Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bab 54


__ADS_3

Tidak terasa dua tahun telah terlewati, selama itu pula Frans masih belum mengutarakan isi hatinya pada Rahma. Rahma sendiri tidak pernah memikirkan pacaran, baginya belajar dan bekerja adalah hal yang wajib dikerjakan.


Rahma, Frans dan Rio baru saja mengambil KHS mereka. Seperti biasa Rahma selalu unggul dibanding dengan Frans dan Rio. Bahkan Rahma dipinang oleh beberapa dosen untuk menjadi asisten dengan ketentuan semester berikutnya nilainya IP KHS di atas 3,5. Selama ini setiap semester nilai IP KHS Rahma selalu di atas 3,7, sedangkan nilai IPK sudah 3,89.


Frans sibuk dengan band-nya sehingga melupakan tugas utama sebagai seorang mahasiswa. Rahma dan Rio sudah mengingatkan tetapi Frans hanya mengiyakan tanpa melakukan usaha untuk meningkatkan prestasi kuliahnya. Frans terlalu segan menolak ajakan teman-teman band-nya yang sudah dipengaruhi oleh Sheila.


"Selamat ya, Rahma! Besok kalau sudah jadi asdos(asisten dosen) kasih kita-kita nilai B ya," ucap Vani teman dekat Rahma selama ini, setelah Tiara.


"Itu sih mau Lo!" sahut Jerry.


Saat ini Rahma dan teman-temannya sedang berkumpul di depan lobi kampus. Banyak mahasiswa yang nongkrong di sini jika tidak ada kuliah atau saat pengambilan KHS.


"Iya, dong! Masak ada teman dekat jadi asdos, nilai masih C aja." jawab Vani tersenyum.


"Jangan mau, Rahma! Berani bayar berapa memangnya dia, minta nilai B. Huh!" ujar Rio sambil mendengkus.


Sebenarnya Rio dan Frans masih satu kelas dengan Rahma, hanya saja Frans yang sering bolos kuliah hanya bisa mengambil sedikit mata kuliah. Sedangkan Rahma dan Rio mengambil jatah SKS dalam jumlah sama.

__ADS_1


"Tuh Ma, cowok Lo belain terus!" ledek Vani.


Kedekatan Rahma dan Rio sering disalahartikan oleh teman-teman sekelas mereka. Apalagi Rio selalu membantu Rahma dan begitu juga sebaliknya. Kedekatan mereka hanya sebatas kakak dan adik. Umur Rio dan Rahma selisih satu tahun, sedangkan Rio dan Frans masih seumuran karena tahun lahirnya sama bahkan hari lahir mereka berdekatan.


Frans yang kebetulan melewati tempat itu bersama teman band-nya, merasa cemburu. Bagaimana tidak cemburu, sudah banyak teman-teman sekelasnya mengatakan jika Rio dan Rahma sedang dekat, dapat dikatakan memiliki hubungan khusus. Frans pun salah paham.


*


*


*


Perbedaan pendapat antara Dolly dan Tiara membuat hubungan mereka putus sambung berulang kali. Kadang kedua orang tua mereka pun menyarankan agar menikah saja biar tidak putus sambung seenaknya.


"Sayang, Abang 'kan sudah kerja. Umur sudah cukup untuk menikah, kamu juga..."


"Juga apa?" potong Tiara.

__ADS_1


"Juga cukup umur untuk menikah. Cewek menikah setelah lulus SMA 'kan biasa. Mau ya? Ya?" jawab Dolly sambil merayu.


"Nggak! Tiara belum pengen nikah. Kata orang yang sudah nikah, nggak enak. Nggak bebas mau ngapain aja, apalagi kalau sudah ada anak." tolak Tiara


"Kata siapa, hmm? Siapa yang mengatakan begitu? Ayo bilang ke Abang!" bujuk Dolly menahan emosinya.


"Ada pokoknya. Tiara belum mau nikah, masih mau bebas!" kekeh Tiara.


Dolly selalu kehabisan cara membujuk Tiara untuk menikah. Padahal setiap bertemu dengan Tiara hasratnya timbul, sebagai laki-laki normal itu hal wajar. Oleh karena itu, Dolly selalu membujuk Tiara agar mau segera diajak menikah.


"Ya sudah kalau belum mau menikah. Kalau begitu Abang pergi aja ke luar negeri. Toh di sini juga begini-begini saja. Lebih baik kuliah lagi." ucap Dolly akhirnya, dia menyerah membujuk Tiara selama ini.


"Ehh, Abang ngapain ke luar negeri?Jangan tinggalin Tiara dong!" kata Tiara dengan manjanya.


"Rencananya Abang mau lanjut S2 di Ausi, untuk apa di sini? Punya pacar tidak peduli lebih penting kebebasan dari pada Abang. Toh keberadaan Abang juga nggak akan merubah keputusannya. Lebih baik sekolah lagi." jawab Dolly pura-pura sedih.


"Abang jangan gitu dong! Kalau Abang ke luar negeri nanti Tiara sama siapa?" rayu Tiara.

__ADS_1


"Kamu di sini sama teman-temanmu, bukannya mereka yang selama ini selalu menemanimu melewati hari? Abang hanya status saja tunangan, tapi setiap hari kamu selalu jalan-jalan sama mereka." jawab Dolly mendramatisir keadaan seolah-olah dirinya dilupakan.


"Abang pokonya nggak boleh pergi kemana-mana. Tiara nggak kasih!" teriak Tiara dengan mata berembun.


__ADS_2