Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Investasi


__ADS_3

Rezeki itu memang datang tak terduga, setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan.


"Pak Ardi jadi diluar, ayo ke dalam !" ajak Pak Jamal


"Terima kasih Pak, enakan di luar aja sambil lihatin Ilyas. Kalau lihat sepertinya mudah ya padahal sulit banget"


"Iya, lihat tangan-tangannya itu lihai banget sepertinya sudah ada gambaran di otaknya"


"Bener Pak, sudah bisa lihat tanpa harus mikir-mikir langsung di ukir-ukir aja"


"Itu kayu nya terlihat lunak banget ya nak ?"


"Hee mungkin karna pisaunya tajam Pak"


"Oh ya nanti sekalian beli satu set pahat biar makin gampang mahatnya, kan alat pahat itu ada beberapa jenis sekalian beli alat-alat lainnya seperti mesin scroll saw, jig saw dan mesin bor"


"Iya nak tapi kamu cuma pakai pisau aja bisa bagus gitu apalagi pakai pahatan"


"Iya benar-benar sudah jago"


"Biasa aja ko Pak, awalnya cuma percobaan aja ini makanya gak pakai pahat"


"Tapi besok beli ya semua alat-alatnya, termasuk buat kerajinan yang lain juga. Pokoknya nanti alat-alatnya yang kamu butuhkan langsung beli"


"Duh aku jadi benar-benar gak enak Pak terlalu banyak yang sudah Bapak berikan untuk ku"


"Gak apa-apa, selagi tujuannya untuk yang bermanfaat kan. Lagian nanti Bapak yakin, dari yang kita beli akan menghasilkan sebuah karya seni yang bagus dan bernilai jual tinggi"


"Aamiin mudah-mudahan Pak"


"Kalau misal nanti usaha kamu maju, buka toko juga agar orang-orang bisa membeli secara langsung. Dan nanti di kirim juga lewat online seperti sekarang ini"


"Iya Pak, ya Allah mudah-mudahan Pak aku punya toko sendiri"


"Aamiin kalau kita berusaha dan bersungguh-sungguh insyaallah akan terwujud"


"Aamiin ya Allah"


Setelah cukup lama, Pak Ardi pamit pulang.


"Bapak gak bisa lama-lama nih, mau pulang dulu !"


"Ko buru-buru Pak, jadi gak enak dari tadi di luar terus" ucapku


"Gak apa-apa, kesini juga cuma sekedar ingin tau rumahnya Ilyas"

__ADS_1


"Hati-hati Pak, maaf ya gak di suguhin apa-apa" ucap Pak Jamal


"Gak apa-apa, ini juga sudah cukup. Besok Bapak kesini lagi mungkin setelah Farid pulang sekolah aja ya ?"


"Iya Pak, nanti aku hubungin Bapak"


"Ok kalau gitu, assalamu'alaikum !"


"Wa'alaikumsalam"


Setelah Pak Ardi pergi, aku juga melanjutkan pekerjaannya besok karna sudah sore. Esok harinya aku ingin memberitahu kabar ini pada teman-temanku, mereka pasti senang. Setiap hari aku selalu jalan kaki pergi ke sekolah karna memang jarak ke sekolah tidak terlalu jauh. Saat sedang berjalan, aku merasakan ada sesuatu di belakang aku segera menghindar dan ternyata


"Dhugggghhhh..... !"


Sebuah mobil yang berjalan kencang hampir saja akan menabrak ku, aku lihat mobil itu seperti kehilangan kendali. Jalannya tidak beraturan, aku langsung berlari dan cepat menghentikan mobil itu. Aku tarik mobilnya yang akan menabrak kendaraan lain di depannya.


"Ckiiiiiiiiitttttt.... !"


Mobilnya berhasil aku hentikan, orang-orang berkumpul karna hampir saja terjadi kecelakaan. Aku langsung memeriksa orang yang menyetir mobil itu, aku membuka mobilnya.


"Bapak gak apa-apa ?"


Setelah aku lihat ternyata Pak Kades Ayahnya Sandi.


"Kamu ? Ngapain kamu disini ?"


"Kenapa ? Saya harus berterima kasih gitu sama kamu, karna kamu menyelamatkan ku ? Enak aja, tanpa bantuan dari kamu juga mobilnya sudah mau berhenti. Pergi sana, jangan dekat-dekat !"


"Enggak Pak Ilyas cuma ingin memastikan keadaan Bapak baik-baik saja"


"Alah jangan so baik, saya gak butuh belas kasihan dari orang yang derajatnya lebih rendah dari saya. Pergi sana !"


"Iya Pak, maaf kalau gitu"


Akupun pergi dan segera menuju ke sekolah, aku cuma bisa bersabar aku tidak akan tersinggung atau merasa dendam. Aku do'akan agar Pak Kades baik-baik saja dan selamat sampai tujuan. Padahal sudah sangat lama tapi mereka masih tidak suka padaku, Sandi sendiri sekarang ini sudah tidak berbuat ulah lagi. Semoga saja dia berubah tidak akan mencelakaiku lagi. Akhir semester nanti di sekolah akan melakukan lomba-lomba. Aku sendiri ikutan beberapa lomba diantaranya matematika, olahraga dan menyanyi. Saat istirahat, aku akan memberitahu teman-teman soal nanti sepulang sekolah.


