
menjelang acara pertunangan ...tiba tiba Mbah Rayi (nenek) sakit,beliau yang biasanya masih gesit diusia yang telah senja kini terbaring lemah,wajahnya pucat ,karena beberapa hari nggak mau makan ,hanya bibirnya lirih menyebut asma Alloh.
" kita ke rumah sakit ya mbok?"
" Ndak le,simbokk mau dirumahnya saja ( nggak ,nak simbok mau dirumahnya saja),"jawab Mbah Rayi pelan
" telp kangmasmu( kakakmu) le...,simbok mau pulang" kembali suara Mbah terdengar pada bapak
" sudah tadi malam,sekarang sampai Magelang" jawab bapak sambil membenahi selimut Mbah rayi.kemudian bangkit keluar
"nduk ayo bapak mau bicara" kata bapak sambil memegang pundak ku ..
" njih pak( iya pak),Mbah dya keluar sebentar nggih," kata dya pelan ,Mbah Rayi mengangguk pelan.
dya melangkah keluar kamar menuju ruang keluarga,ternyata disana sudah ada pakdhe Rohman,dan calon mertuanya,juga Adi calon suaminya.dya menyalaminya kemudian duduk disebelah bapaknya
" nduk keadaan mbahmu udah parah ,bapak mohon kamu bisa legowo( ihklas) untuk menikah sekarang " kata bapak
" iya nduk yang penting sah secara agama dan hukum saja dulu" sambung pakdhe Broto
" njih dya nderek bapak mawon dospundi saene( ya ,dya nurut bapak gimana baiknya)" jawab dya tanpa mengangkat wajahnya.
__ADS_1
" mas Adi gimana ?" tanya dya kemudian
" mas setuju,dik" jawab Adi tersenyum
" baiklah biar semua diurus mas Rohman ," kata bapak .
" iyaa....kalian tau beres saja,insyaallah nanti bakda asar ijab kobulnya"
" kamu siap siap nduk ,biar dibantu budemu...!" sambung pakdhe Rohman .
" njih pakdhe" dya melangkah ke kamar yang diikuti oleh budenya.
" sabar nduk!" kata budhe Tanti yang ikut masuk kamar.
" insyaallah kamu kuat,sana ambil wudhu dulu ,sholat biar plong" sambungnya.
" njih budhe" jawab dya menggiakan sambil melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu,dan sholat dua rakaat.dya pun larut dalam doa doanya,mengadukan semua yang terjadi pada sang khalik,mencoba memahami apa yang terjadi,lamaaa dya bersimpuh di atas sajadahnya.setelah hatinya terasa plong dan kembali tenang dya melepas mukenanya dan melipatnya rapi kemudian melangkah keluar .diruang keluarga sudah banyak saudara dan kerabatnya berkumpul mempersiapkan pernikahan dadakan .dya tersenyum miris mengingat kata pernikahan dadakan.
" kenapa?" suara Adi yang tiba tiba telah berdiri disebelahnya.
" mas....!" dya terlonjak kaget,Adi terkekeh melihatnya.
__ADS_1
" aku tau dik ,kamu masih kaget dengan semua ini!"
" insyaallah kita sama sama jalani dengan ikhlas ya " sambung Adi berusaha menjelaskan pada dya.
" njih mas,insyaallah " jawab dya pelan.
" aku memang tidak salah pilih,aku berjanji akan selalu ada buat kamu dik" ucap Adi tersenyum bahagia.
" terimakasih mas"pipi dya telah merona membuat wajah yang terbingkai hijab itu semakin menawan,membuat Adi semakin tak bisa berpaling dan berkali kali mengucap syukur.
kemudian mereka masuk ke kamar Simbah untuk memohon doa restu,dalam kamar semua kakak dari pihak ayah dya sudah berkumpul
" Mbah ,dya mohon doa restunya....." ucap dya memegang tangan simbahnya Tampa bisa melanjutkan kata katanya karena air matanya sudah berjatuhan.
" iyaaaa.....Mbah sudah lega..ingat pesan Simbah" ucap Simbah lirih .
" leee .....titip dya ya...!" ucapnya pada Adi yang duduk disamping dya.
" insyaallah Mbah,Adi akan menjaga dya,semampu Adi"jawab Adi .
kembali Simbah memejamkan matanya ...hanya bibirnya bergerak menyebut asma Alloh.
__ADS_1