MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
10. Kerja Sama


__ADS_3

Ghea terdiam sejenak mendengar pertanyaan sang kakak. Dia menatap Lamat wajah kakak angkatnya yang begitu tampan itu.


"Kenapa Nana?"


Rangga tersenyum dan mengusap lembut rambut sang adik yang menginginkan jawaban darinya.


"Cuma bercanda."


Namun, Ghea tidak percaya begitu saja. Dia semakin menelisik wajah sang kakak yang teramat serius.


"Kakak suka sama Nana?" Ghea semakin penasaran.


"Enggak." Rangga menjawab dengan santai.


"Gak salah lagi maksudnya," batinnya serata terkekeh.


.


Semenjak kejadian itu Ghea semakin posesif kepada kakaknya. Gerak-gerik sang kakak terus saja dia awasi bagai cctv berjalan. Apalagi hari ini Rangga akan bertemu dengan Jihan karena ada masalah pekerjaan yang harus mereka bicarakan.


"Kenapa harus dengan dia kerja samanya?" Ghea sudah melipat kedua tangannya. Dia menunjukkan wajah yang tidak suka sama sekali.


"Perusahaan Daddy sedang bekerja sama dengan perusahaan ayahnya Jihan, Dek." Sang ibu menjelaskan dan mulai lelah dengan sikap posesif putri bungsunya itu.

__ADS_1


"Kenapa harus Kak Rangga? Emang gak ada petinggi yang lain?"


Rangga yang tengah bersiap mulai mendekat ke arah adiknya. Dia mencubit gemas pipi Ghea seraya tersenyum ke arahnya.


"Ya udah Adek ikut Kakak kalau begitu." Riana terkejut dengan ucapan Rangga.


"Adek gak ada les tambahan 'kan?" Ghea pun menggeleng.


Riana menghela napas kasar dan menatap penuh maaf kepada sang putra. Beda halnya dengan Rangga yang menggeleng pelan dengan lengkungan senyum menawan. Begitu juga dengan Ghea yang bersorak gembira.


"Adek ganti baju dulu."


Rangga menghampiri ibunya dan merangkul hangat pundaknya. "Tidak apa, My. Adek hanya menjaga aku."


Dari ucapannya saja Riana sudah bisa menebak bagaimana hubungan Rangga dengan Jihan. Putranya adalah tipe lelaki setia dan juga pandai menjaga hati.


Tidak ada keterpaksaan ketika Rangga mengatakan itu. Raut bahagianya sangatlah tulus.


.


Di sebuah restoran ternama seorang wanita sudah duduk manis di sana menunggu rekan kerjasamanya. Dia memilih menu yang akan dia pesan. Hingga sapaan dari seseorang yang dia tunggu terdengar. Perempuan itupun menegakkan kepalanya dengan senyuman yang begitu lebar, tapi senyum itu sedikit memudar ketika ada perempuan muda yang datang bersama si lelaki yang tengah dia tunggu.


"Kamu bawa--"

__ADS_1


"Iya. Kasihan adik aku sendiri di rumah." Rangga mulai berdusta. Jihan tak bisa berkata.


Ghea asyik memilih menu yang dia inginkan. Namun, ujung matanya sesekali melirik ke arah Jihan yang tengah berbincang dengan Rangga.


"Cantik sih, tapi tetep aja gua gak suka." Begitulah batin Ghea berkata. Tidak ada yang salah dari Jihan, tapi hati kecilnya menolak dengan keras jika Rangga bersama Jihan.


Ghea mengalihkan pandangan sang kakak dengan menu yang sudah dia pilih. Bukan Ghea jika tidak memesan makanan dengan banyak. Rangga menyebutkan satu per satu makanan yang adiknya inginkan hingga membuat Jihan tercengang.


"Semuanya aku yang bayar," ucap Rangga. Dia juga tahu diri dan tidak ingin memberatkan Jihan. Walaupun uang segitu adalah hal remeh untuk putri dari salah satu pemilik maskapai nasional.


Ghea mendengarkan saja apa yang dibicarakan oleh kakaknya dan juga Jihan. Selama dia menemani sang kakak yang mereka obrolkan hanya pekerjaan dan pekerjaan. Hingga Ghea bosan dan memilih membuka ponselnya. Menjelajahi media sosial hingga dia nampak terkejut ketika melihat kakak sepupunya.


"Nana cantik banget."



I'm come back. 😊 Apakah aku masih cantik seperti dulu?


Begitulah caption dari foto tersebut. Sontak Rangga terkejut dan mengambil ponsel adiknya. Matanya berbinar dengan lengkungan senyum yang begitu manis. Itu tak luput dari pandangan Jihan.


"Nana siapa?" tanya Jihan penasaran karena melihat wajah Rangga yang berubah dan tidak pernah dia lihat sebelumnya.


"CALON KAKAK IPAR AKU."

__ADS_1


...***To Be Continue****...


Komen dong ....


__ADS_2