Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bab 112


__ADS_3

Bu Sarifah terdiam, dia memikirkan keputusan yang akan diambilnya. Dia pada awalnya ingin berpisah saja karena tidak mau merusak pernikahan suaminya yang kedua. Namun, ternyata pernikahan kedua sang suami tidak bahagia dan berakhir dengan perceraian.


Rahma sejak kecil memimpikan sebuah keluarga kecil yang lengkap. Di saat kesempatan itu ada, bu Sarifah dilanda kebimbangan.


"Aku tidak akan memaksa kamu untuk menikah ulang denganku. Aku tahu kesalahanku tidak termaafkan lagi. Mungkin sebaiknya aku kembali lagi ke ibu kota. Aku menyerah!" ucap pak Dewa sendu.


Bu Sarifah yang melihat wajah sendu pak Dewa pun merasa terketuk pintu hatinya.


"Baiklah. Aku mau menikah ulang dengan Mas Arya tapi dengan satu syarat. Jika satu syarat saja tidak bisa, maka kita bercerai secara agama dan negara." kata bu Sarifah akhirnya.


Pak Dewa yang mendengar jawaban dari istrinya itu merasa senang.


"Ternyata aku tidak salah mempertahankan pernikahan ini." gumam pak Dewa.


"Apa yang kamu minta pasti aku penuhi? Coba kamu katakan apa yang menjadi syarat pernikahan kita!" ucap pak Dewa sumringah.


"Aku tidak mau tinggal di ibu kota, namun aku juga tidak mau ditinggalkan di sini sendiri. Aku mau kita memulai dari awal di sini, bukan tempat lain!" tegas bu Sarifah dengan wajah seperti menantang.


Pak Dewa terkejut atas permintaan istrinya, dia tidak menyangka jika istrinya masih sama seperti dulu. Tidak mau meninggalkan tanah kelahirannya.


Demi rasa cintanya pada sang istri, akhirnya pak Dewa menyetujui persyaratan yang diajukan istrinya itu. Pak Dewa menghubungi beberapa temannya yang masih bekerja di perkebunan milik Edward. Tidak lupa ia juga menghubungi besannya itu untuk meminta bantuan.

__ADS_1


Pak Dewa dan bu Sarifah membicarakan kapan mereka akan menikah dan bagaimana konsepnya.


Bu Sarifah menginginkan pernikahan mereka dilakukan di rumah saja, secara sederhana. Hanya mengundang pak RT dan perangkat desa lainnya. Tidak perlu ada pesta sama sekali, baik pesta sederhana apalagi pesta mewah dan megah.


Pernikahan mereka dilakukan secara siri, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengurus semuanya.


Pak Dewa meminta pernikahan dilangsungkan esok hari, akan tetapi bu Sarifah menginginkan pernikahan dilakukan seminggu lagi. Bu Sarifah menunggu kedatangan anaknya.


Akhirnya pak Dewa meminta orang kepercayaannya untuk menjemput Rahma dan membawanya ke rumah bu Sarifah.


Keesokan harinya rumah bu Sarifah ramai oleh tetangga. Mereka membantu menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan. Walaupun hanya menikah secara siri, akan tetapi warga di kampung itu tetap membuat acara selamatan.


Rahma dan Frans datang beriringan karena Rahma dijemput paksa oleh orang bayaran pak Dewa. Sedangkan Frans mengikuti menggunakan motor, tidak lupa membawa jaket couple yang disimpannya sejak mereka menikah.


"Ada apa sih kok ramai?" tanya Rahma pada orang suruhan ayahnya.


"Nona lihat saja sendiri ke dalam." jawab orang tersebut datar.


Rahma langsung turun dari mobil dan berlari mendekati suaminya yang baru memarkirkan motornya.


"Kak, ada apa sih di rumah Ibu. Ramai banget nggak kek biasanya." Rahma pun bertanya pada Frans.

__ADS_1


Frans yang sudah diberitahu oleh orang tua dan mertuanya pun hanya menggeleng seraya melepaskan helm.


"Dari pada kita menebak ada apa di dalam sana, lebih baik kita masuk. Yuk!" jawab Frans sambil merangkul pinggang Rahma.


Mereka masuk rumah mendapati semua keluarga Frans sedang asik bercengkrama. Isi rumah pun didekorasi sedemikian rupa untuk acara pernikahan ulang bu Sarifah dan pak Dewa.


"Mama, Tiara, Cecilia?" Rahma mengabsen ibu mertua dan iparnya.


Rahma mendekati mereka kemudian menyalami dan memeluknya satu persatu.


"Mana Ibu?" tanya Rahma dengan wajah khawatir, setelah memeluk mereka.


"Ibumu di kamarnya. Kamu masuk saja!" jawab mama Ratna dengan wajah berbinar, semua sudah sepakat untuk menyembunyikan kabar gembira pada Rahma.


Rahma pun langsung berlari menuju kamar ibunya.


"Jangan lari, hey!" teriak Frans khawatir istrinya akan jatuh karena berlari.


Frans berjalan mengikuti langkah Rahma, akan tetapi tidak masuk ke kamar mertuanya melainkan masuk ke kamar sang istri.


"Ibu!" teriak Rahma sembari membuka pintu.

__ADS_1


Rahma tercengang mendapati ibunya sedang dirias oleh perias pengantin di kampungnya. Bu Sarifah sudah memakai baju kebaya putih.


__ADS_2