
Hingga akhirnya kita telah sampai di rumah, aku akan memberikan kejutan pada Ayah.
"Gus kamu duduk di luar aja, kita akan memberikan kejutan pada Ayah"
"Iya Kak, jadi gak sabar lihat Ayah"
Aku masuk ke dalam dan ternyata Ayah sedang berada di toko
"Assalamu'alaikum Ayah sini, ada kejutan buat Ayah"
"Wa'alaikumsalam, eh kamu sudah pulang kejutan apa ?"
"Sini aja Ayah nya !" aku tarik Ayah untuk menemui Agus yang berada di luar
Hingga kemudian kita sudah ada di depan teras rumah, Agus duduk membelakangi kita sehingga tidak terlihat wajahnya. Kemudian Agus berdiri dan mendekati Ayah mereka berhadapan.
"Ini siapa ?" tanya Ayah tidak mengenali
"Coba tebak ini siapa ?"
Agus menunjukan tanda lahirnya yang berada di belakang lehernya
"Agus ?"
Agus langsung menangis dan dia langsung memeluk Ayah
"Iya Yah ini Agus"
"Masyaalloh, ko kamu jadi berubah ? Kenapa bisa begini, Agus bisa berbicara ?"
__ADS_1
"Alhamdulillah Yah Agus telah sembuh, berkat berendam di sungai yang dulu saat aku kesana dia telah sembuh. Kakek yang menolong Agus, mungkin karna Agus nya juga merupakan orang yang baik, dia punya hati yang bersih makanya bisa dengan mudah membuat dia sembuh"
"Alhamdulillah nak, ini benar-benar keajaiban ya Allah terima kasih banyak sekarang kamu seperti orang-orang lainnya. Ayah bahagia kamu bisa normal"
"Iya Yah aku juga bahagia, sekarang Agus bisa membantu Ayah dan mulai saat ini Agus ini seperti Kak Ilyas bisa membuat bangga Ayah dan orang-orang"
"Aamiin, kamu ini memang pintar waktu di ajarin juga kamu bisa langsung paham dan mengerti"
"Iya Gus, maaf ya mungkin dulu kamu sekolah nya telat karna waktu itu sekolah khusus nya terbatas. Tapi kamu bisa mengejar ketertinggalannya, kamu hebat dan cerdas. Kamu ini seperti Kakak kamu Ilyas punya otak yang cerdas"
"Alhamdulillah Yah, tapi kemarin tetap saja aku tidak bisa membantu Ayah mungkin dari fisiknya saja bisa membantu tapi kemarin Agus gak bisa di ajak ngobrol. Tapi sebenarnya Agus mengerti semua yang di katakan Ayah, tapi Agus tidak bisa mengatakannya. Cuma dalam hati saja Agus menjawab"
"Tapi sekarang alhamdulillah, Agus sudah di berikan kesembuhan oleh Allah dan bisa hidup normal. Oh iya Ayah akan mengadakan syukuran untuk Agus, biar kita semua bisa lebih dekat sama Allah dan sebagai rasa syukur dan terima kasih kita kepada Allah SWT"
"Ilyas setuju Pak, gimana kalau kita mengundang anak-anak yatim juga. Kita sambil bersedekah sama mereka dan agar mendo'akan kita agar Agus jadi anak Soleh dan sukses dan kita semua diberikan kelancaran"
"Aamiin, iya Kak aku setuju sama anak-anak jalanan juga Kak para fakir miskin dan orang-orang yang tidak mampu"
"Baik Yah"
Alhamdulillah ya Allah, terima kasih atas nikmat dan anugrah yang Engkau berikan kepada keluarga ku. Semakin lama keluargaku semakin banyak diberikan kebahagiaan oleh Allah, alhamdulilah sekarang kami semakin bahagia. Esok harinya kita mengadakan syukuran, banyak orang-orang yang kita undang selain untuk Agus aku juga minta kelancaran saat nanti aku pergi ke luar negeri untuk Ayah juga agar beliau sehat selalu dan panjang umur. Sebelum pergi ke luar negeri, aku mengajarkan Agus tentang bisnis yang aku lakukan, Agus juga belajar dari Arya hingga tanpa aku duga, Agus langsung mahir dan bisa melakukannya dengan lancar. Agus ini mempunyai daya ingat yang kuat, dia lebih menonjol dalam bidang politik. Dia sangat suka hal-hal tentang politik dan hukum, saat sedang menonton TV dia lebih suka nonton berita tentang politik. Agus akan aku sekolahkan dulu, sebelumnya dia sekolah khusus dan sekarang sekolah biasa. Mungkin sekarang ini dia lebih penting sekolah dulu kalau bisnis bisa di kerjakan lain waktu. Saat ini Agus duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 2, mungkin jika ada Yudi dia kelas 3.
"Gus tapi kan kamu sekarang mending fokus sekolah dulu jangan dulu bekerja"
"Tapi Kak, aku ingin membantu Ayah ingin langsung kerja"
"Kamu harus sekolah sampai lulus dulu dan nanti kamu juga harus lanjut kuliah. Kakak yakin kamu akan jadi orang yang berhasil dan sukses, kamu harus mengejar cita-cita kamu dulu"
"Baiklah Kak kalau begitu, lalu gimana bisnis kakak ?"
