Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Mendapatkan rezeki


__ADS_3

Aku tidak menyangka karya pertama ku akan di beli dengan harga 100 juta oleh Bu Silvi. Karya pertama ku ini ukurannya tidak terlalu besar, sekitar 50 cm x 30 cm saja. Dan Pak Rudi ingin di buatkan juga dengan ukuran yang lebih besar, aku juga harus membuat pesanan dari Pak Ardi membuat denah bank.


"Dek kerjanya santai saja ya jangan terburu-buru !" ucap Pak Rudi


"Iya Pak, aku mau cari batang pohonnya dulu mungkin"


"Iya santai aja, ini karya-karya kamu yang lain dek ?" tanya Pak Rudi melihat teman-teman ku dan adek-adek yang sedang membuat kerajinan


"Iya Pak, kalau yang ini aku buat dari barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai. Aku juga menggabungkannya dengan elekronik"


"Wah bagus ya kamu kreatif, sama juga kita sudah membersihkan lingkungan. Dengan begini sampah-sampah yang berserakan akan bermanfaat dan akan jadi cuan"


"Bagus banget idenya, ini bisa di gabung-gabung gini. Dunia harus melihatnya, karya bagus seperti ini pasti banyak diminati orang-orang" ucap Bu Silvi sambil memfoto kerajinan yang sedang di buat


"Aamiin, terima kasih Bu, Pak, semua ini juga atas bantuan teman-teman ku kalau gak ada mereka, aku tidak mungkin menyelesaikannya sendiri"


"Dapat ide dari mana dek kamu bisa ada inspirasi buat ide seperti ini ? Coba jelaskan dengan rinci awal kamu membuat kerajinan" aku di rekam oleh Bu Silvi saat aku berbicara seperti sedang di wawancara

__ADS_1


"Berawal dari keinginanku ingin bisa melanjutkan sekolah, dari kecil waktu SD aku sudah bekerja mencari uang untuk membiayai sekolah dan membantu keluargaku. Saat itu aku ingin punya penghasilan dari hasil karya sendiri, awalnya aku memperbaiki radio rusak milik Ayah ku. Hingga aku jadi semakin penasaran dengan yang namanya eletronik, aku membaca buku dan mencari di internet. Hingga kemudian aku membuat alat elektronik, aku gabung-gabung. Seperti membuat alat untuk merekam, lampu belajar yang ada alarm nya dan masih banyak lagi. Aku sendiri suka seni rupa, aku senang melukis dan membuat kerajinan. Lalu waktu itu aku iseng-iseng menggabungkannya kerajinan tangan, lukisan dan elektronik. Aku pasang lewat internet, saat itu tidak ada yang mau membeli karyaku. Kemudian aku berkeliling untuk menjual karya-karya ku tapi tetap saja tidak ada yang mau membeli. Banyak sekali rintangan yang aku lalui, waktu itu alhamdulilah dari internet ada orang yang mau pesan. Aku sudah senang tapi waktu itu tiba-tiba semua karyaku rusak, mungkin ada orang yang merusaknya. Hingga kemudian, pelanggan ku minta aku ganti rugi, aku harus mengembalikan uang mereka. Waktu itu aku hampir saja menyerah, tapi keinginan ku untuk menggapai mimpi dan ingin tetap melanjutkan sekolah, membuatku kembali bersemangat. Walaupun beberapa kali aku gagal, aku terus mencobanya. Dan alhamdulillah Allah mengabulkan permohonan ku, saat itu aku kembali menjual karya-karya ku dan dari sana semakin banyak yang memesan. Hingga kemudian aku di bantu oleh teman-temanku, hingga sampai sekarang alhamdulilah ada aja uang memesan dan membeli karyaku"


"Wah perjuangannya ternyata begitu sulit ya Dek, tidak mudah untuk mencapai keberhasilan. Tapi adek hebat, dari kecil sudah membantu orang tua bekerja. Jarang sekali ada anak yang seperti adek ini, biasanya cuma bisa meminta uang saja pada orang tua dan lagi masa-masanya senang bermain. Tidak dengan dek Ilyas ini, yang sedari kecil sudah membantu orang tua dan hidup mandiri. Semoga ini awal dari kesuksesan ya dek, tetap semangat membuat karya-karyanya dan terus berkarya membuat karya-karya baru"


