MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
73. Skenario Yang Terungkap


__ADS_3

"Ayo kita menikah!"


Aleena mulai menatap ke arah Rangga yang kini sudah berlutut di depannya. Senyumnya pun melengkung indah di sana. Namun, Aleena malah mendorong tubuh Rangga.


"Kenapa kamu gak bilang dari awal?"


Agha dan Ghea malah tertawa ketika melihat sang kakak terjengkang. Begitu juga dengan Radit dan Echa yang sudah tersenyum.


"Kenapa kamu jahat?" Mata Aleena sudah berair. Bukannya dia tidak bahagia menerima kenyataan ini, tapi dia sedikit kecewa karena kekasihnya membohonginya.


Rangga mulai bangkit, dia menarik tangan Aleena hingga masuk ke dalam pelukannya. Tak dia hiraukan di sana ada kedua orang tua Aleena.


"Mas juga gak tahu, Sayang. Mas baru tahu kemarin pas kita mendarat di sini."


Awal Rangga mengajak Aleena ke Swiss memang ingin melamar Aleena. Dia meminta bantuan kepada ayahnya untuk mengajak ayah dari Aleena datang ke Swiss. Melamar Aleena di negeri romantis. Dia akan memberanikan diri menghadap Radit. Perihal direstui atau tidak itu urusan belakangan. Namun, sebuah kabar mengejutkan datang. Sang ayah meminta Rangga datang ke sebuah tempat ketika tengah malam. Aksa menyerahkan sebuah amplop cokelat dan menyuruh Rangga untuk membacanya.


Rangga menggeleng tak percaya, tapi sang ayah menganggukkan kepala. Membenarkan apa yang dia baca di kertas tersebut. Sontak Rangga menangis. Ketika dia ingin serius kepada Aleena, Tuhan memberikan jalan yang begitu mulus.


"Daddy dan Bang Radit sengaja merahasiakan ini dari kamu dan Aleena karena kami berdua ingin tahu sejauh mana rasa cinta kalian," ungkap sang ayah. Rangga menggelengkan kepala dengan raut yang tak percaya.

__ADS_1


"Daddy dan Bang Radit memang sengaja memisahkan kalian untuk sementara. Menempa kalian supaya menjadi manusia yang kuat dan membuktikan pada dunia siapa diri kalian berdua." Penjelasan kali ini membuat mata Rangga melebar. Perpisahan mereka berdua ternyata sudah diatur oleh ayahnya dan juga ayah Aleena.


"Karena Daddy dan Bang Radit tidak ingin kalian selalu dalam bahaya jika bersama pada saat itu. Banyak yang tidak suka dengan hubungan kalian. Daddy takut psikis Aleena terguncang dan semakin menjadi luka yang mendalam yang sulit untuk disembuhkan." Pemaparan Aksa kali ini terlihat begitu serius dan raut kekhawatiran terlihat jelas.


"Daddy harap kamu mengerti karena sebagai orang tua Daddy dan Bang Radit ingin yang terbaik untuk kalian." Sebuah kasih sayang tulus yang Aksa dan Radit tunjukkan untuknya dan Aleena.


Penjelasan Aksa membuat Rangga menatap ayahnya dengan begitu dalam. Sebuah skenario yang tidak dia duga sebelumnya. Aksa menepuk pundak Rangga dengan senyum yang begitu tulus.


"Sekarang, sudah saatnya kamu dan Aleena bahagia." Rangga segera memeluk tubuh ayahnya dengan begitu erat. Hanya kata terimakasih yang mampu Rangga katakan. Kebahagiaan yang ternyata sudah disiapkan untuknya, tapi masih disembunyikan oleh ayahnya. Kini, kebahagiaan itu sudah di depan mata.


.


"Kita berdua kena prank," kelakar Rangga dan itu membuat Aleena memeluk tubuh Rangga lagi. Sungguh Aksa tersenyum begitu lebar melihat keponakannya itu. Juga Radit dan Echa yang kini saling pandang. Putrinya sudah menemukan pundak untuk bersandar sesungguhnya sekarang. Tidak dipungkiri wajah penuh bahagia terukir di sana.


-


"Aku ingin secepatnya menikahi Aleena." Sontak Radit menatap Rangga dengan begitu serius. Lelaki itu jika berkata sangat mengejutkan.


"Mumpung masih di Swiss. Jadi, bisa sekalian honeymoon."

__ADS_1


Tangan Aleena sudah memukul pundak Rangga. Kalimat terakhir Rangga membuatnya malu. Sedangkan Radit hanya menggelengkan kepala.


"Menikah itu bukan perkara di negara mananya, tapi sakralnya," ujar Echa. Ibu dari Aleena sudah membuka suara.


"Bubu inginnya ketika Kakak Na menikah, semua keluarga besar hadir dan memberikan doa untuk kalian. Mau diselenggarakan secara mewah ataupun sederhana itu terserah, tapi Bubu ingin melihat ketiga anak Bubu berkumpul semua di hari di mana salah satu di antara kalian menjemput kebahagiaan."


Sebuah keinginan sederhana dari seorang ibu. Keinginan yang datang dari lubuk hati terdalam. Echa sudah melepas Aleesa kepada seorang pria yang sangat bertanggung jawab juga sangat mencintai putrinya. Tidak lama lagi, dia juga akan melepas putri pertamanya yang memiliki trauma bersanding dengan pria yang sangat menyayangi putrinya. Pria yang begitu tulus mencintai Aleena. Bukan hanya itu, di acara penting sang putri dia ingin melihat putri ketiganya merasakan kebahagiaan dari kakaknya. Dia juga harus belajar bahwa tak selamanya apa yang dicintai dan diperjuangkan bisa dimiliki.


Aleena kini menatap ke arah Rangga. Sorot matanya menunjukkan jika dia ingin mengikuti apa yang ibunya katakan. Rangga pun mengangguk pelan. Apapun akan dia lakukan untuk membuat Aleena bahagia.


"Kalau begitu, nunggu Aleesa lahiran dulu biar keluarga semuanya lengkap." Radit sudah berucap dengan begitu serius.


"Masih lama enggak, Om?" Rangga mulai menimpali ucapan calon ayah mertuanya.


"Dua mingguan lagi adiknya Abang Er launching kalau menurut perkiraan dokter," sahut Radit.


"Sabar, Kak. Sosismu tidak akan kadaluarsa jika hanya menunggu dua sampai tiga mingguan. Palingan juga makin mengkerut kayak belalai gajah tua."


...***To Be Continue***...

__ADS_1


Komen dong ....


__ADS_2