Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bab 56


__ADS_3

Rahma bingung melihat dua bersahabat yang sudah seperti saudara itu sekarang bermusuhan. Dia memberanikan diri untuk bertanya pada Rio melalui pesan. Tidak sopan memang tapi hanya itu cara yang bisa saat ini untuk menjawab rasa ingin tahunya.


Rio menjawab pertanyaan Rahma hanya dengan kata tidak tahu, Frans tiba-tiba mengamuk tidak jelas apa penyebabnya. Rio akan menunggu emosi Frans reda, baru kemudian dia akan menanyakan kenapa tiba-tiba moodnya jelek.


Setelah mengetahui jawaban dari Rio, Rahma pun semakin bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi pada mereka berdua. Tidak mungkin jika tidak ada masalah tiba-tiba Frans mengamuk tanpa sebab.


Rahma tidak mau pusing memikirkan masalah yang dihadapi kedua teman sekaligus majikannya itu. Dia memilih memikirkan tawaran dari beberapa dosen. Setelah memikirkan dengan matang akhirnya dia memutuskan untuk mengambil tawaran tersebut.


"Rahma! Tolong buatin minum." teriak Frans dari depan kamar Rahma.


"I-iya, Kak!" sahut Rahma sambil berteriak karena terkejut tiba-tiba Frans minta dibuatkan minum.


Rahma pun keluar dari kamarnya untuk membuatkan minum Frans.


"Kakak mau minum apa?" tanya Rahma ketika sudah berada di depan Frans.


"Apa aja yang penting seger!" jawab Frans ketus.


"Berarti pakai es ya, Kak?" tanya Rahma lagi takut salah.


Sejak melihat kemarahan Frans tadi, Rahma menjadi takut membuat kesalahan. Setiap ada kesalahan pasti Frans akan mengamuk.


"Minuman yang segar aja tidak tahu, percuma saja predikat nilai cumlaude!" bentak Frans ketus.


Rahma mengusap da danya pelan mendengar bentakan Frans. Baru kali ini Frans berkata kuat dan membentaknya. Rahma berjalan ke dapur sambil menahan isak tangisnya. Selama ini Frans dan Rio selalu berkata lembut padanya, sehingga Rahma merasa jika mereka seperti keluarga yang saling menjaga dan tidak menyakiti. Rahma mencoba menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sabar, Rahma! Mungkin Frans sedang ada masalah sehingga emosinya tidak terkontrol."


Rahma membuat jus buah naga kesukaan Frans, kemudian dia mengantarkannya ke kamar Frans sesuai perintah.


"Kak, ini minumnya!" teriak Rahma sambil mengetuk pintu kamar tapi tidak ada sahutan, lalu Rahma mendorong pintu menggunakan kakinya.


Pintu kamar Frans ternyata tidak terkunci sehingga Rahma bisa masuk. Rahma meletakkan gelas di atas meja nakas di samping tempat tidur. Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi. Akhirnya Rahma pun keluar setelah meletakkan minuman di atas meja.


*


*


*


Pagi-pagi sekali Rahma bangun menyiapkan sarapan untuk Frans dan melakukan aktifitas lainnya. Rahma pergi setelah membangunkan Frans dari tidurnya dan menyiapkan baju ganti.


Sesampainya di kampus, Rahma menuju ruang administrasi untuk mengetahui jadwal para dosen yang menawarkan pekerjaan padanya.


Setelah mengetahui jadwal para dosen tersebut, Rahma mengikuti kuliah. Selesai kuliah dia menjumpai dosen yang kebetulan ada kelas hari ini.


"Rahma!" panggil Rio saat Rahma melintas di depannya.


"Eh, ada apa?" jawab Rahma sambil menoleh ke arah Rio.


"Ada yang mau Gue omongin. Kantin yuk!" ajak Rio.

__ADS_1


"Sebentar aja ya! Takut tuan muda ngamuk lagi." jawab Rahma sambil bergidik mengingat kemarahan Frans tempo hari.


"Iya, bentar aja. Jangan khawatir!"


"Okeh!" ucap Rahma riang sambil kakinya terus mengayun ke arah kantin kampus.


Mereka berdua berjalan beriringan sambil bercanda hingga tiba di kantin. Mereka memilih tempat duduk yang ada di pojokan agar tidak terganggu dengan pengunjung yang lain.


"Mau makan apa, hm?" tanya Rio saat petugas kantin datang untuk mencatat pesanan mereka.


"Minum aja deh! Nggak apa-apa 'kan?" jawab Rahma dengan senyum manisnya yang menggoda iman.


"Serius, nggak laper?"


"Ngng, gorengan aja deh sama orange jus."


Rahma memilih gorengan aja karena dia belum ingin makan makanan berat.


"Mie ayam bakso 1, orange jus 2, gorengan 5." kata Rio pada petugas kantin.


"Nggak sempat makan tadi sebelum ngampus!" ucap Rio saat Rahma menunjukkan wajah terkejut dengan pesanannya.


"Oh!" jawab Rahma singkat.


"Lo sudah ambil tawaran buat jadi asdos?" tanya Rio, akhirnya.

__ADS_1


"Baru satu aku iyakan, masih nunggu jadwal mereka keluar dulu. Nanti kalau bisa menyesuaikan ya ambil beberapa." jawab Rahma sambil tersenyum memperlihatkan giginya.


"Serakah itu namanya! Ambil aja yang paling Lo kuasai." saran Rio


__ADS_2