
"Apa yang kamu ketahui tentang anak kandungku? Ceritakan secara lengkap, aku sangat merindukan mereka," perintah pak Dewa dengan sendu, tampak jelas kerinduan di matanya.
"Dua tahun lalu saat penerimaan mahasiswa baru, tepatnya dua setengah tahun. Saya yang saat itu bertugas menerima calon mahasiswa baru membaca berkas milik Rahma. Di berkas itu ada nama Bapak sebagai orang tua kandung. Saya cek satu persatu, terdapat fotokopi buku nikah yang menyebutkan bapak telah menikahi seorang perawan. Sejak saat itu, tanpa sepengetahuan bapak dan Rahma, saya mulai mencari informasi."
"Ternyata bapak dan Rahma adalah ayah dan anak yang terpisah lama. Berpisah bukan karena perceraian, menyedihkan. Akan tetapi yang menjadi ganjalan saya, apakah Bu Agatha dan anak-anaknya mengetahui hal ini. Kalau sampai tahu, bagaimana nasib Rahma? Tidak mungkin dia akan diam saja melihat madunya." jelas Haris panjang lebar dimulai dari pertemuan pertama dengan Rahma hingga sekarang.
"Hhhh!" pak Dewa membuang nafasnya dengan kasar. Dadanya terasa sesak karena mengingat betapa kejamnya dia selama ini, meninggalkan anak dan istrinya dalam kesusahan.
"Oh, ada satu permasalahan lagi, Pak! Kemarin ada orang yang sengaja memasang foto bapak dan Rahma saat berada di kafe ini. Untuk mengembalikan nama baik putri bapak, saya mohon bapak melakukan klarifikasi bersama Rahma. Nanti fotokopi buku nikah bapak akan saya ambilkan dari berkas Rahma di kampus," kata Haris kemudian, kembali menceritakan masalah yang menghampiri Rahma.
"Kalau hari ini saja bagaimana? Saya nanti malam akan keluar kota," tanya pak Dewa memberikan pendapatnya.
__ADS_1
"Bisa, Pak. Kebetulan nanti jam dua, Rahma ada kelas. Nanti saya hubungi dia." jawab Haris dengan wajah berseri.
Sejak melihat Rahma pertama kali, Haris langsung merasa jatuh cinta. Akan tetapi dia cukup sadar diri jika umur mereka terpaut jauh. Tidak hanya itu saja melihat latar belakang Rahma membuat dia merasa semakin tidak layak mendapatkan Rahma. Jadi semenjak saat itu, Haris menganggap Rahma sebagai adik yang harus dilindungi.
Mereka berdua melanjutkan makan siang dengan diam tanpa percakapan lagi. Setelah selesai makan siang, mereka berdua menuju kampus untuk melakukan persiapan klarifikasi. Semua pihak telah dihubungi Haris untuk berkumpul di lobi kampus. Lobi pun disulap menjadi tempat konferensi umum.
Haris memilih lobi kampus agar semua mahasiswa di kampus tersebut mengetahui kebenarannya. Sehingga nama baik Rahma dan pak Dewa kembali baik seperti semula. Selain itu juga untuk membuktikan kepada pelaku bahwa gosip murahan yang ditebarkan itu hanyalah sebuah bukti jika orang yang benar akan tetap menang.
Dalam acara itu hanya disebutkan jika tidak ada hubungan apapun diantara mereka, kecuali hubungan seorang ayah dan anak. Tidak disebutkan jika Rahma adalah anak kandung pak Dewa. Hal ini dikarenakan untuk menjaga nama baik pak Dewa sebagai seorang pengusaha terkenal di ibu kota.
Acara yang berlangsung selama satu jam itu, akhirnya dibubarkan setelah beberapa mahasiswa yang menghujat Rahma datang meminta maaf.
__ADS_1
Pak Dewa pun pamitan setelah semua hadirin bubar dan meninggalkan lobi kampus. Sedangkan Rahma pulang ke kos-kosan untuk bersiap menuju rumah Frans. Malam ini dia akan menginap bersama Vani dan juga Rio.
Rahma pulang ke kosnya bersama Vani, setelah itu baru Rahma ke kos Vani. Mereka ke rumah Frans naik taksi karena Frans sedang mengadakan rapat dengan anggota band-nya.
Tekad Frans untuk membubarkan band-nya sudah bulat. Dia ingin fokus kuliah saja tanpa adanya gangguan audisi atau konser. Seperti selama ini, dia ikut audisi hingga ke propinsi lain tapi hasilnya mereka selalu kalah.
"Gue minta maaf kalau selama ini banyak salah Gue. Gue mundur, Gue keluar dari band ini," ucap Frans pada semua teman band-nya.
"Nggak bisa gitu dong, main keluar aja! Kita mana bisa jalan tanpa Lo!" sahut Sheila.
"Bisa! Kalian tinggal cari lagi atau paling tidak pakai pemain pengganti saat kalian manggung. Toh selama ini juga kalian gak ada job. Keputusan Gue sudah bulat. Sorry Gue keluar!" balas Frans.
__ADS_1
"Sebagai tanda perpisahan, bagaimana kalau nanti malam kita ke club? Setuju nggak kalian, hmm?" usul Sheila yang langsung diiyakan oleh yang lainnya.