
Dan semua keterpurukan keluargaku berawal disini,.......saat panen tembakau yang biasanya berlimpah tapi.......tahun ini .😥😥😥oh ya bapak juga membeli tembakau kering dari petani dan menjual nya ke pabrik gudang garam,disamping mengolah dari sawah sendiri.dan sore itu............
" nduk,...kamu bisa ambil cuti kuliah nggak to? tanya bapak saat aku pulang
" kenapa pak.....?" tanyaku pelan ....karena aku tau untuk sekolah di keperawatan memang mahal.
" bapak nggak ada uang...tembakaunya 200 keranjang aut semua"deg ...ku tatap bapak iba...aku tau arti ini semua....
" nggih pak ,besok tak tanya ke kantor nggih pak? jawabku mencoba tenang dan cepat memahami apa yang terjadi ...
" sawah akan kita jual tahunan selama 2 th untuk menutup uang petani ..sisakan 3 sawah untuk hidup kita...! datar suara bapak
" nggih ,bapak tenang saja paling tidak kita bisa melunasi uang petani nggih pak!" kataku berusaha bijak.walau kecewa,bingung ,cemas nggak karuan ,semua aku sembunyikan dari bapak ,aku nggak mau bapak turut cemas akhirnya jatuh sakit.
sore itu saat kami sekeluarga sedang berkumpul untuk membicarakan tentang keadaan yang terjadi pada keluarga kami......ada tamu dari keluarga jauh .
"assalamualaikum..dik lurah!"
" walaikum salam mas,Monggo mongo pinarak (mari mari silahkan masuk) !bapak menyambut ramah ,ternyata pakdhe Rohmat sepupunya bapak.
" ko njanur gunung to mas",gimana keluarga sehat to mas? sapa bapak hangat
__ADS_1
" laiyo ada yang penting ini,langsung saja ini ya dik lurah,aku ko dikasih amanah dari mas broto?!"pakdhe Rohmat mulai pada permasalahanya.
" mas Broto...lurah desa sebelah itu to mas?"
" Iyo ..mas Broto mau ngajak dik lurah besanan "
" laaa anaku masih sekolah je mas... !" kata bapak sedikit kaget ,karena selama ini kalau ketemu di kantor kecamatan ya sekedar saling sapa.
" laaa apa nggak salah to mas,beliau orang yang terpandang sedang adine sampeyan ini cuma petani " jawab bapak sambil menghisap rokok lintingnya.
" apalagi panjenengan lak paham saat ini keadaanku sedang Morat marut mas" sambung bapak lirih
" sudahlah dik,mungkin ini jalan dari Alloh untuk menolong keluarga jenengan dik," hibur pakdhe.
" biar cuti dulu ,coba panggil anakmu ..."
" dya ...sini nduk ,pakdhe mau ngendiko ( bicara) ini ...!"panggil bapak dari ruang tamu.
" nggih( ya) pak...." .jawab dya sambil keluar dan duduk disamping bapaknya.
"" nduk (nak) ini putranya p Broto ko menginginkan kamu jadi pendampingnya ,bagaimana? "
__ADS_1
" mas Adi njih pakdhe?" tanya dya
" Iyo....ko kamu kenal nduk ?" tanya pakdhe.
" njih dulu kakak kelas waktu SMA" dya menjawab lugas.
" saya manut sama bapak saja pakdhe,tapi bagaimana kuliah saya?"
" Alhamdulillah ,masalah kuliah nanti kita bicarakan bareng bareng ya nduk..."
" bagaimana dik lurah ,anakmu manut sama panjenengan ?tanya pakdhe rohmat.
" yaaa...aku setuju kalau anaku menerima lamaran ini"kamu mantep nduk?" tanya bapak padaku.
" njih pak ,insyaallah dya nderek ngendikane (menurut sama ) bapak.
" ya sudah aku tak pamit dulu dik lurah,sudah mau magrib ini" pamit pakdhe.
" Monggo Monggo pakdhe..nderekaken " kata bapak sambil menyalami pakdhe Rohmat ,dan mengantar sampai halaman .
Setelah mobil pakdhe Rohmat keluar dari halaman dan hilang dibelokan ,bapak masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" bapak kemusholah dulu nduk,katakan pada ibumu," pamit bapak padaku saat aku tengah meringkasi cangkir bekas menyuguhkan pakdhe Rohmat tadi.
" njih ( ya) pak" jawab dya.