
Pak Arya tidak pernah berpikir jika Sarifah akan meminta cerai darinya. Padahal dia sudah ingin menalak Agatha dan mempersiapkan pernikahan ulang dengan Sarifah.
"Apakah semua sudah kamu pikirkan dengan matang?" tanya pak Dewa sendu.
Bu Sarifah hanya menunduk tanpa mau menjawab. Akhirnya pak Dewa memutuskan untuk menceritakan semuanya pada istrinya itu.
Pak Dewa menceritakan mulai sejak keberangkatannya ke ibu kota. Dia pindah ke ibu kota dalam rangka naik jabatan. Perusahaan abang pak Edward yang berada dalam satu naungan, membutuhkan seorang yang berkompeten dalam usaha mereka.
Pak Dewa yang sudah lama bekerja pada pak Edward, akhirnya terpilih untuk menduduki jabatan penting itu. Pak Dewa disambut dengan baik oleh pemilik perusahaan, pak Richard, abang pak Edward.
Pak Dewa menempati posisi yang sangat penting di perusahaan itu, dia sebagai tangan kanan pak Richard. Pak Dewa bekerja dengan baik di sana dan menjadi kesayangan pak Richard yang umurnya lebih tua sepuluh tahun dari pak Dewa.
Suatu hari, pak Dewa ditugaskan keluar kota untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan lain. Akan tetapi kejadian naas menimpa dirinya. Pak Dewa mengalami kecelakaan yang cukup parah. Mobilnya menabrak pembatas tol dan terguling kemudian meledak.
__ADS_1
Saat mobil terguling, badan pak Dewa terlempar keluar. Kepalanya membentur batu besar dengan kuat sehingga menyebabkan dirinya amnesia. Dia ditolong oleh Agatha yang saat itu sedang putus asa. Agatha saat itu ingin bunuh diri ke sungai, tiba-tiba melihat seseorang tergeletak dengan luka parah.
Agatha pun membawanya ke rumah sakit. Di badan pak Dewa tidak ada identitas diri yang melekat padanya, kecuali baju kerja yang bertag name Arya Dewanto serta cincin kawin.
Berdasarkan tag name dan cincin kawin tersebut, Agatha mengaku sebagai istri pak Dewa. Panggilannya pun dirubah, dari Arya menjadi Dewa. Dengan alasan amnesia, orang tua Agatha meminta pak Dewa menikah dengan Agatha secara siri.
"Kalian sebenarnya sudah menikah, karena Dewa amnesia maka lebih baiknya kalian menikah lagi. Agar Dewa tidak merasa ragu untuk menyentuh istrinya. Nikah siri saja, bukan nikah secara besar-besaran. Toh kalian sudah nikah dan mau punya anak ini!" bohong ayah Agatha saat itu.
Pak Dewa terus bercerita tentang kehidupannya selama berpisah dengan bu Sarifah. Walau bagaimanapun juga istrinya itu harus mengetahui kejadian yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Bu Sarifah yang mendengar cerita suaminya pun hanya bisa meneteskan air mata. Bu Sarifah berusaha keras untuk menahan isak tangisnya agar tidak ketahuan oleh pak Dewa.
"Aku minta maaf, kecerobohanku membuat hidupmu dan anak kita menderita. Aku mohon, berikan aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaikinya." pinta pak Dewa sambil berlutut di kaki bu Sarifah.Air mata pak Dewa menetes demi sebuah kata maaf dari mulut istrinya.
__ADS_1
Bu Sarifah pun meminta pak Dewa untuk berdiri, bahkan dia juga membantu pak Dewa untuk bangkit.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Kejadian itu bukan karena kesalahan Mas Arya semata-mata. Akan tetapi memang inilah jalan hidup yang harus kita jalani. Seperti halnya kejadian yang menimpa Rahma. Kita hanya bisa menjalani setiap apa yang sudah digariskan oleh Allah." nasehat bu Sarifah pada pak Dewa setelah keduanya duduk di sofa.
"Aku menelantarkan kalian berdua selama belasan tahun. Aku salah karena tidak mencari tahu siapa jati diriku. Maafkan aku!" ucap pak Dewa sambil menghambur ke pelukan hangat istrinya itu.
"Bukan salah Mas Arya, tidak usah terlalu dipikirkan. Kami sudah memaafkan Mas Arya," jawab bu Sarifah lembut.
"Oleh karena itu, ijinkan aku menebus semua salah dan dosaku. Agar aku bisa hidup tenang, menghabiskan sisa hidupku bersama kalian. Mengabdikan diri ini untuk kalian." sahut pak Dewa tidak kalah antusias.
"Kita bisa hidup berdampingan tanpa harus menjadi suami istri. Banyak kok yang sudah menjalani, mereka bisa sama-sama bahagia hidup berdampingan membesarkan dan mendidik anak-anak."sanggah bu Sarifah.
Bu Sarifah masih tetap pada keputusannya semula, membuat pak Dewa harus lebih keras lagi menaklukkan hati wanitanya itu.
__ADS_1