
Hingga kemudian kita telah sampai, aku menemui Ayah yang sedang duduk di kursi.
"Gimana keadaan Ibu Yah ?"
"Dari tadi belum siuman Yas, sedang menunggu di periksa oleh dokter"
"Gimana ceritanya Ibu bisa kecelakaan ?"
"Jadi dia habis belanja, kata yang lihat Ibu mu nyebrang jalan gak lihat-lihat dan dia ketabrak mobil sampai terlempar"
"Innalilahi, terus Ayah sendiri di kabari siapa bisa tau Ibu kecelakaan ?"
"Waktu Ibumu tertabrak, ada Bu Imas yang sedang ke pasar juga, dia lihat ada kumpulan orang ramai-ramai. Kata orang-orang ada kecelakaan tertabrak mobil, setelah Bu Imas lihat ternyata Ibu kamu yang tertabrak makanya dia langsung ngasih tau Ayah"
"Oh gitu Yah, mudah-mudahan Ibu baik-baik saja"
"Iya nak, kita tunggu saja"
"Agus gak ikut Yah ?"
"Dia bersama paman mu di rumah gak di ajak"
Kita semua menunggu Ibu yang masih di periksa dokter, hingga kemudian dokternya keluar dari ruangan Ibu.
"Gimana keadaan istri saya dok ?"
"Sebentar lagi siuman, silahkan kalau mau menjenguknya !"
"Iya dok terima kasih"
Kita semua masuk ke dalam, Ibu terbaring tangan nya di perban dan kakinya juga di perban. Ayah duduk di kursi di sebelah Ibu, kita semua berdiri menunggu Ibu sadar. Hingga kemudian Ibu siuman, kita semua mendekat. Aku baru sadar setelah melihat Ibu lebih dekat, aku lihat kedua kakinya seperti habis di amputasi, dari lutut ke bawah di potong. Aku sangat syok dan sedih, aku kasihan melihat kondisi Ibu. Ternyata tangan yang sebelah kanan nya juga di amputasi, dari sikutnya di potong.
"Alhamdulillah Ibu sudah sadar, Ibu jangan dulu gerak ya kondisi Ibu belum pulih" ucap Ayah
"Aku ada dimana Yah ?"
"Ibu di rumah sakit, Ibu kecelakaan dan di bawa oleh Bu Imas kesini"
__ADS_1
"Belanjaan ku mana ? Aku sudah beli sepatu, sandal wedges, selop, pakaian dan skincare"
Hingga saat Ibu menggerakan tangannya, dia baru sadar kalau tangan kanannya di amputasi.
"Kenapa tangan ku ? Apa yang terjadi ?
Ibu juga menggerakan kakinya, dan kedua kakinya di amputasi "Kaki ku kenapa ? Kenapa kakiku buntung ? Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk !"
Ibu langsung pingsan, setelah tau tangan dan kakinya di amputasi.
"Bu.... Bu ... Sadar Bu ? Ibu harus ikhlas menerimanya, Ibu harus kuat, ini semua peringatan dari Allah agar Ibu bisa lebih mengingat Nya lagi" Ayah berusaha menyadarkan Ibu lagi
Hingga kemudian, ada suster yang datang.
"Kenapa istri saya tangan dan kakinya di amputasi sus ?" tanya Ayah
"Maaf Pak, kondisi tangan dan kakinya Ibu sudah hancur jadi kami langsung melakukan tindakan operasi ini semua demi kebaikan Ibu sendiri. Jika di biarkan, tangan dan kakinya akan membusuk. Maaf saya berikan obat dulu untuk Ibu !"
"Iya dok silahkan"
"Aaaaaaaa kenapa kaki dan tangan ku buntung ? Dokterrrrrrr..... Dokterrrrrrr kembalikan tangan dan kaki ku !"
