Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bab 89


__ADS_3

Rahma menunggu kepulangan suaminya di ruang tamu. Sudah jam sebelas malam, Frans belum juga menampakkan tanda-tanda pulang. Bahkan Rahma sudah tertidur di sofa panjang di ruang tamu. Akhirnya Rahma memilih masuk ke kamarnya, saat dilihatnya sudah jam sebelas malam.


Sesaat setelah Rahma memasuki kamarnya, terdengar suara motor memasuki halaman rumah. Rahma pun kembali keluar dari kamar untuk menyambut kepulangan suaminya.


"Rahma?" sapa Frans yang terkejut saat masuk ke dalam rumah ternyata melihat Rahma berdiri mematung di depan pintu kamar.


Rahma pun salah tingkah karena sapaan dari Frans.


"Ehm, baru pulang?" tanya Rahma basa-basi, ingin rasa keluar dari keadaan yang serba canggung malam ini.


"Kamu kenapa belum tidur? Aku 'kan sudah bilang tidak usah menungguku pulang," ucap Frans sambil meletakan tas ranselnya begitu saja di lantai.


Rahma berjalan ke dapur untuk mengambilkan minum Frans.


"Air putih saja!" kata Frans ketika dilihatnya Rahma sedang mengambil cangkir kopi.


Akhirnya Rahma menukar cangkir dengan gelas. Rahma mengambilkan air putih hangat untuk suaminya.


"Terima kasih."


"He'em."


"Kenapa belum tidur? Memikirkan apa, hmm?" tanya Frans membuka percakapan ketika mereka berdua hanya duduk tanpa ada obrolan.


"Tadi sudah tidur, aku baru saja terbangun," jujur Rahma sambil menunduk.


"Ya udah kalau begitu, kamu tidur lagi aja. Aku mau mandi terus tidur juga. Sudah larut!" putus Frans akhirnya.

__ADS_1


Frans pun berjalan menuju ke kamarnya. Tak lama kemudian, Rahma juga kembali masuk


ke kamarnya.


Keinginan Rahma untuk meminta maaf pun urung karena Frans yang pulang malam. Selain itu, Rahma juga belum siap.


Pagi harinya, Tiara sudah membuat heboh seisi rumah di saat semua masih terlelap.


"Aduuhhhh!" erang Tiara dari dalam kamarnya.


Tiara merasa perutnya kram dan tegang. Kontraksi palsu memang sudah sering terjadi padanya, akan tetapi pagi ini dia teriak kesakitan seperti orang akan melahirkan.


"Kamu kenapa Tiara?" tanya Rahma panik, kebetulan kamar mereka berdekatan sehingga Rahma dengan mudah mendengar teriakan Tiara.


"Perutku! Aduhh! Pinggangku!" teriak Tiara lagi sambil memegang perut dan pinggangnya bergantian.


"Frans!" panggil Rahma sambil menggedor-gedor pintu kamar suaminya itu.


Frans pun menggeliat dan duduk.


"Iya, masuk aja!" jawab Frans dengan suara serak khas bangun tidur.


"Frans, Tiara! Aaa..." jerit Rahma sambil menutupkan kedua matanya.


Frans yang mendengar teriakan Rahma pun kaget sehingga bangkit dan mendekati Rahma.


"Ada apa dengan Tiara, Rahma?" tanya Frans sambil mendekati Rahma.

__ADS_1


Tanpa dia sadari jika saat ini dia hanya menggunakan celana boxer. Setiap malam, Frans tidur tanpa menggunakan bajunya. Dia selalu tidur hanya menggunakan celana boxer dengan alasan lebih enak dan tidak gerah.


Rahma yang mendengar suara Frans yang dekat dengannya pun membuka matanya.


"Aaa..." jerit Rahma lagi sambil kembali menutup rapat matanya.


"Kamu kenapa sih?" tanya Frans heran karena istrinya itu kembali menjerit.


"Pakai bajumu!" ucap Rahma sambil berbalik arah dengan mata masih tertutup rapat.


Frans pun melihat ke badannya sendiri dan tersenyum.


"Baiklah, kamu ke kamar Tiara dulu. Nanti aku nyusul!" kata Frans sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Bu Sarifah yang mendengar teriakan yang tidak berhenti dari Rahma dan Tiara pun menjadi bingung, siapa dulu yang akan didatangi.


Tiara sudah tenang karena hanya mengalami kontraksi palsu seperti biasanya. Tadi dia hanya terkejut saja, soalnya di saat dia masih enak dalam dunia mimpi tiba-tiba perut dan pinggangnya sakit bergantian. Sehingga tidurnya pun terganggu.


"Kalian berdua pagi-pagi sudah membuat gempar! Untung hanya Ibu yang ada selain kalian. Bagaimana coba kalau semua pembantu yang bekerja di sini menginap? Pasti mereka juga ikut panik." cerca bu Sarifah kesal.


Bagaimana tidak kesal di saat dia melakukan ibadah, malah terdengar suara jeritan dari dua kamar. Sehingga ibadahnya tidak bisa khusyuk lagi.


"Maaf, Bu! Tadi Rahma refleks teriak karena melihat Frans nggak pakai baju," ujar Rahma lirih, tidak berani menatap wajah ibunya.


"Melihat suami tidak pakai baju kok histeris. Harusnya Lo itu seneng bukan histeris!" celetuk Tiara.


"Gara-gara kamu nih, jadi aku ketularan teriak-teriak pagi-pagi!" sungut Rahma kesal.

__ADS_1


"Kok Gue? Gue 'kan nggak ngapa-ngapain, kenapa disalahin?" tanya Tiara pura-pura polos.


__ADS_2