"Hei kita kumpul yu di kantin ada yang ingin aku bicarakan sama kalian !"


"Wah kelihatannya lagi seneng nih kalau dari raut mukanya" ucap Arya


"Hehe iya ada kabar gembira"


"Wah yang bener, ayo jadi gak sabar !" ucap Tomi


Kita semua berkumpul di kantin, aku tidak sabar ingin memberitahukan ini pada teman-temanku.

__ADS_1


"Apa Yas kabar gembiranya ? Kamu menang togel ?" tanya Jefri


"Enak aja, jadi gini kemarin kan ada Pak Ardi datang ke rumah. Itu, orang yang sudah menolongku membantu membiayai operasinya Bu Nana. Jadi dia itu mau investasi, nanti pulang sekolah akan belanja barang-barang dan semua perlengkapan untuk buat kerajinan. belinya juga bukan sedikit tapi bakal banyak. Bukan cuma itu mau beli perlengkapan juga untuk kerajinan baru memahat, dengan begitu kalian akan terus bisa bekerja dan kali ini akan di gajih. Yang ini jangan ada yang protes, pokoknya kalian akan dapat bagian juga"


"Yang bener Yas ? Alhamdulillah aku senang Yas dengan begitu kita akan kembali lagi seperti biasa" ucap Arya


"Ini benar-benar kabar baik Yas, Pak Ardi itu baik banget ya" Ucap Adin


"Iya, beliau itu memang sangat baik. mudah-mudahan aja nanti usaha nya maju dan kita semua akan sukses"


"Aamiin, kalau memang seperti itu aku sendiri ikut seneng Yas tapi kalau bukan dari Pak Ardi juga akan tetap bantu kamu. Kita ini gak mengharapkan imbalan Yas, bantu kamu aja udah seneng" ucap Arif


"Iya Yas, kalau nanti usahanya sukses lebih seneng lagi. Kita akan jadi pembisnis muda, masih sekolah sudah sukses semua" ucap Arif


"Aamiin, tapi aku mau tanya kalian bikin kerajinan ada hobi gak atau memang keinginan kalian. Takutnya gini, contohnya Adin sukanya pengen jadi polisi dan usaha gini kurang pas gitu. Aku mau sesuai cita-cita kalian dan yang kalian mau, gak mau memaksa jangan gara-gara aku teman kalian jadinya gak enak"


"Kalau soal itu gimana kedepannya Yas, kita belum tau mau jadi apa nanti. Sekarang ini kita sama-sama belajar dulu, belajar berbisnis jadi ada pengalaman untuk kedepannya. Kan lumayan juga dari pada main, nongkrong-nongkrong mending kita melakukan sesuatu yang berguna seperti sekarang ini" ucap Arya


"Bener Yas, aku sendiri belum tau nanti akan jadi apa. Untuk sekarang ini kita sama-sama membantu, masa depan gak ada yang tau gimana. Kamu sendiri nantinya gak tau gimana" ucap Tomi


"Yang jelas, kita ini bantuin kamu buat kerajinan sambil belajar. Jujur aja aku gak bisa bikin kerajinan tapi kalau belajar dulu dari kamu pasti bisa" ucap Dimas


"Makasih ya, intinya sekarang ini selama kita masih sekolah biar kalian ada kegiatan. Ada pemasukan juga untuk jajan dan bisa bantu orangtua, kalau nanti kita sudah lulus mungkin ada yang mau langsung kerja atau kuliah itu nanti gimana kalian nya aja. Kita memang belum tau nantinya gimana"


"Bener Yas, sekarang kita sama-sama dulu aja. Berarti nanti pulang sekolah kita langsung ke rumah kamu ya ?" ucap Arya


"Iya, tapi mungkin barang kali mau ikut belanja nya atau mau nungguin di rumah ?"


"Sepertinya sebagian aja deh, nanti sebagian lagi nungguin di rumah" ucap Arif


"Aku pengen ikut ah, sambil jalan-jalan" sahut Tomi


"Aku juga pengen ikut" jawab Adin


"Iya boleh, mau ikut semuanya juga boleh kan kita naik mobilnya Pak Ardi"


"Wah seru tuh, kalau gitu kita berangkat semua deh" ucap Tomi


"Tapi kebanyakan kalau semuanya kayak mau demo aja" ucap Dimas


"Haha iya juga, gimana nanti aja deh" ucap Jefri


"Bel udah bunyi tuh kita masuk kelas dulu ! Nanti pulang sekolah kita kumpul" ucapku


"Ok Yas siap" ucap Arya

__ADS_1


"Mudah-mudahan nanti bakal di traktir makan" ucap Jefri


Kita semua tertawa, mudah-mudahan awal modal dari Pak Ardi akan membuat bisnis ini sukses. Pasti kedepannya akan banyak cobaan dan rintangan lagi tapi aku harus tetap semangat tidak boleh menyerah.


__ADS_2