
Selama 3 tahun ini, aku mengikuti beberapa perlombaan bukan hanya matematika saja tapi beberapa bidang study lainnya. Saat lulus sekolah nanti aku mendapatkan beberapa beasiswa untuk kuliah malah sampai S3, kuasa Allah begitu nyata. Sekali rezeki yang Allah berikan, maka rezeki itu tak terhingga banyaknya. Aku mendapatkan beberapa kesempatan untuk kuliah di luar negeri, termasuk di Indonesia juga aku mendapatkan beasiswa di beberapa universitas ternama. Alhamdulillah aku sudah mendapatkan beberapa penghargaan yang aku raih, ini semua berkata do'a orangtuaku dan do'a orang-orang yang dekat denganku. Tanpa mereka aku bukanlah apa-apa, teman-teman ku sendiri mereka akan melanjutkan kuliah kecuali Arya dia ingin langsung bekerja. Aku berfikir saat nanti aku kuliah, aku percayakan toko ku pada Arya. Dia tidak ingin bekerja di tempat lain lagi, dia sendiri sudah mahir dan kerjanya bagus. Selama ini dia orangnya sangat jujur, kerjanya rapi dan gesit aku suka cara kerjanya. Mungkin bukannya aku pilih kasih, di antara semua temanku dialah yang paling rajin dan semangat. Makanya dia pandai saat aku ajarin memahat dan merakit elektronik dengan kerajinan tangan. Dia lebih cepat bisa dan hafal di bandingkan dengan teman-teman ku yang lain. Mungkin nanti semuanya akan kuliah dan tidak akan bekerja di tempatku tapi kata mereka akan tetap mengunjungi tempat kerjaku saat ada waktu senggang. Mungkin nanti hanya ada Arya saja yang akan menetap, di tambah karyawan-karyawan lainnya. Saat ini aku sendiri sering mengikuti lomba-lomba yang membuat aku jarang berada di tempat kerja. Aku juga kadang menemani temanku yang punya bakat seperti Lastri, aku mengantar mereka ke tempat yang sesuai dengan keahlian mereka.
"Ya, kamu memangnya nanti setelah lulus sekolah gak akan nyari kerjaan lagi gitu, mungkin pengen yang lebih dari sekarang"
"Enggak Yas, aku sudah betah kerja di tempat kamu. Menurutku kerja di tempat kamu juga sudah lebih dari cukup, kamu sangat baik kan jarang nantinya aku akan punya bos yang sebaik kamu. Selama bekerja di sini, aku bisa membiayai adik-adik ku sekolah, aku juga bisa membantu orangtuaku. Bukan cuma itu, aku sudah bisa merenovasi rumah, buka warung kecil-kecilan di depan rumah untuk Ibuku dan aku juga sudah punya motor. Aku sangat bahagia Yas, aku sangat-sangat berterima kasih sama kamu, berkat kamu sekarang hidupku menjadi lebih baik. Dulu aku hanya bisa merepotkan mereka saja, aku tidak bisa membantu mereka apalagi saat Ayah sakit. Waktu itu kamu membantuku membawa Ayah ke rumah sakit dan menawarkan aku pekerjaan di tempat kamu. Kamu itu seperti malaikat ku, kamu penolongku Yas aku tidak tau harus gimana lagi untuk membalas semua kebaikan kamu"
"Itu semua rezeki dari Allah Ya, aku cuma perantara saja. Semua ini berkat kerja keras kamu, ketekunan kamu dan semangat kamu. Aku kagum sama kamu Ya, dari awal kerja kamu sangat rajin, kamu itu ulet dan gak gampang menyerah. Kamu juga pintar, aku senang bisa kerja sama kamu. Jika aku lagi ada keperluan kamu yang meneruskan pekerjaan ku kerja kamu bagus dan rapi"
"Hee terima kasih Yas, aku semangat kerja karna aku ingin keluargaku bahagia. Aku ingin mereka tidak kesusahan lagi, aku gak mau mereka kelaparan lagi. Maka dari itu aku bersemangat, kasihan Ayahku sudah sering sakit-sakitan maka aku sebagai anak paling besar harus bisa menggantikan Ayah"
"Niat kamu sungguh mulia Ya, makanya jerih payah kamu jadi berkah. Besar pahalanya jika kita bisa membahagiakan orang tua, sebentar lagi kan kita lulus sekolah ya. Kemungkinan aku akan mengambil kuliah di luar negeri Ya, dan bisnis ini aku serahkan sama kamu untuk sementara waktu. Aku ingin kamu yang mengelola nya, aku percayakan semuanya sama kamu"
