
Dunia memang berputar kehidupan seseorang pasti terus berubah, yang di atas tidak akan selamanya di atas dan yang di bawah juga sebaliknya. Kini keluarga Sandi sedang mengalami cobaan, Ayahnya di penjara sementara Sandi dan Ibunya pindah rumah, mereka tinggal di kontrakan rumah kecil yang jauh dari rumahnya yang dulu. Saat kita habis belanja keperluan untuk kerajinan, kita melihat Ibunya Sandi sedang berjualan minuman dingin di pinggir jalan.
"Lihat Yas, bukannya itu Ibunya Sandi ?" tanya Dimas
"Iya Yas itu memang Ibunya Sandi, kasihan ya kemarin hidupnya mewah kemana-mana naik mobil, pakaiannya juga bagus-bagus sekarang terlihat lusuh" ucap Jefri
"Kasihan mereka, tapi Ibunya Sandi baik tapi karna ulah suaminya jadi hancur" ucap Adin
"Jangan ngomongin orang, semuanya sudah di atur semoga mereka tetep tegar menjalaninya" ucapku
"Eh bukannya itu si Sandi ! Dia seperti marah-marah pada Ibunya"
Aku lihat, Sandi membentak-bentak Ibunya aku bisa mendengarnya Sandi minta uang tapi Ibunya tidak punya. Hingga tanpa kuduga, Sandi mendorong Ibunya sendiri sampai terjatuh. Aku langsung turun dari mobil dan berlari menghampiri mereka. Aku langsung menolong Ibunya Sandi.
"Ibu tidak apa-apa ? Aku membantu membangunkannya
"Ngapain lu disini ? Seneng lu lihat keadaan gua yang sekarang ? Pasti lu puas kan sekarang gua jatuh miskin ? Pergi sana lu, jangan so jadi pahlawan jangan ikut campur urusan gua !"
"Maaf San, saya kesini tidak ada niat apa-apa, tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku cukup prihatin dengan kondisi kamu dan keluarga kamu sekarang"
"Alah, so baik lu pergi lu ! Gua jijik lihat muka lu" Aku di dorong hingga terjatuh
Teman-teman ku datang menghampiri kami, Ibunya Sandi menyelamatkan aku.
"Kamu jangan seperti itu, Ilyas anak baik dari dulu juga orangnya tidak pernah jahat sama kamu, justru kamu yang dari dulu sering menjahili Ilyas"
"Oh jadi Ibu belain anak miskin ini ?"
"Bukan begitu nak"
Sandi membawa uang di dompet milik Ibunya hasil jualan minuman
"Jangan nak, itu untuk bayar cicilan rumah kita"
"Ahhhh peduli amat, Sandi pengen beli arak biar gak pusing"
Ibunya berusaha untuk membawa dompetnya, mereka saling rebutan. Teman-teman ku menolongku yang tejatuh di dorong Sandi, tanpa kuduga Sandi mendorong Ibunya sangat keras hingga Ibunya terjatuh dan kepalanya terbentur aspal.
"Sandiii... lu tega amat sama nyokap lu sendiri !" ucap Adin membentak
Dia malah kabur dan berlari, kita semua langsung menyelamatkan Ibunya Sandi. Kepalanya penuh dengan darah, kita langsung membawanya ke rumah sakit.
"Gila amat tuh anak, benar-benar anak durhaka. Sama Ibunya sendiri tega" ucap Jefri
"Anak durhaka seperti dia pasti ada balasannya" ucap Dimas
"Semoga Ibunya gak kenapa-kenapa, kita harus cepat membawa Ibunya ke rumah sakit" ucapku
Saat tiba di rumah sakit, Ibunya Sandi langsung di tangani dokter. Aku dan teman-teman ku menunggunya, hingga beberapa lama kemudian dokternya keluar.
__ADS_1
"Gimana dok keadaannya ?"
"Alhamdulillah gak apa-apa dek, sebentar lagi juga siuman"
"Alhamdulillah terima kasih dok"
Kita semua langsung masuk kedalam, hingga tak berapa lama Ibunya Sandi siuman.
"Sandi... Dimana sandi ?"