"Ibu yang sabar Bu, Ibu harus ikhlas ini semua ujian untuk Ibu"
"Sabar... Sabar... Kamu puas kan lihat aku seperti ini ? Sekarang aku juga gak punya kaki seperti kamu, puaskan kamu ? Aku gak punya tangan, lebih baik aku mati saja untuk apa aku hidup"
"Tenang Bu, Ibu jangan ngomong gitu. Istighfar Bu, yang penting Ibu bisa selamat"
"Lebih baik aku mati saja, percuma selamat juga"
Ibu berusaha untuk bangun, dia terus mengamuk hingga kemudian Ibu terjatuh dokter memberikan obat penenang untuk Ibu. Ibu belum bisa menerima kenyataan yang terjadi, semoga ada hikmah dari semuanya. Esok harinya kondisi Ibu mulai membaik, dia di pulangkan kita semua mengantarnya sampai ke rumah. Setelah Ibu pulang, dia lebih banyak berdiam Ayah selalu setia mendampingi Ibu. Aku sendiri kembali melakukan aktivitas seperti biasanya, alhamdulilah semakin banyak pesanan. Berkat Pak Rudi dan Bu Silvi yang telah mempromosikan kerajinan ku dan sekarang makin banyak orang yang memesan. Pak Ardi juga mempromosikan kerajinan ku, aku senang sekarang ini bisnisnya semakin lancar mudah-mudahan tidak ada kendala lagi. hingga kemudian ada yang menelpon ku, dia memesan kerajinan.
"Hallo mas, saya bisa memesan hiasan nya !"
"Bisa kak, mau hiasan pahatan kayu atau yang mana ?"
"Saya mau pesan semuanya, saya pesan hiasan kayu yang ukuran 1,5 x 1 m dan yang lainnya juga tapi ingin yang bertema perumahan. Saya pesan 10 tapi uangnya setelah hiasannya selesai, saya ingin mas nya sendiri yang mengantarkannya langsung ke rumah. Apa bisa ?"
__ADS_1
Saat sedang menelpon orang ini, aku merasa janggal dan curiga hingga kemudian mata penglihatan ku memperlihatkan orang ini. Aku melihat yang menelpon ku ternyata Sandi, Fajar, Akmal dan Farid. Mereka rupanya ingin mengerjai ku, sudah lama juga mereka tidak jahil aku kira mereka sudah berubah. Ok, saat ini aku akan mengerjai balik mereka, sudah saatnya mereka aku kasih pelajaran.
"Bisa kak, kira-kira mau kapan di antarkan nya ? Saya minta alamatnya saja"
"Kira-kira beres nya kapan ? saya tunggu sampai selesainya saja, nanti alamatnya saya kirim lewat pesan"
"Kira-kira beresnya sekitar satu minggu kak, terima kasih kak sudah memesan"
"Ok sama-sama di tunggu ya mas"
"Iya kak"
Mereka tertawa setelah telponnya di matikan, aku ingin tau mereka ingin merencanakan apa.
"Berhasil nih orang miskin itu kena tipu, mudah banget ya di tipu" ucap Sandi
"Kira-kira apa rencana kita selanjutnya ?" tanya Akmal
"Sekarang kita kirim alamatnya, ini merupakan rumah kosong yang sudah lama terbengkalai, kita suruh si Ilyas nya masuk kedalam. Nanti setelah masuk, kita kunci pintunya nanti kita semua berjaga jangan sampai si Ilyas lolos"
"Tapi gimana kalau seperti dulu lagi, dia tau rencana kita waktu kita bawa ke pabrik gula" ucap Fajar
"Iya San, gimana kalau setelah masuk ke dalam, si Ilyas kita bikin pingsan kita buang dia jauh. Kita minta bantuan siapa saja untuk bawa dia pergi biar dia gak bakal kembali lagi" ucap Farid
"Boleh juga tuh, kalau cuma di kurung di rumah doang dia pasti bakal kembali lagi" ucap Sandi
"Ok berarti si Ilyas harus di bikin pingsan agar kita mudah menangkapnya" ucap Akmal
"Tuh anak harus kita singkirkan jauh-jauh, makin besar kepala saja dia apalagi sekarang usahanya makin maju" ucap Fajar
"Betul, atau urusan di buang, nanti aku minta bantuan Ayah ku saja agar ada kendaraan yang membuang dia jauh" ucap Sandi
"Ok brilian tuh, pasti sekarang dia lagi seneng karna ada orderan banyak padahal itu semua palsu haha" ucap Farid
"Gak sabar banget nunggu seminggu, pengen cepat buang dia jauh-jauh" ucap Sandi
Begitulah kira-kira yang aku lihat dan aku dengar, mereka benar-benar jahat dah tidak pernah kapok. Lihat saja akan aku kerjain balik, selama ini aku terus sabar tapi sekarang sudah tidak ada lagi kata sabar untuk orang-orang seperti mereka.
__ADS_1