
Jam 03.12 wib..dya terbangun untuk sholat tahajud ,memang dya telah terbiasa bangun dinihari untuk sholat sunah,dilangkahkan kakinya ke kamar mandi,dibersihkan dirinya,setelah berwudhu,dya sholat tahajud dengan kusyu' dya larut dalam doa doanya .....hingga adzan subuh terdengar dari masjid tak jauh dari rumahnya ...dya segera sholat subuh ....jam telah menunjukkan angka 04.45 wib saat dya keluar dari kamarnya menuju dapur....dimasaknya nasi,disiapkan semua bahan bahan yang akan dimasak ..karena nanti jam 07.00 dya harus ke kampus menemui dosen pembimbing skripsinya yang sudah sampai bab terakhir ...saat dilihatnya Adi keluar dari kamar sudah rapi,segera dibuatkan kopi dan ditaruh dimeja
" kopinya mas.. " ucapnya dingin ..tanpa menunggu jawaban suaminya dya kembali ke meja makan menyiapkan sarapan ,setelah semua selesai,dihampiri suaminya ...
" kalau mau sarapan duluan aja mas,aku puasa"kata dya sambil melangkah ke kamar untuk siap siap ke kampus ,Adi memandang istrinya yang berubah 180 derajat sikapnya,hilang sudah dua yang ceria,yang selalu tersenyum,sekarang sikapnya begitu dingin,Adi paham istrinya marah ,dan sifat istrinya memang akan diam saat marah ...." maafin mas Dy.." ucap Adi sambil melangkah ke meja makan dan makan sendiri
setelah selesai dilangkahi and kakinya ke kamar istrinya...." mas berangkat Dy ....!" sambil diketuknya pintu kamar,dan pintu terbuka...Tampa kata dya mengambil tangan suaminya dan menciumnya,
" mas berangkat Dy...." kata Adi mengulanginya,dya mengangguk tanpa kata ...Adi melihat mata istrinya bengkak dan terlihat jelas luka yang telah ditorehkannya....
" maafin mas Dy..." ucap Adi untuk sekian kalinya.dya tak menjawab sepatah katapun...akhirnya Adi melangkah keluar setelah mencium kening istrinya....
" ati ati kalau ke kampus Dy.." ucap Adi sambil melangkah keluar .sementara dya menahan tangisnya...
__ADS_1
" kau suruh aku hati hati ,tapi kau tega menorehkan luka di hatiku mas" rintih dya menahan pilu,dan beranjak mengambil tas,dan kunci mobil untuk menuju kampus,dikuncinya pintu depan dan dya melaju menuju kampusnya.
Hari berganti bulan pun berlalu dya sudah selesai mengikuti ujian akhir program dan tinggal menunggu wisuda,rumah tangganya berjalan seperti biasa,dya tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri walaupun Tampa kata ...rumahnya jadi sepi,tak pernah lagi terdengar mereka berdua bercanda ,atau pergi berdua,ataupun berbincang berdua ...hanya diam yang sering mendominasi mereka berdua ......
Sore itu dya tengah duduk di teras samping setelah selesai menyiram anggrek kesayangannya....ketika Adi suaminya pulang dan duduk disebelahnya,dya bangkit untuk membuatkan kopi
" kopinya mas..."
" makasih Dy ..." ucap Adi mencoba mencairkan kebekuan antara mereka berdua
" belum tau..." jawab dya pendek sambil merangkai bunga mawar di vas .
" mau terus ambil S1 atau ambil PTT dulu Dy" sambung Adi,dipandanginya wajah tirus istrinya....kembali rasa bersalah membuat dadanya sesak,Adi tau...istrinya terluka ,tapi istrinya tetep bertahan....
__ADS_1
" nggak tau mas ,lihat nanti saja" jawab dya
" kalau mau ambil PTT jangan jauh jauh Dy...mas mohon" kata Adi
" jauh dekat nggak ada bedanya to ?" kata dya sambil tersenyum sendu....mencoba menahan nyeri dihatinya
" mas tau Dy ..kamu belum bisa maafin mas"ucap Adi pelan,dya tidak menjawab cuma tersenyum malas ....
" aku cuma berusaha menjalani semua dengan ikhlas mas" ucap dya
" aku berusaha mewujudkan mimpiku ..agar aku nggak bergantung padamu lagi..."lanjut dya pelan
" aku suamimu Dy...sudah kewajiban ku menafkahimu" kata Adi
__ADS_1
" suami yang tak pernah mencintaiku ya mas" dya tertawa sumbang ,membuat Adi terdiam,tawa istrinya seperti sembilu yang menghujam ulu hatinya,
" maafin mas Dy...."ucap Adi ,tapi dya kembali tidak menjawab dan melangkah menuju kamarnya .....Adi pun beranjak menuju kamarnya untuk siap siap sholat di masjid,sekarang nggak ada lagi yang menyiapkan bajunya,istrinya masuk kamar ini hanya untuk bersih bersih ,ambil baju kotor dan memasukan baju bersih kelemarinya.....tidak lebih dari itu,sekarangpun mereka jarang berkomunikasi ,dya diam saja bila tidak ditanya,kalaupun Adi bertanya sesuatu istrinya cuma jawab seperlunya....mereka seperti dua orang asing yang terpaksa hidup satu rumah.