Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi
Karya baru


__ADS_3

Setelah aku antarkan sampai depan, Adek Dian kembali pergi rasanya aku tidak tega melihatnya bekerja seperti itu. Walaupun baru saja bertemu, tapi rasanya seperti adik ku sendiri. Dia itu masih terlalu kecil untuk mencari uang, itu yang membuatku tidak tega melihat nya.


"Yas, kamu berhati mulia sekali" ucap Pak Ardi mengagetkanku


"Eh Pak, enggak ko Pak aku kasihan aja sama adek tadi masih kecil tapi dia sudah harus mencari uang"


"Tapi jarang banget ada orang yang peduli seperti kamu, jaman sekarang ini sudah susah apa-apa mahal dan nyari uang itu susah. Itu yang menyebabkan sekarang ini tidak adanya rasa peduli terhadap sekitar maupun orang lain. Sekarang ini asal diri sendiri puas, bisa makan apalagi bisa tercukupi itu sudah cukup, tidak ada pikiran untuk berbagi pada orang lain karna nyari uang itu susah. Tapi kamu berbeda, justru kamu lebih peduli terhadap orang lain dari pada diri kamu sendiri. Bukannya kamu sendiri lagi membutuhkan dan lagi sulit, itu yang membuat Bapak bangga sama kamu dan menjadi perbedaan kamu dengan yang lain" ucap Pak Ardi


"Iya benar, kami juga tadi pulang sekolah merasa kaget dan terharu melihat yang dilakukan Ilyas. Bisa-bisanya dia ingin membayar barang bekas adek tadi, padahal kan Ilyas sendiri lagi butuh dan baru saja kena musibah" ucap Adin


"Aku gak tega aja melihat ada orang kesusahan, apalagi Adek itu masih kecil dan dia mau makan makanan sisa dari tempat sampah. Aku juga merasakan jika di posisi Adek tadi, aku tau gimana rasanya makanya aku peduli. Rezeki itu Allah yang ngatur, aku merasa ikhlas dengan apa yang aku lakukan. Aku percaya rezeki pasti ada, tidak akan jadi miskin dan membuat kita melarat cuma gara-gara ngasih rezeki kita pada orang lain. Justru Allah akan menggantinya beberapa kali lipat"


"Mantap, keren kamu Yas betul sekali" ucap Arya


"Iya bener rezeki itu tidak akan tertukar walaupun kita ngasih pada orang lain" ucap Arif


"Bapak yakin kamu akan jadi orang sukses suatu saat nanti" ucap Pak Ardi


"Aaamiin"


"Iya nak, semoga impian kamu akan cepat tercapai" ucap Pak Jamal


"Ayo kita langsung pergi ! Siapa saja yang mau ikut ?" tanya Pak Ardi


"Aku di sini aja deh nungguin" jawab Arif


"Aku juga tunggu disini Pak" ucap Dimas


"Aku juga disini ah" ucap Jefri


"Berarti yang ikut Tomi, Adin sama Arya ? Tanya ku


"Iya ayo aku pengen ikut" jawab Adin


"Yaudah kalian tunggu ya, Pak kita pergi dulu !" ucap Pak Ardi pada Pak Jamal


"Iya Pak, Ilyas pergi dulu !"

__ADS_1


"Iya kalian hati-hati !"


Kitapun langsung pergi, Pak Ardi membawa kami ke toko khusus kerajinan. Di sana barang-barang nya lumayan lengkap, aku sendiri sambil lihat-lihat kerajinan yang terpang-pang dan terlihat indah. Ada lukisan dan banyak kerajinan lainnya. Kita membeli barang-barang yang kita butuhkan, cukup banyak juga yang kita beli. Setelah selesai, Pak Ardi mampir ke toko kue membeli kue untuk di bawa pulang. Beliau itu benar-benar baik, padahal dia itu seorang direktur bank tapi dia tetap rendah hati dan tidak sombong. Setelah semuanya beres kita langsung pulang, aku akan bekerja keras dan bersemangat. Selain ini membantu kedua orangtuaku dan orang-orang yang di dekatku, aku juga ingin membantu orang-orang yang membutuhkan seperti Dian. Aku berharap bisa membuat lapangan pekerjaan untuk mereka, bukan cuma itu aku masih punya impian lainnya. Semoga saja bisa terkabul, aku akan terus berusaha. Setelah sampai di rumah, barang-barang nya di bawa masuk dan di bantu oleh teman-teman ku di simpan di rumah tempat kerjaku.