__ADS_1
"Tapi Yas, masa aku yang mengelolanya aku merasa tidak pantas. Aku tidak bisa Yas, biarkan aku jadi karyawan biasa saja"
"Enggak Ya, kamu pantas ko. Kan untuk sementara ini selama aku kuliah, kan tidak ada lagi yang bisa hanya kamu aja. Teman-teman yang lain juga mereka tidak seperti kamu yang sudah bagus kerjanya. Nanti keuntungannya kamu yang ambil, bagi dua saja nanti kamu berikan pada Ayahku dan Pak Jamal dan toko yang satunya aku serahkan sepenuhnya sama kamu"
"Tapi Yas kalau 50 % terlalu besar, keuntungan dari 5% aja sudah sangat banyak lebih dari upahku sebulan apalagi 50 % terus di tambah lagi dari toko yang satunya masa aku yang ambil semua"
"Terima saja, ini sudah rezeki kamu Ya. Pokonya kamu harus terima, kan nanti akan ada beberapa cabang lagi di bangun. Kalau cabangnya sudah di bangun, kan masih ada beberapa toko lainnya, nanti setelah aku pulang dari luar negeri mungkin selain mengembangkan bisnis kerajinan aku juga bekerja di instansi pemerintah jadi nanti kamu kembangkan bisnis kita"
"Ya Allah Yas, aku benar-benar gak tau harus ngomong apa lagi. Ini semua seperti mimpi, aku sangat berterima kasih sama kamu. Berarti nanti gelar kamu akan jadi doktor ya kamu kan langsung ngambil S3. Ya Allah kamu akan jadi orang besar nanti Yas, kamu benar-benar hebat. Kamu memang sangat pintar orangnya, kamu sangat cerdas terutama dalam bidang matematika, fisika dan kimia. Itu semua mata pelajaran paling susah tapi kamu justru sangat mahir"
"Alhamdulillah Ya, aku sendiri seperti mimpi akan seperti ini. Aku bahagia sebentar lagi bisa mewujudkan mimpiku, aku tidak akan pernah lupa kepada orang yang telah membuatku menjadi seperti ini. Orangtua kamu pasti bangga Ya, kamu juga akan jadi orang sukses. Aku yakin kalau usaha ini akan semakin berkembang nanti kamu yang kelola. Tapi aku berpesan tolong kamu sisihkan kamu berikan sama orang-orang yang tidak mampu, anak-anak jalanan dan mereka yang membutuhkan. Rezeki kita akan terus mengalir jika kita sering bersodakoh, seperti kata aku dulu mungkin dulu senyum aja sudah merupakan ibadah, nah sekarang dari hasil usaha kita ada hak untuk mereka yang harus kita keluarkan"
__ADS_1
"Iya aku mengerti Yas, aku sendiri merasakannya gimana rasanya di tolong. Saat kita benar-benar sangat membutuhkan ada orang yang menolong kita, rasanya seperti ada malaikat yang membantu. Pasti mereka juga demikian, mereka yang sangat membutuhkan akan sangat terbantu. Pahalanya akan sangat besar sekali walaupun jumlahnya tidak seberapa asalkan kita ikhlas memberikannya"
"Bener banget Ya, itu aja sih pesanku kalau yang lainnya aku sudah percaya sama kamu. Teman-teman kita juga pasti akan bahagia, oh ya aku juga tidak enak sama mereka mungkin kita juga harus memberikan rezeki kita pada mereka karna mereka sudah berjasa dalam bisnis ini"
"Kalau itu serahkan padaku Yas, aku sudah punya cara untuk mereka. Kita kan menanggungnya bareng-bareng jadi jadinya juga harus bisa dinikmati bersama"
"Iya Ya, tapi mereka mungkin nanti akan bekerja dalam bidang lain. Mereka punya impian masing-masing, aku harap semuanya akan jadi orang hebat semua"
"Aamiin Yas, aku jadi membayangkan nanti kita akan kumpul-kumpul lagi setelah semuanya sukses"
"Pasti Ya, kita ini sahabat akan terus bersama"
__ADS_1
Aku harap impian ini akan terus terwujud, tidak ada lagi cobaan dan rintangan yang menghadang. Walaupun nanti pasti akan ada cobaan, aku harap bisa menyelesaikan.