
Aku senang semuanya bahagia, aku juga senang sekarang Sandi punya tangan dan kaki palsu dia bisa beraktivitas seperti biasanya. Rencananya aku ingin membawa Agus ke suatu tempat, kakek buyut ku menyuruhku untuk membawa Agus ke kaki gunung yang waktu itu aku pernah pergi ke sana. Besok pagi-pagi sekali, aku akan membawa Agus kesana aku ingin menyembuhkan Agus semoga saja dia bisa sembuh dan normal seperti orang-orang pada umumnya.
"Yah, besok aku ingin membawa Agus ke suatu tempat"
"Kemana nak ?"
"Jadi Kakek datang dalam mimpiku, dari dulu aku ingin bisa menyembuhkan Agus. Walaupun tidak mungkin, Agus itu bukan sakit tapi memang sudah seperti itu dari lahir. Tapi aku ingin berusaha menyembuhkan Agus, seenggaknya dia bisa lancar berbicara seperti kita-kita"
"Iya nak Ayah ngerti, semoga ada keajaiban. Ayah cuma bisa berdo'a semoga Agus bisa sembuh, kamu hati-hati aja di sana !"
"Baik Yah, aku ingin Agus bisa berbicara atau hidup normal. Dia itu anaknya baik, soleh aku ingin dia bahagia.
Gus, besok ikut kakak ya semoga kamu bisa sembuh dan hidup normal. Kamu harus banyak berdo'a dan semakin rajin beribadah semoga ada keajaiban datang"
Agus cuma manggut-manggut dan tersenyum, semoga adik ku ini bisa di sembuhkan. Hingga esok harinya, aku dan Agus sudah bersiap-siap. Kita naik motor untuk pergi ke sana, setelah semuanya siap kita langsung berangkat. Perjalanan ke sana cukup jauh, motornya aku titipkan di warung dan kita harus berjalan kaki untuk bisa kesana. Jalannya cukup sulit untuk di lewati, kita masuk ke dalam hutan dan menyebrangi sungai. Hingga akhirnya kita telah sampai, pemandangan di sini sangat indah udaranya juga sangat sejuk. Seperti waktu dulu, Agus harus berendam di sungai yang berada di sana.
"Ayo Gus, buka pakaiannya kamu mandi dan berendam di sini ya ?"
Aku membantu melepaskan pakaiannya, aku sendiri ikut berendam untuk membantu Agus. Saat kita berdua masuk ke dalam sungai, kita berdua tenggelam dan kita berenang di sana hingga seperti dulu saat mencapai dasarnya kita berada di alam lain. Kita berada di sebuah hutan, kita lihat hutannya cukup luas dan di depan sana ada rumah tua yang dulu pernah aku kunjungi.
"Ayo Gus kita masuk ke rumah itu !" Agus ketakutan saat aku mengajaknya untuk ke rumah itu
"Gak apa-apa Gus, tenang aja percaya sama Kakak semuanya akan baik-baik saja"
Hingga kemudian Agus bersedia juga aku ajak, kita berdua menuju rumah itu. Aku kaget di belakangku ada harimau putih yang berada di dalam tubuhku, dia merupakan penjaga ku. Agus ketakutan saat menyadari ada harimau putih di belakang nya, aku menenangkannya
"Gak apa-apa Gus, harimau ini baik ko dia jinak"
Kita langsung masuk ke dalam rumah itu, rumahnya seperti dulu tidak berubah sama sekali. Hingga kemudian tiba-tiba harimau nya berada di depan kita dan dia berubah menjadi sosok Kakek buyut ku.
"Kemari cucu-cucu ku !" aku dan Agus mendekat
"Silahkan duduk !"
"terima kasih Kek, apa Agus bisa di sembuhkan kek ?"
"Dia orang baik, soleh dan berbakti kepada orang tuanya. Sini cu dekat Kakek !"
__ADS_1
Agus mulai mendekati Kakek, dia berlutut di hadapan Kakek, kepalanya berada di pangkuan kakek. Tangan kakek mengelus punggung Agus dan rambutnya. Kemudian kakek melepas sorban ikatan di kepalanya, dia lebarkan sorban itu dan kepala Agus di tutupi sorban itu. Kakek membaca do'a sambil mengusap kepalanya Agus, saat itu sorbannya menyala aku sampai silau melihatnya.
"Agus coba katakan siapa nama lengkap kamu ?"
