Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bab 84


__ADS_3

"Hoeekk... hoeekk..."


Agatha yang kebetulan melintas depan kamar anaknya pun merasa heran. Ada suara samar-samar seseorang sedang muntah-muntah. Kemudian dia pun berbelok, mengurungkan niatnya untuk turun. Dia memasuki kamar putrinya.


"Kau kenapa, Chris? Masuk angin, ya?" tanya Agatha sambil berjalan mendekati anaknya.


"Entahlah, Mom! Sejak kemarin, mual banget." jawab Christie.


"Sudah minum obat?"


"Belum! Kemarin dibawa tidur juga ilang sendiri."


"Ya udah, nanti Mommy suruh pak Kris datang ke sini. Buat periksa kamu!" kata Agatha sebelum meninggalkan kamar anaknya.


"Hhhh!" Christie menghirup oksigen sebanyak mungkin kemudian membuangnya kasar.


Setelah merasa sudah tidak mual lagi, Christie duduk di ranjang yang dekat dengan meja nakas. Dia mengingat kapan tamu bulanannya datang menghampiri. Kemudian dilihatnya kalender duduk yang terpajang di meja nakas.


"Jangan-jangan Gue hamil! Hadeehh, bisa gawat ini. Daddy sama Mommy pasti marah besar jika mengetahui ini. Semoga tidak hamil!" batin Christie was-was.


Flashback On


Christie mendapat chat dari sepupunya jika nanti malam ada party perpisahan. Party kecil-kecilan itu akan dihadiri kakak tingkat yang telah menawan hatinya. Sejak pertama kali melihat kakak tingkat tersebut, dia pun mencari informasi melalui Sheila, sang sepupu.

__ADS_1


Christie menyanggupi undangan Sheila demi mendapatkan kakak tingkat yang bernama Frans. Akan tetapi, sebelum berangkat dia tidak mendapatkan ijin keluar rumah dari mommy-nya. Sehingga dia datang ke club sudah terlambat.


Sesampainya di club dia langsung menenggak minuman yang sudah dituang di gelas, tanpa bertanya terlebih dahulu. Tidak tahunya minuman itu sebenarnya ditujukan untuk Frans, malah dia yang meminum.


Setelah beberapa menit minum, badan Christie terasa panas dan bergairah. Tanpa pikir panjang lagi, dia pun mulai mendekatkan tubuhnya pada teman Sheila.


Malam itu Christie berakhir di sebuah hotel bersama lelaki yang tidak dikenalnya. Harta yang paling berharga miliknya telah terenggut begitu saja oleh lelaki asing yang belum pernah dikenal.


Flashback Off


"Aku harus menggugurkannya, atau aku akan kena marah Mommy dan Daddy!"


"Ahh, aku minta tolong siapa? Haa, Sheila pasti punya ide!"


Christie pun langsung mandi dan bersiap menuju rumah Sheila. Dia akan meminta Sheila untuk menemani mencari dokter yang mau menggugurkan kandungan jika dia benar-benar hamil.


"Shei, bangun!" teriak Christie sambil menarik selimut yang membungkus tubuh sepupunya itu.


Sheila tidak bergeming sama sekali karena rasa kantuk masih menguasainya. Christie pun membuka gorden dan jendela kamar, sehingga panas matahari pagi masuk ke kamar tepat mengenai wajah Sheila.


Christie kembali mendekati Sheila dan menarik kembali selimut itu hingga terlepas dari tubuh Sheila.


"Apaan sih? Reseh Lo!" gerutu Sheila dengan suara serak khas bangun tidur. Sheila pun mengucek matanya untuk menghilangkan kantuk.

__ADS_1


"Hoam!" Sheila menguap karena rasa kantuk itu belum juga pergi.


"Bangun sudah siang! Rejeki Lo dipatok ayam tahu nggak?" sahut Christie.


"Gue masih ngantuk! Lagian nggak ada kuliah pagi ini. Ngapain Lo ke sini, tumben?" kata Sheila sambil mengumpulkan rambut panjangnya di pundak sebelah kanan.


"Bantuin Gue. Please!" ucap Christie memohon.


"Bantu apalagi? Gue dengar Frans sudah nikah, sekarang juga sudah kerja. Pamit keluar dari band, katanya mau fokus kuliah. Nggak tahunya cuma mau nikah. Asem nggak tuh?" gerutu Sheila panjang dan lebar.


"Apa? Nikah! Frans sudah nikah?" teriak Christie terkejut.


"Iya, katanya sih cinta pertamanya. Mereka memang kemana-mana selalu bersama. Gue kira sama kek yang lain, cuma sebatas teman. Nggak tahunya pacaran. Itu sih info yang Gue dengar. Nggak tahu juga kebenarannya seperti apa?" cerita Sheila.


"Udah deh, Lo jangan ganggu Frans lagi. Gue nggak mau merusak rumah tangga orang. Kalau dulu dia belum nikah, Gue mau bantu Lo buat dapetin dia. Sekarang dia sudah milik orang, jadi Lo cari cowok lain aja deh!" lanjut Sheila memberi pendapat.


Christie terduduk di ranjang Sheila, Sheila langsung menggeser posisinya agar Christie bisa nyaman duduk.


Tiba-tiba terdengar suara isak tangis. Sheila pun terkejut melihat sepupunya tiba-tiba menangis.


"Lo kenapa? Patah hati. Nggak jaman lagi patah hati, banyak kok cowok di luar sana yang mau sama Lo. Nggak usah drama deh!" ucap Sheila bermaksud menenangkan Christie.


"Bukan itu!" sahut Christie masih terisak.

__ADS_1


"Lalu?"


"Gue... Gue hamil! Huwaaaa!"


__ADS_2