Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Bab 72


__ADS_3

Mohon dibaca malam hari mengandung adegan dewasa 🙊


Frans dan teman-teman satu band-nya akhirnya memutuskan untuk pergi ke club. Mereka pergi setelah makan malam bersama di restoran langganan Frans.


Tanpa sepengetahuan Frans, Sheila menghubungi temannya yang menaruh hati pada Frans.


"Sekarang waktunya menyatukan mereka, setelah ini aku akan jarang bertemu dengan Frans. Semoga berhasil!" batin Sheila.


Mereka tiba saat club belum begitu ramai karena belum ada jam sembilan malam. Mereka memilih VIP room sebagai tempat nongkrong.


Begitu duduk, Jojo langsung memesan banyak minuman berkadar alkohol sedang untuk mereka, sesuai permintaan Frans. Jojo juga yang menuangkan minuman tersebut ke dalam beberapa gelas sesuai jumlah mereka.


"Gue ke toilet bentar, sudah sesak nih!" pamit Frans pada teman-temannya.


"Yo'i, Bro!" sahut Jojo sambil mengangkat gelas ke arah mulutnya.


Saat mereka asik minum sambil bercengkrama, tanpa sepengetahuan teman-temannya, Sheila menuang obat ke dalam gelas yang masih utuh isinya.


Frans kembali dari toilet dengan wajah yang segar karena habis membasuh wajahnya dengan air wastafel.

__ADS_1


"Ini minuman Lo! Sudah dituangkan Jojo tadi," ucap Sheila begitu Frans duduk di sofa tak jauh darinya.


Frans pun mengambil gelas yang diulurkan Sheila padanya. Kemudian menyesapnya sedikit karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mabuk-mabukan lagi.


Sheila merasa gelisah karena orang yang tadi dihubungi belum juga datang, padahal Frans sudah mulai minum obat yang dicampurkannya dalam minuman Frans.


Setelah habis setengah gelas, Frans merasa aneh dengan tubuhnya. Frans pun curiga tapi tetap diam saja sambil memutar otak.


"Ini buat bayar semua pesanan kalian nanti, Gue cabut duluan!" pamit Frans sambil meninggalkan sejumlah uang di atas meja.


Dia sengaja tidak meninggalkan kartu saktinya karena ini adalah terakhir kali gabung bersama mereka. Frans menyesal telah mengikuti teman-temannya yang mengajarkan kesesatan. Apalagi malam ini, minumannya telah dicampur dengan obat oleh seseorang.


Saat Frans sudah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya, datang orang yang tadi dihubungi oleh Sheila.


"Lo kenapa baru datang sih?" tanya Sheila pada cewek berpakaian seksi yang baru bergabung bersama mereka.


"Nggak apa-apa telat, minumannya masih banyak. Ayok duduk sini!" ujar Chico.


Tanpa bertanya dulu, cewek seksi tersebut langsung menenggak minuman sisa Frans tadi karena baru berkurang separuh.

__ADS_1


"Lo kenapa baru dateng sih? Si Frans sudah cabut duluan. Gagal deh rencana kita!" bisik Sheila pada temannya itu.


"Sorry, tadi nunggu nyokap masuk kamar dulu!"


Mereka melanjutkan minum-minum dan turun ke lantai dansa. Mereka berjoget dengan musik yang menghentak. Tiba-tiba cewek seksi yang baru bergabung dengan Sheila dan teman-teman menggeliat seperti cacing kepanasan.


Sementara itu Frans sudah sampai di rumah. Suasana rumah sangat sepi, Rio sedang mengerjakan tugas bersama di rumah temannya. Sedangkan Vani sudah terlelap sesaat setelah makan malam. Tinggal Rahma yang belum tidur karena mengerjakan tugas yang sama dengan Rio.


Mbok Darmi sudah masuk ke kamarnya setelah membereskan dapur, pak Sukri seperti biasa tidur di pondok dekat pintu pagar. Berjaga-jaga jika ada tamu yang datang atau tuannya yang baru pulang dari bepergian.


Frans berjalan terburu-buru menuju kamarnya. Dia merasa harus segera mendinginkan badannya yang kepanasan. Saat akan menaiki tangga, Rahma yang kebetulan keluar dari kamar memanggilnya.


"Kamu dari mana, Frans? Jam segini baru pulang tidak memberi kabar dulu." cerca Rahma tepat di depan Frans.


Frans yang ditegur oleh Rahma tiba-tiba meneguk salivanya dengan susah payah. Rahma yang menggunakan baju tidur dengan belahan da da rendah, semakin membangkitkan hasrat Frans.


Tanpa banyak kata, Frans langsung menarik pinggang Rahma. Sehingga mereka tidak berjarak lagi. Frans pun mulai memagut bibir Rahma, menye sap, melu mat dan mengabsen setiap rongga mulut setelah Rahma membuka sedikit bibirnya karena gigitan Frans.


Sambil lidahnya bermain di mulut Rahma, Frans mengangkat Rahma dan membawanya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Entah bagaimana tadinya, sehingga keduanya sudah tidak memakai sehelai benangpun. Frans mengungkung Rahma di bawahnya sambil terus melu mat bibir Rahma, tak lama kemudian Frans pun mulai menyusuri leher dan benda kenyal yang menantang untuk dicicipi.


__ADS_2