MENGUDARA With You

MENGUDARA With You
80. Sangat Berubah


__ADS_3

Axel tersenyum penuh kemenangan ketika melihat mimik wajah Kalfa. Dia juga sangat salut kepada Rangga yang ternyata memiliki keberanian penuh. Kali ini dia tidak marah ketika melihat Rangga dengan sadar dan sengaja mencium Aleena di depan dirinya, malah dia sangat bahagia karena Rangga datang di waktu yang tepat. Melakukan tindakan yang tepat juga untuk membuat manusia tanpa kepala itu tak bisa berbuat apa-apa.


Pagutan itupun terlepas dan mampu membuat wajah Aleena merona. Sungguh dia tidak menduga juga tidak bisa menolak karena sesapan Rangga sudah menjadi candu untuknya yang tak ingin dia lewatkan. Sedangkan Rangga tersenyum bahagia karena mampu membuat Aleena membalas ciumannya. Tangan putih Rangga sudah Mengusap lembut bibir Aleena yang basah karena ulahnya tepat di depan mantan kekasih dari calon istrinya. Sungguh dia sangat puas.


"Maaf, ya. Mas baru bisa nyusul." Rangga menatap dalam manik mata sang calon istri. Aleena hanya mengangguk dengan senyum kecil yang begitu manis.


Kata Mas yang terlontar dari mulut Rangga membuat Kalfa melebarkan mata. Ketika masih bersama dirinya Aleena tidak pernah memanggilnya dengan panggilan sayang. Hanya nama saja yang terlontar dari mulut Aleena. Sungguh dia sangat iri.


"Aku juga gak ingin lama di sini."


Jawaban Aleena membuat Kalfa melebarkan mata untuk kesekian kalinya. Sungguh wanita di depannya ini bukan Aleena yang dia kenal. Sungguh sangat berbeda. Biasanya Aleena mudah luluh jika melihat dirinya.


Rangga menatap ke arah Axel dan anggukan kecil yang Axel berikan. Dia pun mulai melangkah pergi dari sana. Namun, langkahnya terhenti ketika Axel mendengar perkataan dari lelaki yang terbaring di atas ranjang pesakitan yang mulai menabuhkan genderang perang.


"Mau sampai kapan lu jadi kacung? Hidup kok gak ada perubahannya."

__ADS_1


Bukan hanya Axel yang terdiam mendengar kalimat tidak pantas itu. Rangga dan Aleena saling pandang. Kemudian, menatap ke arah Kalfa dengan sangat tajam.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan perkataan aku?" Kalfa yang katanya terbaring lemah malah semakin parah dalam berkata.


"Apa kamu gak sadar, Na. Jika, kamu itu hanya dimanfaatkan oleh kedua orang tua kamu. Mereka menginginkan kamu dengan Rangga karena mereka tidak ingin harta mereka jatuh ke tangan orang lain. Secara Rangga itu adalah ANAK ANGKAT dari paman kamu. Bukankah itu yang dinamakan serakah? Kamu hanya dijadikan sapi perah, Na. Buka mata kamu."


Rangga tersenyum mendengar hasutan murahan tersebut. Bahkan Axel sudah membalikkan tubuhnya untuk menatap Kalfa. Bibir Axel terangkat sedikit seraya menggelengkan kepala pelan.


"Kenapa lu harus ketahuan pas mau bunuh diri sih? Menurut gua, manusia kayak lu itu lebih baik enyah dari muka bumi ini." Sekalinya Axel berkata pasti sangat menusuk hingga ke jantung.


"Aku gak akan membuat dia semakin depresi karena tertampar fakta yang ada." Senyum smirk Rangga tunjukkan dan itu membuat Kalfa semakin panas.


Rangga sebenarnya sudah mengendus cara licik yang Kalfa lakukan. Namun, dia masih bersikap santai karena dia percaya dengan calon istrinya.


"Mas, aku mau pulang."

__ADS_1


Kalfa menggelengkan kepala ketika melihat sikap manja Aleena. Dia tidak percaya jika Aleena sudah sangat berubah. Tanpa pamit Aleena dan Rangga keluar dari kamar perawatan tersebut. Sedangkan Axel masih menatap nyalang ke arah Kalfa.


"Jangan pernah menganggap seekor semut kecil mudah diinjak. Bahkan seekor semut kecil bisa melumpuhkan seekor gajah besar." Kalfa berdecih ketika mendengar ucapan Axel.


"Satu hal lagi," ucap Axel sambil melihat ke layar ponselnya.


"Jangan pernah bermain-main dengan anak panti yang baru saja keluar dari sini," ancam Axel.


"Nyawa lu pasti mampu dia beli." Axel menunjukkan sebuah fakta kepada Kalfa.


Rangga Ardana Prayoga, pewaris tunggal RAP corporate yang berada di Sydney. Juga direktur utama di sebuah maskapai swasta nasional yang dulunya dipimpin oleh Garda.


"Masih berani melawan si anak panti, wahai Anak Jalanan?"


...***To Be Continue***...

__ADS_1


Komen dong ....


__ADS_2