya sama-sama Ya, kamu sendiri sudah berusaha. Kerja kamu cekatan dan rajin Ya aku yakin kamu akan jadi orang sukses"
"Aamiin, kalau bisa sih pengen seperti kamu, masih muda tapi sudah sukses"
"Belum Ya, belum bisa di katakan sukses tapi sudah cukup"
"Iya Yas, perjuangan kamu sungguh luar biasa dari nol dulu semuanya bertahap"
"Aku juga sudah punya motor hasil nabung kerja disini, makasih ya Yas kamu sudah banyak membantu kita semua" ucap Adin
__ADS_1
"Sama-sama, ini juga karna kerja keras kamu Din. Aku gak bisa melakukannya sendiri, kalian teman terbaik"
"Kamu sudah membuat kita memanfaatkan waktu dengan baik dan bermanfaat. Dari pada main dan nongkrong-nongkrong, mending kerja gini bisa menghasilkan uang" ucap Dimas
"Iya, kalau pengen apa-apa gak perlu lagi minta sama orang tua. Bisa beli apa saja yang diinginkan, mantap banget pokoknya" ucap Jefri
"Alhamdulillah aku seneng kalau semua ini bisa bermanfaat untuk kalian, tapi jika nanti kita sudah lulus sekolah mungkin jalan hidup kita berbeda. Walaupun demikian, kita harus bisa menyempatkan waktu untuk bersama ya, pokoknya awas saja jangan sombong dan lupa sama teman sendiri"
"Gak bakal dong Yas, kita kan sahabat selamanya walaupun nanti saling berpencar dan masa depan kita berbeda, kita tidak akan pernah berpisah" ucap Arya
"Betul Yas, masa depan nanti gak ada yang tau akan seperti apa. Yang jelas, kita pasti akan selalu seperti ini" ucap Arif
"Aku juga seneng Kak, sejak kerja disini gak pernah kelaparan lagi. Kerjanya juga enak gak panas-panasan"ucap Dian
"Iya Kak, aku juga senang gak panas-panasan lagi. Tidurnya juga gak di luar lagi, biasanya aku suka tidur di lantai luar di depan toko atau di kolong jembatan sekarang bisa tidur di kasur tidak pernah kedinginan dan kepanasan lagi"
"Sama-sama dek, kakak lagi bangun rumah untuk kalian tempati. Sekarang untuk sementara tinggal di ruko dulu ya nanti kalau rumahnya sudah jadi, kalian bisa menempati rumah nya"
"Yang bener kak, horeeeee"
"Asiiiiiiiiiiiiiiikk....."
"Horeeeeeeeeee...."
"Rumah baru.. Rumah baru... Rumah baru.. "
Semua anak-anak sampai loncat-loncat, setelah aku memberitahu mereka kalau mereka akan punya rumah. Aku bahagia melihat mereka tersenyum, semoga semuanya berkah dan lancar. Justru biasanya do'a anak yatim dan piatu seperti mereka do'a nya akan di kabulkan. Hingga kemudian, handphone ku berbunyi ada telpon dari Ibuku
"Assalamu'alaikum Bu"
"Wa'alaikumsalam, ini Ayah Yas"
"Ayah ada apa ?" dari suara Ayah seperti panik
"Ibu kamu Yas, dia kecelakaan saat pulang belanja"
"Apa ? Astagfirullah, lalu gimana keadaannya Yah ?"
'"Sekarang kita lagi di rumah sakit Yas, Ibu kamu masih belum sadar"
__ADS_1
"Astaghfirullah, di rumah sakit mana Pak ?*
"Rumah sakit menggapai mimpi Yas"
"Oh iya Yah, sekarang aku kesana"
"Iya, hati-hati nak di jalannya !"
"Baik Yah, kalau gitu aku mau siap-siap dulu ! assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam, iya Yas"
Aku langsung segera bersiap-siap, aku tinggalkan dulu pekerjaan ku.
"Ada apa Yas ? kenapa kamu sedih gitu?" tanya Tomi
"Ibu aku kecelakaan Tom, mungkin aku mau pulang dulu !"
"Innalilahi, iya Yas silahkan hati-hati di jalannya !" ucap Dimas
"Memangnya sekarang ada dimana ?" tanya Arif
"Kata Ayah lagi di rumah sakit Rif"
"Kalau gitu aku ikut !" ucap Adin
"Aku juga pengen lihat" ucap Jefri
"Yaudah ayo kalau kalian mau ikut !" ucapku
Akhirnya kita semua ikut, kita menyudahi dulu. Mungkin kecuali anak-anak yang menunggu di ruko. Kita langsung segera bersiap-siap dan kemudian langsung pergi ke rumah sakit, aku sendiri sangat merasa sedih hingga kemudian kita sudah sampai. Aku langsung menghubungi Ayah dan mencari nomor ruangannya.
"Yah, aku sudah sampai di rumah sakit. Ibu berada di ruang apa ?"
"Kamu kesini aja di ruang tunggu lantai 3, Ayah tunggu kamu"
"Iya Yah, aku segera kesana"
Kita langsung segera menuju lantai tiga, aku benar-benar sangat panik dan sedih. Ya Allah semoga ibu baik-baik saja, aku sangat cemas hingga akhirnya kita sudah berada di lantai tiga. Kita semua segera menemui Ayah yang sedang menungguku di luar.
__ADS_1