
Saat sedang belajar, aku terus memikirkan ide lagi untuk membuat karya-karya yang baru. Sekolahku 2 tahun lagi tidak akan berasa, apalagi setelah kelas 3 aku harus punya tujuan kedepan. Setelah lulus sekolah nanti, aku ingin melanjutkan kuliah. Aku akan mengingat kata-kata Bu Nana kalau mencari ilmu itu tidak ada batasnya. Akan ku cari ilmu setinggi mungkin, aku ingin mewujudkan mimpi ku. Aku ingin membuat orang tua dan orang-orang yang aku sayang bangga suatu saat nanti. Setelah belajar, aku ingin melanjutkan membuat kerajinan ku dari batang pohon. Aku pahat sedikit demi sedikit, sambil aku bayangkan bentuk yang ingin aku buat. Pak Jamal sendiri sedang menunggu warung, aku kasihan sama beliau karna sekarang ini warungnya sepi. Mungkin cuma mengandalkan dari kerja di kantin aja, aku sendiri belum bisa membantu.
"Nak, kamu sudah makan ?"
"Sudah Pak, kalau Bapak ?"
"Bapak juga sudah, gimana ini ya warungnya sepi"
"Sabar Pak, kalau usaha itu memang kadang ada sepi nya juga"
"Kamu benar nak, kamu bikinnya sudah jadi ?"
"Belum Pak, baru sekitar 60 %" Bapak mendekatiku dan melihat kerajinan ku
"Tapi sudah mulai terlihat ya nak, wah sudah terlihat bagus apalagi nanti kalau sudah jadi. Hebat banget kamu nak, kamu pintar dalam membuat kerajinan"
"Belum layak di katakan pintar Pak, aku masih belajar saja. aku lihat di internet cara-caranya"
"Tapi kamu hebat, kamu punya bakat terus belajar ya nak, jangan menyerah. Jika gagal jangan pernah putus asa terus berlatih sampai kamu berhasil"
"Iya Pak pasti aku tidak akan putus asa, aku sudah sering gagal aku tidak akan menyerah"
"Bagus nak, itulah yang Bapak kagum dan suka dari kamu, kamu itu orangnya pantang menyerah tidak pernah putus asa"
Hingga kemudian tanpa aku duga ada mobil yang datang dan parkir tepat di depan kami. Aku kenal mobil nya, ini adalah mobil Pak Ardi dan benar saja Pak Ardi keluar dari mobil.
"Assalamu'alaikum !" ucap Pak Ardi
"Wa'alaikumsalam" ucap kami
Kita saling bersalaman, aku merasa senang dengan kedatangan Pak Ardi.
"Bapak, tau rumah saya dari mana ?" tanya Pak Jamal
"Tanya orang dong, tenyata Ilyas terkenal ya banyak yang kenal. Hebat kamu Yas"
"Bisa saja Bapak ini, gak juga ko Pak"
"Wah kamu lagi buat apa ?" tanya Pak Ardi sambil melihat kerajinan ku
"Ini Pak, aku sedang bikin kerajinan dari batang pohon. Mau bikin suasana di kampung"
"Wah hebat, bagus banget Yas kamu benar-benar berbakat"
"Terima kasih Pak, ini belum jadi Pak masih tahap pemahatan"
__ADS_1
"Tapi sudah terlihat bagus Yas, detail banget semuanya kamu sangat teliti sekali"
"Tuh, kata Bapak juga apa sudah terlihat bagus. Pak Ardi juga bilang bagus nak"
"Hee alhamdulilah kalau gitu Pak"
"Oh ya Bapak bantu promosikan ya ke akun sosmed Bapak, biar banyak yang beli nantinya"
"Boleh Pak, tapi baru satu aja sih Pak bikinnya ini juga baru nyoba"
"Nyoba aja sudah bagus apalagi nanti kalau kamu sudah mahir"
"Iya semoga nanti kamu jadi pengrajin yang sukses nak dan terkenal"
"Aamiin, mudah-mudahan Pak"
Saat aku lagi mahat, Pak Ardi merekam pakai handphone nya dan di foto beberapa kali. Jaman sekarang ini memang orang-orang identik dengan gadget dan serba melalui internet. Kecanggihan teknologi jaman sekarang membuat semuanya serba instan, cukup lewat hp semuanya bisa terkabul. Bisnis dan usaha juga sekarang ini serba online, sebenarnya kerajinan yang kemarin juga banyak yang pesan tapi barangnya sebagian harus beli. Mungkin nanti kalau aku sudah punya uang lagi akan kembali membuat kerajinan agar teman-teman ku bisa kembali bekerja. Walaupun mereka bilang tidak mau di bayar tapi aku akan tetap membayar mereka.
"Kamu dapat ide dari mana Yas bikin kerajinan seperti ini ?" Tanya Pak Ardi
"Aku baca-baca buku Pak waktu di perpustakaan dan lihat di internet juga yang bikininya orang-orang dari luar negeri"
"Oh iya Bapak juga pernah lihat kalau gak salah orang Jepang ya ?"
