Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Dunia berputar


__ADS_3

Setelah mereka tau kotak didalamnya itu cuma sampah, mereka terlihat kesal.


"Brengse* si Ilyas ternyata ngerjain kita, mana gak ada apa-apa di kotak cuma ada sampah" ucap Sandi kesal


"Coba buka di bungkusan yang lainnya !" ucap Akmal


Mereka membuka bungkusan lainnya dan semuanya sampah, mereka terlihat sangat kesal dan marah.


"Kurang aja* si Ilyas dia berani-beraninya ngerjain kita" ucap Fajar


"Ilyas..... Ilyas.... Sini lo berani-beraninya ngerjain kita !" Sandi berteriak memanggil Ilyas yang beranggapan kalau Ilyas berada di lantai dua


"langsung saja kita samperin dia , harus di kasih pelajaran tuh anak" ucap Farid


"Gua benar-benar marah, harus kita kasih pelajaran anak itu" Ucap Sandi


Mereka semua naik ke lantai dua mencari keberadaan Ilyas, semua tempat mereka telusuri tapi Ilyas tidak ditemukan.


"Kemana si Ilyas, ko gak ada ?" tanya Akmal


"Kita cari lagi ke seluruh tempat, mungkin dia sembunyi" perintah Sandi


Mereka semua terus mencari keberadaan Ilyas dan mereka tidak menemukannya, sudah bolak-balik kesana kemari tapi Ilyas tidak ada.


"Ko aneh si Ilyas bisa ngilang ? Bukannya rumah ini gak ada jalan keluarnya sudah kita tutup semua dan kuncinya kita buang" ucap Fajar heran


"Kita keluar aja dari rumah ini, mungkin dia sudah ada diluar' ucap Akmal


Mereka semua kembali ke bawah dan saat membuka pintunya, mereka kaget pintunya terkunci.

__ADS_1


"Ko ini bisa terkunci ? lu yang kunci ?" tanya Sandi pada Fajar


"Lah gua gak tau, kan tadi kita masuknya bareng-bareng" jawab Fajar


"Ko bisa terkunci, apa mungkin si Ilyas yang ngunci ?" ucap Farid


"Tapi kan bukannya kita lihat sendiri si Ilyas naik ke atas, dia tidak terlihat kebawah lagi kan gak ada jalan lain lagi" ucap Fajar heran


"Apa mungkin ini semua hantu ? Jangan-jangan yang tadi bukan si Ilyas tapi hantu" ucap Akmal


"Lu jangan nakut-nakutin, mana ada hantu di siang bolong" ucap Sandi


"Terus kenapa si Ilyas bisa ngilang ? Kenapa juga pintunya bisa terkunci ? Bukannya ini aneh, gua rasa yang tadi bukan si Ilyas mana mungkin dia bisa ngilang" ucap Fajar


"Kita harus keluar dari sini, gua gak mau di makan hantu" ucap Sandi ketakutan


"Gua juga gak mau, kita harus cepat keluar" ucap Akmal


Mereka semua mulai panik dan berusaha ingin keluar dari rumah itu, tanpa aku duga Sandi menangis ternyata tidak sesuai dengan perilakunya yang garang dan licik. Mereka berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa, rumahnya itu semua jendela memakai penghalang besi jadi tidak bisa keluar. Sebenarnya aku merasa kasihan tapi mudah-mudahan aja mereka kapok, aku sudah sering sabar dan mengalah aku tidak pernah membalas perbuatannya tapi kali ini semakin aku terus diam dan mengalah, mereka semakin berani dan tidak pernah kapok.


Sementara itu, kita sudah sampai di ruko aku dan teman-temanku masuk ke dalam ruko.