"Coba langsung di pakai Yas !" perintah Pak Ardi


"Iya Pak, aku mau lanjutin mahat yang kemarin. Oh ya kalian bikin kerajinan yang kemarin lagi, oh ya bareng bekas dari Dian nanti di cuci dulu. Aku ingin buat kerajinan dari botol plastik bekas"


"Memangnya mau buat apa dari botol bekas Yas ?" tanya Tomi


"Mau buat hiasan dinding sama mobil-mobilan"


"Hah memangnya bisa ?" tanya Jefri


"Bisa dong, tapi nanti aja sekarang di cuci dulu aja kalian bikin kerajinan yang kemarin"


"Ok siap bos" jawab Adin


"Bapak juga pengen ikutan ah biar bisa" ucap Pak Ardi


"Bapak bantu juga nak" sahut Pak Jamal


Kitapun semuanya membuat kerajinan, hingga kemudian kerajinan ku memahat sudah berhasil di pahat. Selanjutnya tinggal memakai lampu dari radio bekas dan alat elektronik lainnya. Aku gunakan yang masih berfungsi dan masih bisa menyala, aku gabung dengan pahatan ku. Batang pohon yang bawa kemarin kita potong-potong menjadi beberapa bagian, potongan yang lainnya akan aku buat hiasan yang lain.


"Wah bagus banget Yas, jadi ini kalau gelap lampunya akan nyala ?" ucap Pak Ardi


"Iya Pak, biar otomatis gak harus dinyalakan jadi bisa di simpan di mana aja"


"Coba-coba, Bapak pengen lihat !"


Hiasannya di bawa dan di simpan di tempat yang gelap dan kemudian lampunya langsung menyala secara otomatis.


"Waw keren Yas, luar biasa limited edition nih baru kali ini ada yang seperti ini. Bapak rekam ya akan Bapak upload biar banyak yang pesan !" ucap Pak Ardi


"Boleh Pak silahkan, mungkin aku akan membuat yang lainnya karna masih ada batang pohonnya"


"Kalau menurut Bapak bikin lagi yang seperti ini tapi bentuknya beda. Kalau ini kan sebuah pemukiman warga ya ceritanya. Coba kamu bikin perkotaan, jalanan dan masih banyak lagi"

__ADS_1


"Iya Pak siap, aku juga berencana ingin membuat itu"


"Karya kamu yang ini benar-benar bagus Yas, Bapak boleh pesan gak ? Tapi pengen request"


"Boleh Pak, Bapak mau yang gimana emang ?"


"Kalau bisa sih pengennya bikin bank jadi denah bank buat di simpan di bank, Bapak nanti akan simpan di sana"


"Boleh Pak, tapi nanti aku mau minta foto lokasinya dan setiap sudut di bank"


"Ok kalau gitu siap, besok akan Bapak foto dulu"


"Iya Pak"


"Tapi Yas, kalau yang karya kamu yang baru ini, kita bantunya gimana ya ? Soalnya susah, aku gak bisa memahat apalagi merangkai elektronik gitu bikin pusing" ucap Jefri


"Iya Yas, otak ku lemot gak bisa bantuin" ucap Tomi


"Kalau kalian belajar, pasti bisa ko"


"Tapi kalau belajar dulu pasti lama, bukannya bikin nanti malah lama ngajarin" ucap Arif


"Iya, takutnya salah juga, kalau aku mau bantuin yang kerajinan ini aja deh. Soalnya yang ini lebih mudah, cuma gunting-gunting dan bikin pola" ucap Arya


"Yaudah kalau gitu, kalian fokus bikin kerajinan yang itu aja. Kalau yang ini biar aku aja yang ngerjain"


"Bapak juga gak ngerti Yas kalau hiasan yang baru" ucap Pak Ardi


"Heee kalau belajar pasti bisa Pak"


"Pusing ah, haha mending yang ini aja lebih mudah"


"Hee iya Pak, mungkin sekarang aku lebih fokus sama kerajinan yang baru. Oh ya nanti kalau ada Dian dan teman-temannya, mereka bantuin kalian aja"


"Ok siap Yas, memangnya kapan mereka ke sini ? Ucap Tomi


"Mungkin besok, gak tau juga tapi belum tau"

__ADS_1


Mudah-mudahan aja karya baru ku ini bisa di terima orang-orang, dan orang-orang akan suka. Aku berharap dari karyaku ini suatu saat nanti, bisa membantu orang lain dan membuat orang-orang punya kesempatan untuk berkarya.


__ADS_2