"Dia tidak ada Bu, gak tau kemana"
"Ya Allah, terima kasih banyak Yas kamu sudah menolong Ibu dan maaf atas sikap Sandi sama kamu"
"Gak apa-apa Bu, yang penting Ibu baik-baik aja"
"Ibu harus pergi dari rumah sakit, Ibu gak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit nya" beliau hendak mau bangun
"Ibu jangan dulu bangun istirahat dulu aja, semuanya sudah saya bayar"
"Ibu benar-benar gak enak sama kamu nak, selama ini kita selalu jahat sama kamu Ibu benar-benar malu"
"Gak apa-apa Bu yang telah berlalu lupakan saja. Ibu jangan mikirin apa-apa yang penting Ibu sehat dulu"
"Iya Bu, Ibu yang sabar ya ?" ucap Adin
"Iya nak terima kasih banyak"
"Sekali lagi terima kasih ya nak, Ibu sangat tertolong"
"Iya sama-sama, oh iya Bu ini ada sedikit rezeki buat Ibu untuk bayar kontrakan" aku memberikan amplop pada Ibu
"Tapi nak, ini terlalu berlebihan. Kamu sudah membayar biaya rumah sakit Ibu"
"Gak apa-apa Bu terima saja, rezeki itu jangan di tolak tadi kan uangnya di ambil Sandi" ucap Jefri
Akhirnya Ibu nya Sandi menerima uang dari ku
"Terima kasih banyak nak, semoga Allah membalas semua kebaikan nak Ilyas berkali-kali lipat"
"Aamiin"
Saat aku berikan uangnya, tiba-tiba Sandi datang begitu saja.
"Sandi kamu dari mana ?" tanya Ibunya
"Lu jangan so baik ya, pergi lu semua dari sini !"
"Tapi niat kita baik, untuk menolong Ibu kamu"
__ADS_1
"Halah lu pasti ada maunya, cepat kalian pergi dari sini atau gua teriak biar lu semua di usir karna sudah mencelakai nyokap gua"
"Enak aja lo, justru lu yang udah mencelakai nyokap lu sendiri" ucap Adin kesal
"Mana buktinya ? Gua akan laporin lu semua karna sudah mencelakai nyokap gue"
"Nih anak bener-bener sakit, kurang aja* harus di kasih pelajaran" ucap Jefri
"Sudah-sudah kita keluar aja dari sini, Bu kita pulang dulu semoga lekas sembuh !" ucapku
"Terima kasih nak Ilyas, maafin Ibu dan Sandi ! Ibu benar-benar malu dan bersalah"
"Gak usah merasa bersalah sama orang seperti mereka Bu, cepat kalian pergi !"
Kitapun segera pergi, aku harus benar-benar sabar.
"Si Sandi benar-benar keterlaluan, malah lempar batu sembunyi tangan dia. Tuh anak benar-benar gila, otaknya udah gak di pake" ucap Adin
"Tapi kasihan sama Ibunya, apa gak bakal di jahatin lagi ? Tadi aja di depan umum berani menganiaya Ibunya" ucap Dimas
"Mudah-mudahan aja enggak" ucapku
Saat kita berjalan keluar dari rumah sakit, tiba-tiba Sandi berlari dan menabrak Jefri sampai tejatuh mereka berdua terjatuh.
"Sialan lo, kalau jalan pakai mata ! Ucap Jefri kesal
Sandi langsung berdiri dan kembali berlari dengan terburu-buru, kemudian diikuti oleh satpam dan suster yang mengejar.
"Kalian lihat seorang pria berlari kesini yang pakai baju hijau ?" ucap Pak satpam
Orang yang dimaksud adalah Sandi, aku berfikir apa yang baru saja terjadi.
"Dia lari kesana Pak !" ucap Adin
Kemudian Pak Satpam mengejar Sandi
"Ada apa sus ?"tanyaku
"Bu Yanti (nama Ibunya Sandi) terjatuh dari ranjang karna di tarik oleh orang yang tadi anaknya, dia membawa uang si Ibu. Sebelumnya terjadi perkelahian, Bu Yanti di pukuli dan di tendang oleh anaknya. Setelah saya masuk, dia langsung kabur dan saya meneriaki Pak satpam untuk mengejarnya"
"Astaghfirullah, lalu sekarang gimana keadaan Bu Yanti sus ?"
"Sedang di periksa dokter dek"
Susternya kembali masuk ke dalam, aku dan teman-teman ku merasa kaget dengan apa yang terjadi.
"Si Sandi benar-benar durhaka sama Ibunya, semoga dia mendapatkan balasan yang setimpal" ucap Adin
"Kita lihat yu keadaan Bu Yanti ! Kasihan dia gak ada yang jagain" ajak ku
__ADS_1
"Ayo Yas"
Kita kembali lagi ke ruangan Bu Yanti, saat itu masih sedang di periksa oleh dokter. Hingga kemudian dokternya keluar, untuk saat ini Bu Yanti harus di rawat dulu, beliau mengalami beberapa memar dan luka di tubuhnya. Kasihan Bu Yanti di aniaya oleh anaknya sendiri, rupanya Sandi mengetahui saat aku memberikan uang pada Bu Yanti dan uangnya di bawa semua oleh Sandi. Anak itu benar-benar keterlaluan, semoga dia cepat sadar dan menyadari kesalahannya.