"Si Sandi dan teman-temannya pasti kapok" ucap Adin


"Orang seperti Sandi itu gak ada kapoknya" ucap Tomi


"Ya mudah-mudahan kali ini mereka bisa kapok, secara lembut masih aja gak kapok sekarang kita coba balas, apa mereka masih gak kapok juga ?" ucapku


"Kalau masih belom kapok gimana ? Gimana kalau nanti mereka malah makin menjadi-jadi" ucap Arya

__ADS_1


"Aku gak tau harus gimana lagi menghadapi mereka, kalau dengan cara kita masih aja gak ada hasilnya, kita serahkan aja semuanya kepada Allah" ucapku


"Iya Yas biarkan aja, orang jahat seperti mereka pasti ada balasannya" ucap Jefri


Kita kembali melanjutkan membuat kerajinan nya, aku kembali melihat keadaan Sandi disana mereka berusaha ingin keluar. Dari lantai dua terdengar suara benda jatuh yang membuat mereka semakin ketakutan, tempat itu memang angker makhluk yang ada disana merasa terganggu dengan kedatangan mereka. Hingga malam hari tiba, mereka masih berada di sana dan menangis ingin keluar. Mungkin aku rasa sudah cukup, aku pakai kekuatanku untuk membuka pintunya hingga mereka berhasil keluar. Saat berada diluar, mereka kepergok warga di sana kemudian mereka di amankan. Mereka di bawa warga, semoga mereka benar-benar sadar. Setelah kejadian itu, mereka tetap saja tidak berubah dan justru sekarang secara terang-terangan menggangguku. Hingga kemudian setelah beberapa hari kemudian, muncul kabar kalau Ayahnya Sandi di tangkap polisi dan rumahnya disita KPK. Pak kades atau Ayahnya Sandi terbukti telah korupsi, sehingga semua hartanya di sita. Saat itu Sandi tidak masuk sekolah, beritanya sampai masuk TV karna Pak kades melakukan korupsi selama 7 tahun dan baru terungkap sekarang. Berarti waktu aku masih SD beliau sudah melakukannya, aku benar-benar benci sama orang yang memakan uang rakyat. Ternyata kekayaan Pak Kades hasil korupsi, semua perbuatan akan ada balasannya.


"Yas, sudah tau kalau Ayahnya Sandi korupsi ? Tanya Adin


"Iya, aku dengar teman-teman yang lain membicarakan itu"


"Dan katanya semuanya hartanya di ambil KPK, Sandi dan ibunya pindah rumah"


"Ayahnya di penjara ?"


"Iyalah, sukurin tuh akhirnya tuh orang dapat karma nya juga" ucap Tomi kesal


"Jangan gitu, gak baik mengolok-olok orang. Semoga dengan adanya ini semua, membuat Sandi dan Ayahnya sadar tapi Ibunya baik tidak seperti mereka"


"Soalnya kesel banget, kamu ingat Yas, dulu waktu kita di SD Ayahnya kan jahatin kamu gara-gara gak mau nerima uang dari Pak Kades. Mentang-mentang yang punya sekolah, mereka jadi seenaknya" ucap Adin


"Kalau ingat itu memang benar, kekuasaan dan harta membuat mereka semena-mena menindas yang lemah. Semoga dengan adanya ini membuat mereka kapok, aku ingin tidak ada lagi korupsi di negeri ini"


"Iya Yas, sangat merugikan kita semua"


"Kalau yang namanya uang dari hasil gak bener tidak akan bertahan lama dan barokah, akan cepat habis dan membuat hati tidak tenang"


"Bener Yas, si Sandi gak akan menghina kamu lagi karna sekarang dia jadi miskin dan kamu jadi kaya, dunia telah berputar semoga mereka merasakan balasan yang setimpal" ucap Tomi


"Kita serahkan saja semuanya pada Allah, kita sebagai manusia tidak berhak menghakimi orang"

__ADS_1


Sandi yang biasanya pergi ke sekolah naik mobil bersama teman-temannya, kini dia ke sekolah naik angkutan umum. Teman-temannya juga Akmal Fajar dan Farid mulai menjauhinya. Terbukti jika mereka berteman dengan Sandi karna Sandi orang kaya dan sekarang mereka menjahilinya. Hari demi hari terus berganti, aku lihat Sandi selalu sendirian tidak ada yang mau menemani bahkan dia selalu di ejek dan di jahili oleh teman-temannya. Lama-lama aku merasa kasihan padanya, tapi sifat dia masih tetap tidak berubah. Sandi sering bertengkar dengan teman-temannya, aku sendiri mencoba mendekatinya dan ingin berteman dengan nya tapi dia memarahiku, dia mendorongku sampai terjatuh. Saat itu aku tidak melawan, aku berusaha ingin membuat Sandi sadar dan berubah, aku bisa merasakan apa yang di rasakan nya.


__ADS_2