Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Impianku


__ADS_3

Kehilangan seorang Ibu sangat membuatku terpuruk, walaupun aku tidak pernah merasakan kasih sayangnya tapi aku merasa bahagia selama bersama Ibu. Kini Ayah tinggal berdua saja dengan Agus, Yudi sendiri masih 3 tahun lalu bebas dari penjara.


Singkat cerita 2 tahun berlalu kini aku duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 3, sebentar lagi aku akan segera lulus. Alhamdulilah sekarang aku sudah mempunyai 2 toko kerajinan, usahaku semakin berkembang walaupun beberapa kali kami mengalami kerugian. Tapi aku tidak menyerah, bagiku kegagalan sudah biasa terjadi. Selama ini hidupku penuh dengan suka dan duka, mungkin lebih banyak aku merasakan pahitnya hidup. Anak-anak jalanan yang bekerja dengan ku, kini mereka semua sekolah dan tidak bekerja lagi. Aku melarang mereka untuk bekerja, mungkin sekedar bantu-bantu saja sebentar dan aku menyuruh mereka untuk belajar lebih fokus sekolah.


Sementara itu yang bekerja denganku, mereka para tetangga yang kebetulan ingin bekerja dan sebagian lagi para pengemis jalanan. Aku ingin mempekerjakan orang-orang sekitaran sini dulu, aku ingin angka pengangguran di sekitar tempatku berkurang. Aku juga ingin tidak adanya pengemis, gelandangan, kemiskinan dan yang lain sebagainya di negeri ini. Aku lebih mencari orang-orang yang benar-benar sangat membutuhkan pekerjaan atau mereka dari kalangan menengah ke bawah. Mungkin banyak para pengangguran di negeri ini, contohnya mereka lulusan SMA, kuliah atau yang lainnya. Mereka dari golongan orang berkecukupan, maksudnya masih bisa main, punya handphone bagus dan masih mampu pergi liburan. Mungkin orang itu memang pengangguran tapi masih di katakan mampu, aku tidak dulu mempekerjakan orang-orang demikian.


Mungkin ada beberapa orang yang ingin bekerja di tempatku, mereka memakai motor bagus handphone nya juga mahal, dilihat dari sikapnya mereka ingin bekerja dengan tujuan ingin menambah uang jajan atau sekedar ingin statusnya tidak pengangguran lagi. Biasanya orang-orang seperti itu tidak serius dalam bekerja, biasanya cenderung pemalas atau lebih mengutamakan gengsi. Mungkin kebanyakan jaman sekarang setiap perusahaan atau tempat kerja mencari karyawan yang good looking, mempunya tinggi badan ideal, masih muda dan harus proses interview dulu. Tapi bagiku itu semua tidak perlu, mau muda atau tua, fisiknya tidak sempurna, cuma lulusan SD atau tidak sekolah yang penting orang itu mempunyai semangat dalam bekerja, kerjaannya memuaskan, apalagi orang itu sangat benar-benar membutuhkan uang untuk biaya hidup atau menafkahi keluarganya.


Banyak orang-orang yang tidak melanjutkan sekolahnya karna tidak mampu, atau mereka yang hidupnya dari kalangan menengah ke bawah tapi ternyata mereka mempunyai kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa melebihi orang yang lulusan kuliah. Yang aku cari orang-orang seperti itu, sayang sekali orang-orang yang mempunyai kemampuan lebih tapi karna faktor ekonomi membuat mimpi mereka terkubur. Mungkin orang yang berilmu atau punya kecerdasan khusus bisa terlihat dari sikap dan cara berbicaranya. Karna itu aku membuat sebuah grup sederhana, dimana bisa terlihat setiap kemampuan seseorang itu ke arah mana.

__ADS_1


Walaupun saat ini usahaku dalam bidang seni tapi aku punya keinginan untuk bisa membantu orang-orang menggapai mimpi nya. Aku di bantu oleh Pak Ardi, Bu Silvi dan Pak Rudi untuk menyalurkan kemampuan mereka. Jadi mereka harus menuliskan kemampuan mereka masing-masing, cita-cita dan keinginannya. Contohnya dalam beberapa bulan terakhir ini, ada seorang gadis berumur 15 tahun bernama Lastri dia hanya sekolah sampai kelas 3 SD saja karna orangtuanya tidak mampu untuk membiayai sekolah nya. Saat ini dia bekerja berjualan gorengan di depan jalan, dia mempunyai kebiasaan suka menggambar desain-desain pakaian seperti gaun pengantin dan pakaian-pakaian lainya yang menarik. Aku rasa dia berbakat jadi seorang desainer, sebelumnya dalam beberapa bulan ini aku ingin mengasah kemampuannya. Bu Silvi sendiri ikut membantu, bukan cuma dari gambar-gambar saja tapi dia belajar mempraktekannya. Pelan-pelan dia membuat pola dari kertas kemudian di buat langsung dari kain. Mungkin awal-awal dia masih belum mahir tapi Bu Silvi memasukan Lastri ke sekolah khusus. Agar dia lebih mahir dan mengasah kemampuannya, hingga selama 7 bulan ini Lastri menciptakan sebuah gaun yang sangat indah. Bu Silvi dari awal sudah mengatakan kalau Lastri ini punya bakat terpendam dan harus di asah dan terus di latih.