__ADS_1
"Biar sama Arya aja dulu nanti dia akan di bantu oleh Pak Rudi, kamu harusnya sekolah dulu jangan dulu kerja"
"Iya Kak, aku akan sekolah dulu"
Hingga tibalah waktunya aku pergi ke luar negeri, aku di antarkan oleh Ayah, Agus dan teman-teman ku sampai di bandara. Inilah awal untuk mewujudkan cita-cita ku, aku akan berjuang keras dan semangat. Singkat cerita 4 tahun berlalu, selama kuliah aku telah berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan, sekarang aku sudah sarjana. Saat merayakan sarjana, aku hanya bisa berkomunikasi lewat handphone dengan keluargaku. Aku telah berhasil, aku menerima banyak tawaran pekerjaan di luar negeri. Hingga kemudian aku kembali ke Indonesia, sebelum lulus aku sudah banyak di tawarkan pekerjaan di Indonesia juga. Tapi aku memilih bekerja di Indonesia aja karna aku tidak mau jauh dari keluarga ku, tujuanku ingin mensejahterakan rakyat Indonesia. Aku di jemput oleh keluarga dan teman-teman ku di bandara, aku sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan mereka.
"Alhamdulillah sekarang kamu sudah kembali nak"
"Iya Yah, aku senang bisa bertemu dengan kalian lagi"
"Selamat datang kembali Kak, selamat ya Kakak sudah jadi sarjana"
"Iya Gus terima kasih, kamu sekarang kuliah semester empat ya ?"
"Iya Kak 2 tahun lagi aku juga akan sarjana"
"Semangat ya Gus"
"Iya Kak"
"Sekarang kamu sudah jadi orang hebat nih, denger-denger kamu sudah bekerja sama dengan instansi luar negeri ya" Ucap Arya
"Belum Ya baru mau berjuang hee"
"Hebat kamu, semoga impian kamu terkabul Yas" ucap Adin
"Aamiin iya Din terima kasih, kita makan-makan yu aku yang traktir !"
"Wih kita di traktir makan oleh bos besar" ucap Jefri
__ADS_1
"Ah kamu Jef, ayo kita semua langsung pergi !"
Sebelum pulang, kita pergi ke restauran dulu untuk merayakan bertemu lagi dengan orang-orang yang aku sayang. 3 tahun lalu aku dapat kabar kalau Yudi telah meninggal dunia, dia berkelahi dengan teman satu sel nya. Aku cukup sedih dan kaget mendengarnya, walaupun Yudi demikian tapi dia tetap adik ku, dia sudah tenang bersama Ibu. Agus sendiri sekarang sedang kuliah, 2 tahun lagi dia sarjana. Aku akan bekerja sama dengan adik ku untuk mewujudkan cita-cita ku, aku bekerja di instansi pemerintah aku juga punya banyak kenalan di luar negeri untuk bisa membantu perekonomian di Indonesia. Hingga kemudian kita melakukan pertemuan antar negara, aku sendiri menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia. Aku ingin membuat banyak lapangan pekerjaan tapi tidak mencakup persyaratan yang bisanya, tidak harus lulusan sarjana atau karna fisik asalkan mereka mampu melakukannya. Mungkin bagi masyarakat yang mempunyai pengetahuan minim, bisa bekerja membuat kerajinan tangan atau kuliner pasti semua orang bisa melakukannya tanpa harus punya keahlian khusus atau berpengetahuan. Aku juga membuat alat yang di pasangkan khusus, jika orang itu melakukan tindakan kriminal atau kejahatan maka akan langsung mendeteksi nya langsung. Alat itu juga bisa mengetahui seseorang berbohong atau tidak dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan begitu tidak akan ada lagi orang yang korupsi, suap menyuap, dan tindakan curang lainnya. Semuanya telah di awasi cctv yang bisa mendeteksi langsung tindakan kejahatan dan kriminal lainnya. Untuk perekonomiannya sendiri, setiap orang di batasi jadi tidak ada orang yang mempunyai harta berlebihan. Setiap orang yang bertugas wajib melakukan tugasnya dengan baik, semua orang yang tidak mampu langsung di bantu dan di berikan modal usaha atau lapangan pekerjaan sesuai keahliannya. Dengan begitu semuanya akan damai, sekolah juga wajib dan bagi yang tidak mampu di gratiskan. Setelah mereka lulus sekolah, akan diberikan pekerjaan sesuai keahliannya masing-masing. Setiap orang juga wajib melakukan hidup sehat, setiap seminggu sekali melakukan gotong royong, membersihkan sampah, saluran air, sungai, jalanan dan semuanya sehingga tidaklah ada sampah yang berserakan dan bisa terhindar juga dari bebagai macam penyakit. Untuk di kota-kota sendiri dan pedesaan, kendaraannya di ubah tidak memakai bahan bakar minyak tapi menjadi tenaga listrik sehingga tidak ada lagi polusi. Untuk mengisi ulang kendaraannya sendiri tidak di kenakan biaya, lambat laun semuanya di terapkan sehingga rakyat Indonesia sejahtera.