
Pagi-pagi sekali Frans keluar rumah untuk mencari Rahma. Sepanjang sisa malam saat dia terbangun tidak bisa tidur lagi memikirkan Rahma. Frans masih bingung kenapa Rahma tiba-tiba pergi dari rumahnya tanpa pamit.
"Kamu kemana sih? Kenapa kabur dari rumah?"
Frans merasa bersalah dengan kepergian Rahma. Dia berusaha mencari Rahma ke tempat yang sering mereka bertiga datangi. Hasilnya nihil.
Frans teringat dengan Rio, dengan menurunkan egonya dia menghubungi sahabat lamanya yang mulai renggang itu.
"Hmm." jawab Rio singkat dan tidak jelas.
"Rahma ada sama Lo?" tanya Frans dengan suasana hati yang resah sehingga tanpa sadar menggoyangkan kakinya.
"Ada. Lagi ada kelas nih. Sorry!" kata Rio sebelum menutup panggilan.
Frans langsung melihat jam di HP-nya, ternyata jam menunjukkan pukul sembilan pagi. Perutnya belum terisi sama sekali. Bahkan dia juga belum mandi. Tanpa pikir panjang lagi, Frans langsung melajukan motornya ke arah kampus.
Sesampainya di kampus dia mencari kelas yang digunakan oleh Rio dan Rahma kuliah. Saat bertanya pada mahasiswa yang kebetulan berada di depan kelas tersebut, ternyata kelas baru setengah jam dimulai dan akan berakhir satu jam ke depan karena mata kuliah berjumlah 3 SKS.
Frans pun meninggalkan kelas tersebut menuju kantin. Begitu tiba di kantin dia mengirim pesan pada Rio agar membawa Rahma ke kantin jika kuliah usai.
Setengah jam berlalu, makanan yang dipesan Frans pun telah habis. Takut kedua sahabat lamanya tidak mau mendatanginya, Frans memutuskan untuk menunggu di depan kelas.
__ADS_1
"Rio, Rahma! Bisa bicara sebentar?" ucap Frans begitu Rio dan Rahma keluar dari kelasnya.
"Ada apa?" tanya Rio heran, tiba-tiba saja Frans menemui mereka.
"Sorry, aku setengah jam lagi mengajar. Aku harus siapkan materi dulu. Permisi!" ucap Rahma sambil meninggalkan mereka berdua.
"Gue mau minta maaf ke Lo berdua, tapi sepertinya Rahma belum bisa maafin Gue," kata Frans sendu.
"Minta maaf? Nggak salah dengar Gue?" ledek Rio.
"Gue beneran mau minta maaf, Gue sudah salah paham sama kalian. Terus terang Gue cemburu lihat kedekatan kalian,"
"Sebenarnya dari dulu kita bertiga dekat, hanya saja sejak punya band, Lo menjauh dari kami. Merasa?" ujar Rio.
"Semoga Lo lekas sadar, siapa dia dan siapa kami di hati Lo!" pungkas Rio sambil berjalan menjauh meninggalkan Frans sendirian, duduk termenung di depan kelas.
Lama Frans terduduk lesu di sana, bahkan kelas itu sudah terisi lagi oleh mahasiswa dan dosen yang lainnya.
Flashback On
Frans yang kebingungan mencari Rahma pun akhirnya mendatangi kos-kosan Vani. Setahu Frans hanya Vani yang dekat dengan Rahma selain dirinya dan Rio. Sebenarnya dia dulu dengan Vani juga dekat, akan tetapi sejak dirinya fokus pada band-nya mereka jadi renggang.
__ADS_1
"Permisi, Bu. Vani ada?" sapa Frans pada ibu kos Vani.
Vani kos di sebuah kos-kosan kelas menengah ke atas, dengan fasilitas lengkap di dalam kamarnya. Akan tetapi, kos-kosan Vani bebas tamu lawan jenis boleh masuk hingga di depan kamar.
"Masih pagi sudah ngapel! Sudah kebelet ya?" celetuk salah satu penghuni kos di sini.
"Ada, lagi mandi mungkin." jawab induk semang kos tempat Vani tinggal.
"Mas sudah pernah ke sini sebelumnya?" imbuh ibu kos Vani.
"Pernah, sekali tapi nggak masuk ke sini." jawab Frans.
"Mel, antar mas ini sampai depan kamar Vani. Jangan kau godain, ntar mas-nya kabur nggak mau kesini!" kata ibu kos.
"Siap, Mam!" jawab gadis yang dipanggil Mel tersebut.
Frans mengikuti langkah gadis itu sampai di depan pintu kamar Vani. Saat Frans akan mengetuk pintu kamar Vani, ternyata Vani juga akan keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi.
"Eh, Frans! Tumben kesini, ada apa?" sapa Vani sambil membuka pintu kamarnya lebar.
"Ada yang penting? Tumben pagi-pagi sudah sampai disini." lanjut Vani.
__ADS_1
"Rahma ada sama Lo nggak? Tadi malam dia pergi dengan membawa semua pakaiannya," tanya Frans.