Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bahagia berbalut duka


__ADS_3

Sudah 3 hari dya dan Adi menikah ,sudah tiga hari pula Simbah meninggal , hari ini semua kakaknya bapak juga mau kembali ke kota masing masing karena mereka juga mempunyai tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama.sementara kerabat yang rumahnya dekat masih tetap tinggal sampai 7 hari.jadi rumah masih ramai.....


siang itu dya sedang membuat bolu untuk Snack nanti sore sesuai kebiasaan didesain mereka saat 3 hari ada makan dan Snack yang dibawa pulang setelah membaca tahlil.sementara Adi sedang berbincang dengan mertuanya...diruang depan.


" Lee ( nak) gimana rencana kalian berdua?" tanya bapak sambil menghisap cerutu.


" insyaallah besok saya bawa dik dya kerumah bapak dulu njih pak" jawab Adi minta ijin pada mertuanya.


" sudah kau bicarakan sama istrimu nak ?" tanya bapak lagi.


" sampun ( sudah ) pak ,dan dik dya sudah setuju" jawab Adi .


" baiklah nak,bapak setuju ,biar istrimu juga bisa melupakan kesedihannya,bapak titip anak bapak ya nak" sambung bapak .


" insyaallah Adi akan berusaha jadi imam yang baik buat dik dya" janji Adi .


kemudian mereka meneruskan obrolannya sambil menikmati kopi ....


" dik lurah ini nanti yang mimpin tahlil kyai fai to?" tanya pakdhe Rohman yang baru datang .

__ADS_1


" iya mas," jawab bapak singkat,sementara Adi bangkit menghampiri istrinya


" dik tolong pakdhe Rohman dibuatkan kopi"


" njih mas..." jawab dya sambil bangkit menuju dapur,tak berapa lama dya keluar membawa nampan berisi secangkir kopi dan dihidangkan didepan pakdhenya.


" Monggo kopinya ( silakan kopinya ) pakdhe" ucap dya sambil meletakkan secangkir kopi .


" matur nuwun nduk ( terimakasih nak) " jawab pakdhe Rohman.


"besok jadi kamu boyong istrimu nak Adi?" tanya pakdhe Rohman sambil menoleh kearah Adi .


" insyaallah pakdhe ." jawab Adi


" iya dik lurah,masalahnya dya memang paling dekat dengan almarhum Mbokdhe( budhe )"


" yang sabar ya nak Adi ,...dya masih perlu banyak bimbingan!" sambung pakdhe Rohman.


"insyaallah pakdhe" jawab Adi lugas

__ADS_1


obrolan mereka berhenti ketika adzan magrib berkumandang ,


" ayo kita ke masjid..." ajak bapak sambil melangkah mengambil air wudhu.


" njih pak,Monggo( iya pak ,mari)" sahut Adi sambil berjalan ke kamarnya.


" mas ini sudah dua siapkan baju sama sarungnya" kata dya ketika melihat Adi masuk kamar.


" iya makasih dik,mas ambil wudhu dulu..."jawab Adi ,selesai wudhu dan berganti pakaian Adi melangkah keluar menuju masjid.sementara dya melangkah ke kamar mandi dan mengambil wudhu.


setelah selesai sholat dan mengaji serta membaca surah Yasin untuk almarhum simbahnya,dya melangkah keluar dan mempersiapkan makan malam untuk suami dan ayahnya.


" mas mau dahar sekarang atau nanti? " tanya dya pada suaminya yang telah pulang dari mesjid.


" sekarang aja bareng bapak dan pakdhe Rohman" jawab Adi .sambil melangkah keluar menuju ruang tamu untuk mengajak mertua dan pakdhe Rohman makan malam.


jam telah menunjukkan angka sebelas ketika Adi masuk kamar,dilihatnya dya sudah terlelap di ranjang,disentuhnya pipi istrinya,pelan diciumnya kening yang terbingkai rambut panjangnya.


" kau pasti lelah ya dik,lelah lahir batin,tidurlah" lirih Adi berucap .kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,kemudian dibaringkan tubuhnya disisi istrinya,dipeluknya tubuh mungil yang telah terlelap ,tak berapa lama Adi juga terlelap menyusul istrinya ke alam mimpi.

__ADS_1


jam setengah tiga dini hari dya terbangun seperti biasa,dilihatnya tangan suaminya melingkar di atas perutnya,pelan diangkatnya takut membangunkan suaminya.tapi Adi malah membuka matanya dan tersenyum memandangnya.dipeluknya kembali tubuh istrinya,di ciumnya mesra pipi, hidung,dan bibir dya,semakin lama semakin intens,membuat dya mendesah manja....dan kedua insan yang telah sah menjadi suami istri itu pun menikmati malam pertama yang tertunda...............


sampai keduanya terlelap berpelukan dalam bahagia walaupun kebahagiaan itu berselimut duka.


__ADS_2