"Iya Bu aamiin, saat ini mungkin akan memanfaaatkan dari barang-barang bekas. Kebetulan ada anak-anak juga yang akan membantu, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk orang-orang"


"Anak-anak ini memangnya siapa dek ? Apa mereka anak-anak tetangga sini ? Kenapa anak-anak di pekerjakan ?" tanya Pak Rudi


"Mereka anak-anak jalanan Pak, mereka putus sekolah dan tidak mempunyai tempat tinggal. Sebenarnya aku sendiri tidak mau mempekerjakannya, harusnya seusia mereka itu sekolah. Aku kasihan sama mereka dari pada panas-panasan di jalanan nyari barang bekas dan ngamen, aku pekerjakan disini. Insyaallah akan membuat mereka menambah pengetahuan sekaligus kreatifitas mereka"


"Sungguh mulia hati kamu dek, Bapak acungkan jempol untuk kamu. Kamu masih muda tapi sudah ada rasa toleransi dan peduli terhadap orang lain, kamu juga sudah memikirkan masa depan dengan membuat bisnis. Hebat kamu, Bapak yakin kamu akan jadi orang sukses, apalagi kamu memperkejakan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Bukan cuma penghasilan yang akan kamu dapat tapi pahala juga"


"Aamiin, oh ya Bapak ada ruko yang tidak terpakai, sebenarnya di pakai toko buku cuma pindah. Gimana kalau kamu tempati ruko nya, buka toko kerajinan tangan karya-karya kamu. Lumayan besar ruko nya ada 3 tingkat, rumahnya bisa kamu tempati"


"Alhamdulillah, iya Pak aku mau. agar lebih leluasa juga jika tempatnya lebih luas. Tapi maaf Pak, biaya sewanya berapa perbulan ?"


"Gak usah, ruko nya Bapak kasih buat kamu. Anggap aja ini hadiah dari Bapak, dan agar kamu lebih bersemangat lagi untuk berkarya"

__ADS_1


"Tapi Pak, masa iya di kasih aku gak enak Pak"


"Terima saja dek, rezeki jangan ditolak" ucap Bu Silvi


"Iya dek terima saja, dengan begini karya kamu akan makin mudah untuk di pasarkan. Nanti karya-karyanya di pajang, agar orang-orang semakin mudah melihat karya kamu. Selain lewat online, jadi bisa dibeli secara langsung juga dan setiap hari kamu akan dapat penghasilan" ucap Pak Ardi


Aku langsung bersujud syukur, aku menangis. Aku tidak menyangka dengan semua ini, akhirnya perjuanganku akan ada hasilnya.


"Terima kasih banyak Pak, aku tidak tau lagi harus berkata apa"


"Sama-sama dek, terus semangat ya ! Ingat, kamu tetap harus fokus belajar, selesaikan dulu sekolah mu jangan berhenti gara-gara kamu merasa sudah punya penghasilan. Belajar itu wajib, teruslah cari ilmu setinggi mungkin raih cita-cita kamu setinggi langit"


"Baik Pak, Ilyas akan fokus belajar sekolah dulu. Cita-cita Ilyas ingin sekolah sampai sarjana, dari kecil Ilyas sudah bermimpi ingin sekolah sampai tinggi"


"Bagus dek, kamu sendiri kan pintar ya juara pertama terus. Pokoknya tetap semangat ya, Ibu yakin kamu akan jadi orang hebat"


"Terima kasih Bu"

__ADS_1


Rasanya seperti mimpi, karya pertama ku di beli oleh Bu Silvi. Uangnya sebagian akan aku sumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan, mungkin aku juga akan membantu orang tua ku. Hiasannya langsung di bawa oleh Bu Silvi, Pak Rudi dan Pak Ardi juga langsung kembali pulang karna mereka masih ada pekerjaan lain.


__ADS_2