
Dari kejauhan Frans memperhatikan Rio dan Rahma yang bercengkrama dan bercanda di pojok kantin. Hatinya semakin panas karena cemburu buta. Dia meninggalkan kantin dengan emosi yang membuncah, siap meledak kapan saja.
Keadaan Frans yang demikian dimanfaatkan oleh Sheila, untuk mempengaruhi Frans agar jauh dari Rahma dan Rio. Selama ini Sheila selalu memanasi Frans setelah tahu Frans menaruh hati pada Rahma. Sheila yang menaruh hati pada Frans tidak terima jika Frans dan Rahma bersatu.
Sheila melakukan berbagai cara untuk menjauhkan Frans dengan Rio apalagi Rahma, kalau bisa jangan pernah bertemu lagi. Kedekatan Rio dan Rahma dijadikan alat untuk menghancurkan persahabatan mereka bertiga.
Sheila selalu membuat alasan latihan untuk menjerat Frans agar lebih dekat dengannya. Akan tetapi, Frans tidak menyadari itu semua. Dia tetap menganggap Sheila adalah teman yang baik, tanpa disadari bahwa Sheila jika dia seorang musuh dalam selimut.
Malam harinya Frans pergi ke club bersama teman band-nya. Terlihat Frans sedang duduk di bar sambil menenggak minuman keras. Sudah beberapa botol dia habiskan sendiri. Bahkan saat ini dia sudah meracau tidak jelas.
"Kalian bangsat tahu nggak? Lo tega Yo. Padahal Gue sudah anggap Lo sebagai saudara sendiri, ini balasan Lo ke Gue? Lo tahu 'kan kalau Gue mencintai dia sudah lama? Sejak pertama kenal! Lo tega nikung Gue!" racau Frans.
Mulutnya terus meracau mengeluarkan kekesalannya sejak melihat kedekatan Rahma dan Rio.
Frans sudah mabuk berat, akhirnya salah satu teman band-nya mengantarkan dia pulang. Keadaan Frans saat ini mabuk parah, bahkan untuk sekedar berdiri saja tidak bisa.
"Ck, Lo nyusahin aja!" ujar Jojo, salah satu teman band-nya yang ikut clubbing.
Jojo mengantarkan Frans ke rumahnya. Selama dalam perjalanan Frans terus meracau tidak jelas. Dia menyalahkan Rio dan selalu mengatakan jika dirinya sudah lama jatuh cinta pada Rahma.
"Lo jatuh cinta sama cewek tapi nggak berani terus terang, giliran dipepet cowok lain Lo mabuk. Percuma!" gumam Jojo.
__ADS_1
"Gue ngomong sama orang mabuk, bisa-bisa ikutan nggak waras Gue!" monolog Jojo sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di rumah Frans, pak Sukri membukakan pintu pagar tanpa diperintah. Pak Sukri tahu jika majikannya itu belum pulang.
"Pak, dia mabuk berat. Bapak bisa bawa masuk ke kamarnya 'kan. Buru-buru nih, sudah malam!" kata Jojo pada pak Sukri.
"Bisa Den, bisa. Terima kasih, Den, sudah mengantarkan Tuan Muda pulang," sahut pak Sukri sambil mengeluarkan Frans dari dalam mobil Jojo, motor Frans ditinggal di club untuk sementara.
Saat ada suara mobil datang, kebetulan Rahma terbangun dari tidurnya karena haus. Rahma pun ke dapur untuk mengambil minum tanpa menghiraukan suara mobil berhenti.
Betapa terkejutnya Rahma saat akan kembali ke kamar, tampak olehnya pak Sukri yang sedang kesusahan memapah badan Frans. Bagaimana tidak kesulitan, badan Frans menjulang tinggi sedangkan pak Sukri pendek. Rahma pun berinisiatif membantu pak Sukri membawa Frans ke kamarnya.
*
*
*
Frans terbangun dengan kepala terasa mau pecah, akibat mabuk semalam. Dia terbangun saat hari sudah siang dan Rahma sudah pergi ke kampus.
"Rahma! Rahma!" suara Frans menggelegar saking kuatnya.
__ADS_1
Mbok Darmi yang mendengar suara tuan muda nya langsung berlari menuju kamar Frans.
"Non Rahma sudah berangkat ke kampus sejak tadi, Tuan," ucap mbok Darmi ketakutan karena suara sang majikan sangat kuat.
"Ini diminum dulu, Tuan," kata mbok Darmi sambil meletakkan nampan di atas meja. Di atas nampan tersebut tidak hanya berisi susu saja, tapi juga berbagai makanan untuk sarapan.
Frans mengacuhkan ajakan mbok Darmi karena suasana hatinya sangat kacau sejak kemarin hingga pagi ini.
Frans langsung masuk ke kamar mandi setelah kesadarannya pulih kembali. Usai mandi, Frans langsung menghabiskan sup yang dibuat oleh Rahma.
"Rahma mana, Mbok?" tanya Frans pada asisten rumah tangganya ketika dia sudah berada di ruang keluarga hendak bepergian.
Padahal saat dia bangun tidur tadi sudah diberitahu oleh mbok Darmi, jika Rahma sudah ke kampus. Mbok Darmi pun hanya menggelengkan kepala mendengar pertanyaan majikannya.
"Non Rahma sudah berangkat tadi pagi setelah selesai memasak sup untuk Tuan Muda," jelas mbok Darmi.
Frans akhirnya memutuskan pergi ke kampus, untuk kembali mengawasi kedekatan Rahma dan Rio. Dia tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya selama ini. Dia merasa tenang karena Rahma tidak kunjung punya pacar. Ternyata tindakannya salah.
Malam harinya terulang lagi, Frans pulang dalam keadaan mabuk berat seperti malam sebelumnya. Rahma pun menjadi ilfil melihat kelakuan Frans yang merusak diri sendiri.
Maaf mentahan aku setor, nanti aku edit lagi bila ada typo atau kata-kata yang kurang pas.
__ADS_1