Alhamdulillah sekarang ini Lastri di percaya untuk menjadi perancang busana, walaupun kecil-kecilan dulu tapi aku yakin kegigihan dan tekatnya yang kuat akan mengabulkan mimpi nya. Aku bahagia bisa membantu orang lain, dan sekarang ini aku akan membantu orang-orang yang ingin mewujudkan mimpinya. Tapi jika impiannya tidak bisa di raih, bisa dengan cara lain. Tidak semua cita-cita itu bisa di raih tergantung kemampuan dan nasibnya, sekarang ini tujuan setiap orang bisa bertahan hidup jika di berikan rezeki lebih itu sudah bonus. Sebenarnya bisa saja impian yang tidak mungkin bisa di kabulkan asal kita terus berusaha karna nasib orang itu tergantung tekad dan yang kita lakukan sekarang. Jika hanya bermalas-malasan saja, menanti-nanti dan menunda-nunda impian itu tidak akan pernah terwujud. Satu-satunya cara harus melawan rasa malas dan harus siap untuk menerima kegagalan dan rintangan yang menghadang.


"Yas anak itu yang bernama Hadi, dia sepertinya berbakat dalam elektronik. Waktu bantuin kita membuat pesanan juga dia bisa merakitnya" ucap Arya


"Iya Ya, sepertinya kemampuan Hadi dalam hal elektronik nanti aku akan memberitahu pada Pak Ardi"


"Alhamdulillah aku cuma sekedar perantara saja membantu mereka, ini semua berkat kemampuan mereka juga. Dari dulu memang impianku ingin seperti ini, aku ingin mengurangi jumlah penganggur dan kemiskinan di Indonesia ini. Sebenarnya setiap orang itu pasti punya kemampuan masing-masing, cuma karna faktor ekonomi dan keterbatasan bidang pekerjaan yang membuat impian mereka terputus. Sekarang ini mencari uang harus dengan uang juga, bukannya dilihat dari segi kemampuan dan keterampilannya. Makanya banyak perusahaan sekarang yang bangkrut karna kualitas kerja mereka yang buruk, mereka hanya mengandalkan uang dan uang. Saat ini uang yang berkuasa, banyak apa-apa bisa dibeli dengan uang bahkan harga diri juga. Sekarang ini yang tidak tau apa-apa bisa jadi pejabat, mereka membeli hati rakyat dengan uang. Banyak dari kalangan artis atau konglomerat yang di tunjuk sebagai calon legislatif, padahal latar belakang mereka tidak tau menahu soal politik. Yang penting itu setelah mereka terpilih, bisa menikmati upahnya yang lumayan besar. Padahal kerja mereka cuma duduk-duduk saja, tetap saja yang mengatur ini semua para bawahannya. Itulah anehnya negeri kita ini, hukum rasanya bisa dibeli oleh uang. Lihat saja kalangan artis atau konglomerat yang terjerat hukum tapi di penjara nya cuma sebentar, setelah bebas masih bisa senyum-senyum dan di terima masyarakat bahkan kembali melanjutkan dunia bisnis nya tanpa adanya nyinyiran. Berbeda dengan orang-orang seperti kita yang hanya rakyat biasa, contohnya ada Kakek-kakek miskin maling pisang di kebun orang atau yang mencuri karna mereka butuh untuk makan. Mereka bisa di penjara beberapa tahun lamanya dan setelah mereka bebas, tidak akan di terima lagi oleh masyarakat mungkin akan di usir. Mereka akan di cap sebagai maling dan selamanya nama baik mereka buruk, bukankah itu tidak adil. Kenapa hukum bisa berbeda jika yang bersalah si kaya ? dari dulu aku benci ketidak adilan. Maka dari itu impianku ingin benar-benar mensejahterakan rakyat, membasmi korupsi dan melindungi rakyat lemah"

__ADS_1


"Sangat setuju sekali Yas, tapi tidak akan ada yang berani mengatakan itu atau mengungkap ketidak adilan di negeri kita ini. Pasti akan ada penghalang dan banyak pihak-pihak yang merasa ketakutan dan di rugikan. Tapi jika itu terwujud, aku yakin rakyat Indonesia akan benar-benar sejahtera, gak ada lagi rakyat yang miskin, pengangguran dan tindakan kriminal" ucap Jefri


"Tapi menurutku orang yang sudah terlanjur kaya harusnya bisa membagi rezekinya atau memberi kesempatan kepada yang lain. Bukannya yang kaya makin kaya, semuanya di ambil bahkan bisnisnya semakin banyak tapi mereka kebanyakan pelit. Dan kita jadi kehabisan karna di ambil semua, memang sih itu hasil jerih payah mereka tapi setidaknya mereka membaginya, kalau tidak memberikan secara cuma-cuma kan bisa dengan mendirikan lapangan pekerjaan jadi nantinya pengangguran akan berkurang" ucap Arya


"Betul Ya, nah seperti Ilyas ini usahanya terus berkembang tapi dia mencari orang-orang yang benar-benar membutuhkan pekerjaan, dan hasilnya pengangguran sedikit berkurang" ucap Arif


"Semoga usaha kita ini dan yang kita lakukan sekarang bisa bermanfaat dan membantu banyak orang. yu ah kita kembali kerja ! Ucapku


"Ok siap bos"

__ADS_1


Aku berharap impianku akan terlaksana, aku akan terus berjuang dan berusaha.


__ADS_2