"He iya Pak"
"Gak apa-apa Pak gak usah repot-repot"
"Enggak ko cuma minuman, tunggu sebentar ya !" Pak Jamal masuk ke dalam untuk membuatkan minuman
"Pak aku minta maaf soal tempo hari aku bilang ke Pak Jamal bohong. Waktu itu Pak Jamal sangat sedih saat Bu Nana akan di operasi, saat itu harus ada uang aku sendiri bingung dapat uang sebesar itu dari mana. Aku pura-pura bilang kalau ada orang yang ingin memborong semua kerajinan ku, padahal aku bingung dapat uang dari mana. Aku sengaja bohong agar Pak Jamal tidak sedih lagi, saat itu aku berusaha mencari uang. Aku berdo'a kepada Allah dan alhamdulilah saat itu melalui perantara Bapak semuanya tertolong walaupun Bu Nana akhirnya meninggal"
"Berarti Allah sudah mengabulkan do'a kamu Yas, Bapak mengerti nak soal itu gak usah di pikirkan karna tujuan kamu itu baik. Kamu memangnya bikin kerajinan apa lagi selain ini ?"
Aku membuka handphone ku kemudian memberikan foto-fotonya pada Pak Ardi
"Ini Pak kerajinan seperti ini ! Awalnya dulu cuma iseng-iseng aja aku gabung dari kerajinan tangan dan elektronik"
"Wah bagus Yas, kamu kreatif banget. Sekarang masih ada gak ? Bapak pengen beli"
Hingga kemudian Pak Jamal datang sambil membawa minuman
"Pak ini minuman nya dan ada kue juga barang kali Bapak suka"
"Terima kasih banyak Pak, saya jadi ngrepotin"
__ADS_1
"Enggak Pak, justru saya merasa sangat berterima kasih sekali pada Bapak atas bantuan untuk operasi istri saya kemarin"
"Sama-sama Pak, itu sudah rezeki dari Allah sudah seharusnya seperti itu. Ilyas ternyata rajin banget ya Pak, bagus-bagus kerajinannya"
"Iya Pak, dia memang rajin orang nya dan punya bakat yang luar biasa"
"Iya hebat, Yas gimana masih ada gak kerajinan kamu ?"
"Mmmm itu...."
"Justru itu Pak, uang Ilyas habis di kasih sama orang tuanya tapi ternyata orang tuanya kena tipu" ucap Pak Jamal
"Kena tipu gimana Yas ?" tanya Pak Ardi
"Jadi gini Pak, waktu itu Ibu ku pinjam uang gak tau untuk apa, hingga esok harinya dapat kabar dari Ayahku kalau Ibu kena tipu habis ikutan investasi emas. Orangnya berhasil kabur melarikan diri, bukan cuma Ibu tapi ternyata orang-orang yang lainnya juga banyak"
"Astaghfirullah, terus apa gak di laporkan ke polisi ?"
"Sudah Pak tapi... Gak tau sampai sekarang belum ketemu katanya"
Aku berbohong, padahal kalau di laporkan ke polisi Ibuku sendiri bisa ikut di penjara tapi aku tidak mau menjelek-jelekkan Ibuku.
"Wah polisinya kurang sigap, jadi uang modal untuk kerajinan kamu habis di pinjam Ibu kamu semua ?"
"Iya Pak tapi aku sudah memberikannya bukan pinjam lagi, kan gak baik sama orang tua sendiri perhitungan"
"Iya Yas benar, kalau begitu gimana kalau Bapak yang ngasih modal buat kamu ? Anggap aja Bapak investasi sama kamu"
"Tapi Pak, Bapak sudah banyak membantuku aku tidak mau merepotkan Bapak lagi. Aku merasa tidak enak Pak kalau di berikan secara cuma-cuma, aku tidak mau menerimanya"
"Hmmm gini aja, kan namanya juga investasi, nanti kita bagi hasil. gimana ?"
"Nah kalau itu boleh Pak, aku gak enak kalau terus terusan dari Bapak"
"Kamu itu memang anak baik Yas, yaudah besok kita beli peralatannya atau sekarang juga Bapak kasih buat modal nya nanti kamu yang beli apa saja yang di perlukan"
"Ya Allah terima kasih banyak, alhamdulilah iya Pak kalau Ilyas gimana Bapak aja"
"Oke mulai sekarang kita berbisnis ya ?"
"Hee iya Pak, semoga bisnis kita lancar"
"Aamiin"
"Bapak ikut senang nak, terima kasih Pak Ardi atas semua kebaikan Bapak, semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak"
__ADS_1
"Aamiin sama-sama Pak"
Kuasa Allah tidak terduga, tanpa di sangka-sangka rezeki itu datang secara tiba-tiba. Aku benar-benar bersyukur kepada Allah SWT atas semua nikmat dan karunia-Nya kepada kami.