Agus mengangkat kepalanya, sorban nya di buka sebagian di bagian mukanya
"Nama saya Agus Sanusi"
Aku terkejut, pertama kali nya aku mendengar suara Agus dan dia sangat lancar saat berbicara
"Alhamdulillah, Gus kamu bisa berbicara ?" aku sangat senang dan Agus melirik ke arah ku
Aku begitu kaget, wajah Agus berubah mungkin orang-orang yang mempunyai keterbelakangan mental mukanya sama dan sekarang wajah Agus berubah. Dia sangat tampan, wajahnya bersih bercahaya aku langsung menangis melihatnya
"Iya kak, sekarang Agus bisa berbicara"
"Alhamdulillah semua ini karna kuasa Allah. Kamu orang yang sangat baik, beriman dan berbakti kepada kedua orang tua kamu. Kamu pantas menerima ini semua, sekarang kamu sudah seperti orang-orang lainnya. Rajinlah beribadah, banyak berbuat baik dan sayangi orangtua dan sodara kamu"
"Baik Kek, Agus akan ingat pesan kakek terima kasih banyak kek"
"Kakak senang kamu sekarang sudah sembuh"
"Iya Kak, Agus juga seneng"
"Wajah kalian mirip, rukun lah kalian dan jadilah orang yang beriman dan jadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa"
"Terima kasih kek"
Hingga kemudian kita tiba-tiba kembali berenang dan kita menepi, aku dan Agus keluar dari sungai. Aku masih tidak percaya dengan yang aku lihat, orang yang di hadapanku ini Agus dia adik ku.
"Gus, Kakak benar-benar gak percaya ini semua seperti mimpi. Kamu sekarang sudah sembuh, Kakak sangat bahagia pasti nanti Ayah kaget melihat kamu"
"Iya kak, aku juga sama benar-benar seperti mimpi. Alhamdulillah aku bisa berbicara dan hidup normal seperti yang lainnya. Ayo kak kita langsung pulang !"
"Ayo, kita bikin kaget semua orang. Kamu pegang tangan Kakak !"
Berbeda saat pergi, kita berjalan cukup jauh itu syaratnya dan sekarang aku memakai kekuatanku, aku berlari sangat cepat sambil memegang tangan Agus dan seketika kita sudah berada di dekat warungnya.
__ADS_1
"Ko bisa gini kak ? Kakak bisa lari sangat cepat"
"Jangan bilang siapa-siapa ya, ini rahasia jangan ada yang tau Kakak punya kekuatan"
"Iya Kak, Agus akan merahasiakan semuanya"
"Kamu mau makan dulu ! Kita makan di warung"
"Boleh kak, kebetulan aku laper hee"
Kitapun makan dulu, aku lihat jam menunjukan pukul 11 siang, kita pergi cuma sebentar saja. Aku senang sekali melihat Agus, aku sangat bahagia.
"Adek-adek yang ganteng ini dari mana ?" tanya Ibu-ibu penjual warung nasi
"Kita habis mendaki Bu, menjelajah mengisi hari libur"
"Oh iya, memang kesini banyak orang-orang yang pergi camping. Adek-adek ini adik Kakak ya ? Mukanya mirip"
"Iya kah Bu, hee iya kita ini adik Kakak"
"Ganteng-ganteng ya kalian ini"
"Terima kasih Bu"
Agus hanya tersenyum saja sambil makan, setelah selesai makan kita langsung pulang.
"Gus sebentar lagi kan kakak mau ke luar negeri, titip Ayah ya hanya kamu yang bisa menjaganya"
"Beres kak, serahkan semuanya pada Agus. Kakak di luar negeri sana sehat-sehat selalu ya, semoga sukses kak"
"Terima kasih Gus, Gus kan dua toko kerajinan kakak sekarang di kelola oleh Arya. Kakak berikan sama dia karna dia kerjanya bagus dan kasihan juga dia jadi tulang punggung keluarganya. Sekarang lagi bangun beberapa toko lagi dan Kakak punya yayasan pendidikan untuk menyalurkan kemampuan dan kreativitas orang-orang. Gimana kalau kamu yang kelola ? Nanti kakak ajarkan caranya, karna kan nanti saat kakak pergi gak ada yang kelola. Kamu mau ya ?"
"Hemmmm baik kak akan aku coba, aku juga dari dulu ingin membantu tapi kemarin aku tidak bisa apa-apa. Sekarang aku ingin membantu Ayah dan membuat kalian bangga karna selama ini kakak yang dari dulu berjuang keras untuk kami"
"Terima kasih ya, Kakak yakin kamu pasti bisa"
Akhirnya kita tiba di rumah, aku ingin memberikan kejutan pada Ayah pasti dia tidak akan mengenali Agus.
__ADS_1